<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806</id><updated>2011-04-21T18:22:39.105-07:00</updated><title type='text'>Persuasif</title><subtitle type='html'>ATTITUDE
A - lways making today my best day
T - aking pride in a job well done
T - reating others with respect
I - solating my negative throughts
T - reating tasks as opportunities
U - tilizing my talents everyday
D - oing the job rigth the first time
E - xpecting positive outcomes daily
S - peaking well of others everyday</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>173</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-8781402332774456370</id><published>2008-11-30T17:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:29:25.379-08:00</updated><title type='text'>Kiat Sukses Jadi Manajer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM90QA1CMI/AAAAAAAAAXE/7RWjVZsjH8o/s1600-h/DJ+Vega4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM90QA1CMI/AAAAAAAAAXE/7RWjVZsjH8o/s400/DJ+Vega4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274627556441917634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda seorang manajer atau calon manajer? Hm...kalau Anda kerap bertanya apa sih sebenarnya yang harus dilakukan sebagai manajer, simak 11 cara berikut. Cara ini juga bisa dipakai pebisnis untuk mengelola dan meningkatkan potensi kerja karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasikan Jelas &amp;amp; Hati-hati Komunikasi merupakan komponen dasar dari keberhasilan Anda. Jarang ada seorang manajer yang sukses bila tak punya cara berkomunikasi yang baik serta efektif. Justru biasanya kegagalan seorang manajer disebabkan oleh masalah berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri Informasi Tepat Sebagai seorang manajer, Anda merupakan seorang penghubung di jaringan data perusahaan. Anda menyampaikan informasi dari satu titik ke titik yang lain dan menyaring isi informasi secara tepat. Komunikasi merupakan sistem penghubung dari perusahaan dan Andalah yang bertanggung jawab atas proses kelancarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siapkan Misi &amp;amp; Visi Karena Anda berada di posisi paling depan, Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. Andalah yang menentukan ke mana tim kerja akan diarahkan dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan misi dan tujuan perusahaan, Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beri Motivasi Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. Motivasi bukan hanya uang atau kompensasi, meski hal ini juga memegang peranan penting. Motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi dan menciptakan suasana kerja yang penuh semangat, bebas intrik atau friksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Prioritaskan &amp;amp; Pengaturan Waktu Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar deadline. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting dan terberat. Manajer yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu, baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Monitor Tugas Anda bukan hanya membagi-bagi tugas, menjelaskan tujuan, memotivasi setiap orang, lalu duduk santai di meja kerja sambil menunggu laporan akhir. Anda tetap harus memonitor sampai di mana bawahan mengerjakan tugas yang dibebanikan pada mereka, memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Dengan demikian, Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan demikian pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Evaluasi Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan akan dievaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat masukan dari Anda. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi, pegawai yang bersangkutan akan kecewa, stres, serta tidak bersemangat. Sebetulnya, cara penyampaian dan pendekatan kepada tim, dapat mengubah pandangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Atasi Konflik Konflik membuat orang menjadi stres dan konflik dapat terjadi di tempat kerja mana pun juga. Sebagai manajer, Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif, berarti Anda telah memperlancar kerja sama dan itu berarti memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kembangkan Keterampilan Tim Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Anda harus dapat mengantisipasi kebutuhan masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi tim kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pelatihan Untuk mencapai keberhasilan tim kerja, Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja dan segera mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Misalnya, dengan memberikan pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Pandai Menempatkan Diri Ada saatnya di mana Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan dan Anda harus mau serta mampu melakukannya. Tentu tidak selalu, karena Anda sendiri harus memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan kepada anak buah. Bimbing anak buah menuju sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you hold resentment toward another, you are bound to that person or condition by an emotional link that is stronger than steel. Forgiveness is the only way to dissolve that link and get free."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catherine Ponder&lt;br /&gt;Author of Dynamic Laws of Prosperity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are no hopeless situations; there are only people who have grown hopeless about them."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clare Boothe Luce&lt;br /&gt;1902-1987, American Diplomat and Writer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai Biography:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai is a famous Indian actress and a celebrated model. She was crowned Miss World in 1994 and six years later she was still the ‘Most Beautiful Miss World of All Times’ credited with the highest score of 9.911. Aishwaraya Rai is the only Indian actress to have her wax figure made and displayed in Madame Tussaud's wax museum in London in 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai, the queen of the glittering glamorous world of Indian cinema had acted in several movies in Hindi besides acting in all major languages of Indian cinema like Telugu, Tamil, Kannada, Malayalam, and Bengali. She had also acted in a couple of English movies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai – Her Family Background:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai, Aish or Aishu or Gullu to her close friends, was born on November 1, 1973 in Mangalore, Karnataka, India. Her father Krishnaraj is a marine engineer and her mother Vrinda Rai is a writer in her own right. Her brother Aditya Rai is in merchant navy. He had a co-produced a movie with her sister in the lead. She learnt classical dance and music while in her teens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aishwarya Rai is fluent in Hindi, Marathi, Kannada, Tamil and English. Her native language is Tulu. A fervent devotee of Lord Ganesh Aishwarya Rai, in her free time religiously visits famous Siddhivinayak Mandir and seeks the blessings of Lord Ganesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She did her schooling in Hyderabad until 7th grade and then her family had shifted to Mumbai, where she continued her schooling in Arya Vidya Mandir at Santacruz. After schooling, Aishwarya Rai joined Ruparel College at Matunga, Mumbai to study architecture. She was a brilliant student with A grades and was on the verge of becoming an architecture. But fate decided otherwise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/211/FHM___Abbey_Clancy/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/211/FHM___Abbey_C&lt;/a&gt;lancy/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-8781402332774456370?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/8781402332774456370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=8781402332774456370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8781402332774456370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8781402332774456370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/kiat-sukses-jadi-manajer.html' title='Kiat Sukses Jadi Manajer'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM90QA1CMI/AAAAAAAAAXE/7RWjVZsjH8o/s72-c/DJ+Vega4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-3451882612731238843</id><published>2008-11-30T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:24:24.686-08:00</updated><title type='text'>10 Career Change Mistakes to Avoid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM8nXpd_hI/AAAAAAAAAW8/CHtSPlbOSIM/s1600-h/femmy-20070324-003-rita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 265px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM8nXpd_hI/AAAAAAAAAW8/CHtSPlbOSIM/s400/femmy-20070324-003-rita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274626235641495058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;by Randall S. Hansen, Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you considering changing your career? Are you bored, fed-up, lost, or otherwise unhappy in your current career? Are you facing a crossroads at which you need to decide between staying in your current field and moving to a new one? Do you have skills that you are not using in your current career? Have you been promoted to a point where you are no longer doing what you love?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers is one of the biggest decision job-seekers face, and with many possible outcomes and consequences. Before you make that jump to a new career field, consider these common career change mistakes so that you can avoid them as you make the transition from one career to your next.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a career change without a plan. Probably the biggest mistake you can make is attempting to change careers without a plan. A successful career change can often take months to accomplish when you have a strategy, so without one, you could end up adrift for an even longer period. Having a detailed action plan (including items such as strategies, finances, research, and education/training) is essential to your success. Without a plan, you might take the first job offer that comes along, whether it is a good fit for you or not. Read: The 10-Step Plan to Career Change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers because you hate your job. Don’t make the mistake of confusing hating your current job with hating your current career. Take the time to analyze whether it’s just the job/employer/ boss that you hate, or whether it’s the career/skills/ work that you dislike. The same goes with if you are feeling bored or lost with your job; review whether it’s the job/employer or the career. Whatever you determine, it’s best not to leave your job -- if possible -- until you have a plan for finding a new job/career.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a career change solely based on money/benefits. Certain career fields are very alluring because of the salary and other benefits they offer, but be very careful of switching careers because of all the dollar signs. Keep repeating to yourself, “money won’t buy me happiness.” Remember that you may make more money, but if you hate your new career, you’ll probably be spending that money on stress- and health-related expenses. A career that’s hot today could be gone tomorrow, so dig deeper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers because of outside pressure. Don’t let your parents, significant others, or anyone else influence your career choice. They don’t have to live that career every day; you do. If you love what you do and earn a reasonable living, why is it anyone’s business but yours? If you switch careers because of outside pressure to have a “better career,” and then hate your new career, you’ll end up resenting the person(s) who pressured you to make the switch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a career change without refreshing your network and finding a new mentor. Don’t ever attempt a career change alone. As soon as you have identified the career field you want to switch into, begin developing new network contacts. Conduct informational interviews. Join industry associations. People in your network can provide inside information about job-openings and can even champion you to hiring managers. Networking is essential for all job-seekers, but even more so for career-changers. And use a current or new mentor as a sounding board to help guide you in the transition. Learn more about networking and the value of a mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers without examining all the possibilities. Don’t jump career fields without first conducting thorough research into all the possibilities, including career fields you may never have considered. By conducting research into careers you have never considered or been exposed to, you may find the career of your dreams. Talk to people in your network, read career and job profiles, meet with a career management professional. The more information you have about various career choices, the more successful you’ll be in making a career change. Use these research resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a career change without assessment of likes/dislikes and without self-reflection. Self-assessment (of your skills, values, and interests) is a critical component to career-change success. Make a list of the skills you love doing (in your job, in your hobbies, in all aspects of your life) and the skills you never want to do again. Next, consider taking one or more assessment tests, especially those with a career component. Preparing a SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) Analysis is also a useful activity. All these activities are designed so that you better understand yourself -- your product -- so that you can find the best career for you and then sell yourself to employers in that new career. Learn more about assessing your likes and dislikes, as well as preparing a personal SWOT Analysis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers based on the success of others. It’s human nature to fall into the trap of comparing ourselves to others. Just because your best friend or neighbor is successful in a certain career does not mean that you will be -- or that you will be happy doing it -- so certainly consider the career field, but make sure you do the research before jumping into it. Finally, just to add yet another cliche, too many job-seekers switch careers on the assumption that the grass is always greener -- and often times find out that is not the case.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a career change without necessary experience/educatio n. As a career-changer, you must find a way to bridge the (experience, skills, and education) gap between your old career and your new one. While transferable skills (skills that are applicable in multiple career fields, such as communications skills) are an important part of career change, it is often necessary to gain additional training and experience before you can find a good job in a new career field. Research whether you need additional training, education, or certifications. And try to find time to volunteer, temp, intern, or consult in your new career field -- what some experts refer to as developing a parallel career -- before quitting your current job and searching for a full-time position in your new career field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changing careers without updating job-search skills/techniques. If it’s been a while since you were last on the job market, take the time to polish your job-search skills, techniques, and tools. Review your resume-writing techniques, master networking, and polish your interviewing skills. What’s the sense of doing all this research and preparation in attempting to change careers if you are not current with your job-search skills? Use the resources in our Career Toolkit to examine and polish all aspects of your job-hunting techniques and tools.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final Thoughts&lt;br /&gt;You have so many resources at your fingertips, both here at Quintessential Careers and other career sites, that there is no excuse to making any of these career change mistakes. But if you do make one of them, step back and see if there is a way to fix it and move on … a career should not control you; you should control your career.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Randall Hansen is Founder of Quintessential Careers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah keindahan sesuatu yang anda cintai berasal dari sesuatu yang anda&lt;br /&gt;kerjakan. (Jalalluddin Rumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang anda dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan&lt;br /&gt;bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang&lt;br /&gt;adalah mengetahui bahwa ada orang lain peduli tentang bagaimana perasaannya&lt;br /&gt;dan berusaha memahami posisi mereka. (Brian Tracy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah sedemikian rupa seolah-olah akan mati esok. Belajarlah seolah-olah&lt;br /&gt;kau hidup selamanya. (Mahatma Gandhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terluka dan menderita secara emosional, bukan karena tindakan orang&lt;br /&gt;lain atau apa yang diucapkan atau tidak diucapkan oleh orang lain, melainkan&lt;br /&gt;karena sikap mental dan tanggapan kita sendiri. (Maxwell Maltz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya mengucap sepatah kata kritik pada musuh saya, biarkan saya&lt;br /&gt;berjalan selama tiga minggu mengikuti jejak langkah musuh saya, menggendong&lt;br /&gt;beban yang sama, dan menghadapi rintangan yang sama pula. (Kalimat Bijak&lt;br /&gt;Seorang Kepala Suku Indian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pierluigi Collina&lt;br /&gt;Batasan Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja buruk beberapa wasit Eropa mendapat sorotan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah kesalahan high profile wasit Benua Biru membuat banyak pihak antipati dengan kinerja korps pengadil lapangan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pierluigi Collina, permainan modern semakin memojokkan para wasit. (Foto: Getty Images)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik demi kritik mengalir deras sehingga merusak kampanye Respect milik UEFA, yang menitikberatkan kepada penjagaan rasa hormat antaraktor yang terlibat di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi permasalahan yang dihadapi wasit-wasit tersebut, Pierluigi Collina (48) berbicara kepada harian New York Times pada akhir bulan lalu. Pria yang menjabat sebagai pengawas wasit Liga Italia dan anggota Komite Wasit UEFA itu mengutarakan pendapatnya terhadap masalah yang dihadapi wasit dan wacana pemakaian teknologi di sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah batasan umur 45 tahun seperti yang diwajibkan FIFA untuk seorang wasit itu wajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik dari pengalaman pribadi, saya tidak bahagia saat menyudahi aktivitas sebagai wasit lapangan. Saya tetap beranggapan bahwa jika seseorang tetap bugar dan mampu, walau umurnya melebihi batas tersebut, ia berhak memimpin laga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencintai pekerjaan ini sejak pertama kali menjadi wasit pada usia 17 tahun. Jujur, saya merasa rindu turun ke lapangan, tapi tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Anda harus siap menghadapi sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa perubahan yang paling signifikan dalam sepakbola dibandingkan ketika pertama kali Anda menjadi wasit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang paling utama adalah kecepatan. Sekarang semua berjalan jauh lebih cepat ketimbang 20 tahun lalu. Permainan berjalan lebih agresif, yang bisa berarti baik ataupun buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lain adalah peran yang dimainkan oleh televisi. Ketika pertama kali saya menjadi wasit, pertandingan utama hanya diliput enam atau delapan kamera. Kini, semua pertandingan dikover 22-24 kamera. Sangat sulit jika keputusan kami dibandingkan dengan gambar yang diambil kamera. TV bisa menunjukkan insiden berulang-ulang dalam kecepatan yang diperlambat, dari sudut yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit di lapangan hanya mempunyai setengah detik untuk mengambil keputusan. Setengah detik itu tidak ada artinya, semua pihak harus menyadari bahwa ada batasan dalam diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan wacana penggunaan teknologi dalam sepakbola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Football Association Board, badan yang membuat peraturan sepakbola, telah meninggalkan semua eksperimen yang melibatkan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFAB memang sempat mencoba beberapa tes dengan menggunakan smart ball, bola yang dilengkapi cip mikro, dan juga teknologi kamera di garis gawang seperti pada olahraga tenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mereka sekarang melihat ke arah baru, yakni meningkatkan jumlah ofisial di lapangan menjadi enam. Saya rasa prospek ini cerah setelah mendapat dukungan penuh Presiden UEFA, Michel Platini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, mana yang Anda pilih: manusia atau teknologi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa eksperimen telah dilakukan di Italia dengan menggunakan wasit tambahan. Kami pernah mencobanya di ajang Piala Italia beberapa waktu lalu, tapi saya rasa hasilnya belum ada konklusinya. Oleh karena itu, kami akan membuat uji coba lagi dengan beberapa wasit dan mencari alternatif lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Anda, UEFA, dan FIFA menolak mentah-mentah wacana teknologi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIFA saya tidak yakin, tapi UEFA, terutama Platini, tak akan menggunakan teknologi dan hanya akan mencari solusi yang melibatkan unsur manusia. (cw-3)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4223/Modelling___Tyas/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4223/Modelling___&lt;/a&gt;Tyas/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-3451882612731238843?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/3451882612731238843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=3451882612731238843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3451882612731238843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3451882612731238843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/10-career-change-mistakes-to-avoid.html' title='10 Career Change Mistakes to Avoid'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM8nXpd_hI/AAAAAAAAAW8/CHtSPlbOSIM/s72-c/femmy-20070324-003-rita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-5613944694155954125</id><published>2008-11-30T17:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:16:44.074-08:00</updated><title type='text'>KEKUASAAN ADALAH TANGGUNG JAWAB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6y1B9AxI/AAAAAAAAAW0/tCP7Srz5VQw/s1600-h/Febby+Caroline1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6y1B9AxI/AAAAAAAAAW0/tCP7Srz5VQw/s400/Febby+Caroline1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274624233484124946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PAHAMILAH KEKUASAAN ADALAH TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN AMANAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu maraknya  orang-orang berlomba ingin menjadi salah satu pemimpin di negeri ini, dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak tangga terendah hingga puncak tangga negeri. Meski dengan bersimbah air mata, derasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emosi mendera, luka mencabik banyak hati dan pengorbanan segalanya termasuk nyawa manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak berdosa sekalipun tak menyurutkan semangat tuh merengkuh tampuk kekuasaan. Menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang, tetapi itulah potret negeri dengan berjuta konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka mungkin lalai karena merasa kekuasaan hak mutlak bagi dirinya tuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan apa saja yang dihendaki.  Tak mengherankan bila mereka begitu gencar dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbagai cara tuk menangkapnya dan memegangnya dengan sekuat tenaga. Terkadang dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara tak terpuji meski gelombang protes begitu deras bergema, mereka seakan tak perduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baginya merebut kekuasaan jauh lebih berharga ketimbang mendengar ribuan keluhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang. Tipuan, manipulasi data, politik, hasutan, provokasi, menjatuhkan lawan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kolusi, menebar janji palsu, mengklaim diri paling berjasa, adalah upaya diri tuk mencapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tujuan yang diinginkannya. Seakan tanpa malu, mereka tertawa lepas ketika mahkota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuasaan berada di genggamannya, meski kaki dan tangan seolah  bagaikan seekor katak menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun tentu kondisi demikian dapat kita jumpai entah di pelosok negeri, tempat kita berteduh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbentang di seluruh wilayah negeri hingga negeri tempat kita bekerja dan merengkuh nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah, mereka sering lupa bahwa kekuasan bagai mahkota berlapis pisau yang lambat laun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melukai  pelipisnya. Sedangkan bagi mereka yang bijak, kekuasaan adalah kata lain dari wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggung jawab dan kepercayaan orang lain yang mesti dipelihara dengan baik. Tak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat lain untuk meletakkan kekuasaan selain di pundak, bukan di genggaman, apalagi di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepalan. Kekuasaan mesti dimintai keterangan dan pertanggungg jawabannya kelak, untuk apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bagaimana ia diperankan. Tak salah bila kekuasaan tunduk pada kepada siapa yang memberikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan kepada siapa ia  diberikan. Bagi mereka yang bijak memikul kekuasaan dengan amanat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali gagal melangkah, apakah orang masih bisa percaya. (MY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be reasonable&lt;br /&gt;Follow the rules, stick to proven and effective procedures, but be reasonable. Expect the best, but be reasonable. People make mistakes, and accidents will happen. You are a living, caring, compassionate, reasoning person, not a machine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be efficient, but be reasonable. Every situation is different. Solve problems rather than just handling them. Cure the cause and not just the symptom. You have the wonderful ability to reason. Use it! If you pretend not to be able to reason people will see though the charade and it will only hurt you in the end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great minds can devise elaborate systems which anticipate 95% of the situations they will encounter and handle them with preprogrammed efficiency. For the other 5%, be extra reasonable. Use your mind to determine when to make an exception. Take care to respond with intelligence rather than reacting with detachment. Recognize those exceptions that prove the rule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can think. You can reason. So do it. Be reasonable, and you'll stand high above the uncaring noise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rgds, -adithia-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What a piece of bread looks like depends on whether you are hungry or not."&lt;br /&gt;- An Arabic Saying-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Mimpi ke Roma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan 3-1 Roma atas CFR Cluj di Stadion Contantin Radulescu, Rabu (26/11), membuka peluang I Giallorossi lolos ke babak 16 besar Liga Champion. Aksi Matteo Brighi, yang membukukan dua gol dalam laga di matchday kelima ini, juga membuka jalan I Lupi menuju final impian di Olimpico, Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skuad Luciano Spalletti akan memastikan menjadi juara Grup A bila saat menjamu Bordeaux di 9 Desember mendatang berhasil meraih kemenangan. Bordeaux sendiri pekan ini terbukti sanggup menahan imbang Chelsea 1-1 di Stade Chaban-Delmas dan membuat nasib The Blues masih ditentukan hingga matchday keenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyawa anak-anak Felipe Scolari seakan tergantung di seutas benang lantaran mereka juga bakal kehilangan Frank Lampard ketika nanti menjamu klub Rumania, CFR. Lamps terkena dua kartu kuning dari wasit Frank De Bleeckere di Bordeaux karena melanggar Yoann Gourcuff serta Fernando Menegazzo di babak pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, berbeda dengan The Blues, yang meski unggul lebih dulu di Bordeaux namun jarang menciptakan peluang bagus, Roma justru tampil meyakinkan dalam laga tandangnya. Ini tidak lepas dari kecerdikan Brighi dalam memanfaatkan serangan balik cepat Giallorossi pada menit ke-11, yang dibangun Perrotta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat keunggulan inilah CFR terpancing untuk lebih ofensif dan semakin mudah untuk dikendalikan sang tamu. Gol kedua Roma dicetak Francesco Totti (23’) dari sebuah tendangan bebas yang jitu mengarah ke pojok kanan atas gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya balasan CFR disarangkan Yssouf Kone lewat sundulan jarak dekat pada menit ke-30. Skor kemudian ditutup lewat gol kedua Brighi, lagi-lagi lewat tendangan keras kaki kanan, yang kali ini didahului assist Rodrigo Taddei (64’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barca Juara Grup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini berkebalikan dengan Chelsea, yang cukup beruntung bisa memaksimalkan satu-satunya peluang terbaik yang didapat Nicolas Anelka pada menit ke-60. Balasan Les Girondins lewat sundulan Alou Diarra, yang memanfaatkan sepak pojok, lahir pada menit ke-83 alias tiga menit sebelum Lampard terusir dari lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Grup C, El Barca pastikan diri menjadi juara grup setelah pada hari yang sama menghantam Sporting 5-2 di Estadio Jose Alvalade. Kedua kubu sebenarnya telah memastikan lolos di matchday keempat sebelumnya, namun konstelasi akhir baru ditentukan pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya kartu merah untuk Rui Patricio (Sporting) tidak bersifat krusial di laga tersebut karena pada menit ke-71 itu, El Barca telah unggul 4-2. Gol-gol Barcelona dibuka lewat kiprah Thierry Henry pada menit ke-14 dan diakhiri lewat eksekusi penalti Bojan Krkic (73’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tensi pertandingan sungguh di luar dugaan karena Sporting sebenarnya tidak menurunkan Pedro Silva dan Leandro Grimi, yang dikenal sebagai hardman. Namun, rupanya kembali hadirnya Lionel Messi sebagai pusat perhatian membuat kedua tim bernafsu untuk mempertontonkan duel kemampuan tekniknya. (Darojatun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4598/Miss_Indonesia_2006__Nadine_Chandrawinata_Intervie/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4598/Miss_Indonesia_2006__Nadine_Chandrawinata_Intervie/?ref&lt;/a&gt;=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-5613944694155954125?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/5613944694155954125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=5613944694155954125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5613944694155954125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5613944694155954125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/kekuasaan-adalah-tanggung-jawab.html' title='KEKUASAAN ADALAH TANGGUNG JAWAB'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6y1B9AxI/AAAAAAAAAW0/tCP7Srz5VQw/s72-c/Febby+Caroline1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-4701533060919279356</id><published>2008-11-30T17:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:14:19.551-08:00</updated><title type='text'>Christmas Magic</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6LU-EpFI/AAAAAAAAAWs/YNUUoGEaVmo/s1600-h/Cathy+Lestari7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6LU-EpFI/AAAAAAAAAWs/YNUUoGEaVmo/s400/Cathy+Lestari7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274623554863014994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The holiday season brings with it a time to gather together and share stories. Many people reflect upon family, others about gifts, and some about gratefulness. Mine is a collection of all three.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was a young boy of 8 years old, I witnessed a professional magician perform miracles before my very eyes. I enjoyed the show so much my parents bought me an Authentic Magic Set for Christmas that year. That very afternoon, I hurriedly learned my first trick. It was the amazing feat of having small authentic felt balls pass through solid authentic plastic cups - just like on TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I raced downstairs to the kitchen to perform my first miracle for my family. My brother and sister were too busy with their own toys, and my father was next door helping the neighbors with an electrical problem, but my mother happily stopped doing the dishes and became my authentic audience of one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I remembered the instructions perfectly, and when the felt ball magically appeared under the cup, my mother rose to her feet in astonishment and applause! Before booking my flight to Vegas, I thought I'd do one more free show for my father and our neighbors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through the freshly fallen snow, I ran without a coat or even a magic cape, from our back door to theirs. I found the two frustrated fathers in the family room surrounded by wires and bulbs. They obviously needed a diversion - magic. I called them over to the center of the room, and told them to, "Prepare to be amazed!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While setting up my cups and balls on the coffee table, I explained, using the authentic banter from my direction booklet, how I was about to mesmerize them by making the felt balls pass directly through the sturdy plastic cups. With a professional flourish, I scooped up the first cup and ball, and they stopped me. "What about the ball you hid under the 3rd cup?" they said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was stunned. My powers of prestidigitation were gone. I was more than embarrassed. I was crushed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They quickly got back to work on the pressing problem of malfunctioning Christmas lights. I gathered my authentic supplies and left.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I slowly trudged back home replaying everything in my mind, I couldn't figure out what had gone so wrong. I mean, I performed this trick flawlessly just minutes earlier. My mother had no idea how the ball - then it hit me. I did the exact same trick, with exact same lack of skill for my mother. She HAD to see the same mistake. She KNEW the ball was under that cup all along. But, like she always did, she cared enough to make that moment about me instead of her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was stunned. The power of love welled inside me. I was more than happy - I was grateful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The circle of life continues to roll on. This Christmas, my son will receive his first magic set. And while I know there will be lights that won't work and dishes to clean, I'm prepared to be amazed!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;Today all over the United States family and friends are coming together to celebrate a day of Thanksgiving. Although a Canadian, I too will take time to reflect on the things for which I am grateful.especially remembering those individuals who have helped shape my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. C. Harry Roder was one of those individuals, and yesterday I received a call that he had left us - Harry was 82. Dr. Roder was one of the people who truly had a profound impact on my life. He and five other men were actually responsible for helping me move on to the right road and to a bright future. When I think of these great individuals, I have such a deep feeling of gratitude that it is difficult to put my feelings into words. You see the change that Dr. Roder caused to take place in me was dramatic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaking with my business partner, Paul Martinelli, he asked me what Harry was like. I explained that in all the years I have been in this business he was without question the greatest teacher I have ever known. Dr. John Mike, a psychiatrist in Florida, once said that I taught him more about the mind in one year, than he had learned in four years of medical school and five years of psychiatric training. I explained that I merely taught him what Dr. Roder taught me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry's lessons were so clear that he left no questions in the mind of his audience. He took one of the most complicated subjects known to man, the working of the mind and reduced it to easy understandable lessons. Dr. Roder changed the lives of literally thousands of people, however when his teachings were extended through his students, he in effect raised the consciousness of millions, all of whom would be very thankful for the life and teachings of Dr. Roder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I felt a real loss when I heard of Harry's passing. It was like an empty feeling inside and yet I felt so thankful that I had known him. As I look back to the point where the change began to take place in my life, and I think of Harry, I'm reminded of the lyrics from one of Aretha Franklin's songs "when my soul was in the lost and found, you came along to claim it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You might take a few minutes today - regardless of what country you are in and do as those in the United States are doing - give thanks for the good that you have in your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, I will be giving thanks to those individuals who have shaped my life and especially to Dr. Roder. Good bye Harry and keep going.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Proctor&lt;br /&gt;Author and Speaker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inter di Grup B&lt;br /&gt;Main Jelek, Kalah, Lolos!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, Inter! Perjalanan I Nerazzurri musim ini benar-benar di luar akal sehat. Dengan penampilan pas-pasan, La Beneamata sanggup memuncaki Serie A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Liga Champion lebih gila lagi. Sebuah permainan jelek dan kekalahan memalukan di Giuseppe Meazza tetap membawa Inter meraih tiket lolos ke fase knock-out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (26/11), Inter kalah 0-1 di tangan Panathinaikos. Ini kejutan mengingat pelatih Jose Mourinho menurunkan tim yang hampir sama dengan skuad penakluk Juventus di laga derby d'Italia empat hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ini ternyata gagal mengulangi performa di derby itu. Kalah dalam penguasaan bola (48% berbanding 52%) dan hanya 24% tembakannya tepat sasaran, Inter dihukum gol Jose Sarriegi di menit ke-69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma Interisti di San Siro yang menyiuli timnya sendiri. Mourinho pun marah. "Tujuh atau delapan pemain hari ini memiliki kaki yang berat dan pikiran yang lambat. Inter tidak boleh kalah dari Panathinaikos di kandang sendiri," kata Mourinho seperti dikutip Football Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mourinho pantas murka karena bukan sekali ini saja timnya bermain jelek. Inter tercatat hanya tampil bagus satu kali di Liga Champion musim ini, yaitu ketika menang 2-0 atas Panathinaikos di matchday 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya kekalahan di matchday 5 ini tetap membawa Tim Biru-Hitam lolos ke 16 besar. Pada pertandingan lain, Anorthosis ditahan Werder Bremen 2-2. Saat ini Inter masih memimpin klasemen Grup B dengan 8 poin disusul Panathinaikos (7) dan Anorthosis (6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inter dipastikan meraih tiket ke perdelapanfinal karena Panathinaikos akan bertemu Anorthosis di matchday terakhir. Hanya salah satu di antara mereka yang bisa finis di atas I Nerazzurri. Paling jelek Inter akan menjadi runner-up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di matchday terakhir nanti, Inter tidak perlu menang di kandang Werder Bremen untuk menjadi juara Grup B. Hasil imbang pun cukup asal Panathinaikos tidak mengalahkan Anorthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan jujur. Inter bisa melaju di Liga Champion karena keberuntungan. Kami tidak pantas pulang ke rumah dengan puas walaupun bisa memastikan diri lolos ke 16 besar," imbuh Mourinho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grup D, Atletico Madrid dan Liverpool sama-sama memastikan diri meraih tiket ke fase knock-out. Mereka masing-masing mengalahkan PSV Eindhoven 2-1 dan Marseille 1-0. Di matchday terakhir, kedua tim ini tinggal mencari siapa yang akan menjadi juara grup. Saat ini Atletico ada di atas Liverpool dengan keunggulan selisih gol. (wid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66 Laga Di Eropa&lt;br /&gt;Rafa Cetak Rekor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang spesial dalam laga Liverpool kontra Marseille di matchday 5 Liga Champion, Rabu (26/11). Di pertandingan ini manajer Rafael Benitez mencetak rekor baru bagi Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafa mencatatkan diri sebagai manajer The Reds dengan jumlah penampilan terbanyak di kompetisi Eropa (66 pertandingan). Tak hanya itu, catatan tersebut juga mengalahkan rekor berusia 34 tahun milik Bill Shankly!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu torehan ini tidak main-main mengingat Shankly, yang melatih Liverpool pada 1959-1974, adalah sosok yang membangun fondasi kejayaan Liverpool di Eropa sebelum dilanjutkan Bob Paisley dan Joe Fagan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak mau membandingkan diri dengan Shankly karena apa yang ia lakukan sangat besar pengaruhnya untuk klub ini. Ia mengubah banyak hal dan membangun dasar kekaisaran Liverpool,” ujar Benitez seperti dikutip Mirror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambisi saya saat ini hanya ingin membawa Liverpool meraih trofi setiap tahun,” cetus Benitez. (cw-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4112/Hot_models_in_Thong_and_Lingerie_Fashion_Show/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4112/Hot_models_in_Thong_and_Lingerie_Fashion_Show/?ref=Belajar777&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-4701533060919279356?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/4701533060919279356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=4701533060919279356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4701533060919279356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4701533060919279356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/christmas-magic.html' title='Christmas Magic'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STM6LU-EpFI/AAAAAAAAAWs/YNUUoGEaVmo/s72-c/Cathy+Lestari7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-6567491326683391135</id><published>2008-11-28T17:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T00:00:14.042-08:00</updated><title type='text'>Taking Personal Responsibility</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did you ever stop to think that everything you are or ever will be is completely up to you? Just imagine! You are where you are because of who you are. Everything that exists in your life exists because of you, because of your behavior, words and actions. Because you have freedom of choice and because you have chosen each and every circumstance of your life, you are completely responsible for all of your success and failure, your happiness and unhappiness, your present and future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That thought is like a parachute jump: It's scary and exhilarating at the same time. It's one of the biggest and most important ideas that can ever occur to you, or anyone else. The acceptance of personal responsibility is what separates the adult from the child. It's the great leap forward into maturity. Responsibility is the hallmark of the fully integrated, fully functioning human being. Responsibility goes hand in hand with success, achievement, motivation, happiness and self-actualization. It's the absolute minimum requirement for the accomplishment of everything you could ever really want in life. Accepting that you're completely responsible for yourself and realizing that no one is coming to the rescue is the beginning of peak performance. There's very little that you cannot do or have after you accept that “If it's to be, it's up to me!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The opposite of accepting responsibility is making excuses and blaming people and things for what's going on in your life. And since everything we do is a matter of habit, if people get into the habit of making excuses, they get into the habit of evading responsibility at the same time. If they set a goal or objective for themselves, they immediately create an excuse that they hold in reserve just in case the accomplishment of the goal is too difficult or requires more self-discipline and persistence than they had thought. As soon as things start to go poorly, irresponsible people trot out their excuse and let themselves off the hook. But that won't get them anywhere in the long run.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A basic law of human life was first espoused by Socrates more than 400 years before Christ. It's called the Law of Causality. We call it the Law of Cause and Effect. It states that for every effect in your life, there's a cause. If there's any effect that you desire, or desire more of, you can trace it back to the cause, and by duplicating the cause, you can have the effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, everyone wants to be healthy. If you set a high level of physical health and energy as your goal, or the desired effect, you can have it simply by finding out the cause, by finding out what other healthy and energetic people do with regard to diet, exercise and rest, and by doing the same thing. If you do, you're likely to get the same result. This is no miracle. It sounds simple, but in many cases, it's one of the hardest things in the world to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unhappiness is an effect as well. If you wish to be happy, the first thing to do is to decide for yourself the kind of life situation in which you would feel wonderful. Think of the very best times of your life, and think of what you were doing, where you were doing it, and the people you were with at the time. Then write out, in complete detail, a description of your ideal lifestyle. Now you have defined the effect that you desire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next, look at your current life and ask yourself, “What are all the things in my life that are inconsistent with the lifestyle that would make me happy?” In other words, look at the causes of the effects that you don't like. Then make a decision to begin alleviating or removing those causes, one by one, until what you have left is the kind of life you want to live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your thoughts are extremely powerful. They have the power to raise and lower your blood pressure, your pulse rate and your respiratory rate. They can affect your digestion. And if your thoughts are strong enough, they can even make you sick or healthy. Your thoughts tend to trigger images in your mind, and the feelings in your body are consistent with them. If you think or read happy, healthy thoughts, you will have happy, healthy pictures and experience happy, healthy emotions. As Deepak Chopra points out in his audiocassette program Magical Mind, Magical Body, every part of your mind is connected to every single part of your body in a complex web of messages and impulses that affect everything you feel, say and do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only you can think your thoughts, only you can decide what you'll dwell upon, what you'll read and listen to, who you'll associate with and the conversations you'll engage in; therefore, you are totally responsible for all the consequences of all those behaviors. It's unavoidable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps the most important part of the subject of self-responsibility involves your happiness and your peace of mind. There seems to be a direct relationship between responsibility and happiness on the one hand, and irresponsibility and unhappiness on the other hand. Let me explain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First of all, the key to happiness is having a sense of control over what's going on in your life. The more you feel that you're in control, the happier you'll be. Men and women who have risen to the top of their organizations tend to be far happier than people further down. This is because they feel far more in control of their destinies, far more capable of making decisions and taking action. The more responsibility you take in your company, the more power, authority and respect you'll receive. One of the smartest things you can do is to take responsibility for the most important concerns of your boss. The more you accept responsibility for getting results in the areas that your boss considers most important, the more valuable and indispensable you'll become in your organization. People who want more money and more respect often think that they can get it simply by asking for it or by politicking. The truth is that it will accrue to you rapidly as soon as you “step up to the plate” and undertake responsibility for results in your organization. The most respected people in any company are those who are the most capable of getting the most important jobs done on schedule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The more responsibility you take, the more in control you are. And the freer you are, especially in your own mind, to make decisions and to do the things you want to do. So there's a direct relationship between responsibility, control, freedom and happiness. The happiest people in the world are those who feel absolutely terrific about themselves, and this is the natural outgrowth of accepting total responsibility for every part of their lives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the other end of the spectrum, there is irresponsibility, or the failure to accept responsibility. Each person is somewhere in between, moving toward a higher level of responsibility or irresponsibility with every word and every decision. In fact, a good definition of insanity is total irresponsibility, to the point of needing a straitjacket and a padded cell. Thomas Szasz, the great psychoanalyst, once wrote, “There is no such thing as insanity. There are only varying levels of irresponsibility.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A person who is completely irresponsible is subject to anger, hostility, fear, resentment, doubt-all sorts of negative emotions. And here's why. All negative emotions tend to be associated with blame. Fully 99 percent of all our problems exist only because we're able to blame someone or something for them. The instant we stop blaming, our negative emotions begin disappearing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What's the antidote to blaming? It's simple! Since your mind can hold only one thought at a time, either positive or negative, you can override the tendency to blame and become angry simply by saying, firmly, “I am responsible!” You can't accept responsibility for a situation and be angry at the same time. You can't accept responsibility and be unhappy or upset. The acceptance of responsibility negates negative emotions and short-circuits any tendencies toward unhappiness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The very act of accepting responsibility calms your mind and clarifies your vision. It soothes your emotions and enables you to think more positively and constructively. In fact, the acceptance of responsibility often gives you insight into what you should do to resolve the situation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's an exercise: Look at the most common problems and difficulties that people have in life. Apply this simple remedy of accepting responsibility to each one, and see what happens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People have problems with other people-their spouses, their children, their friends, their coworkers and their bosses. Someone once said that almost all of our problems in life have hair on top, come on two legs and talk back. So think of the people in your life who cause you any stress or anxiety and ask yourself who is responsible. Are they responsible for being in your life, or are you responsible for having them in your life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to the Law of Attraction, you're a living magnet in that you invariably attract people into your life who harmonize with your dominant thoughts and emotions. The people in your life are there because you've attracted them by the person you are, by the thoughts you hold, by the emotions you experience. If you're not happy with the people surrounding you, you're responsible. You're attracting them, and you're keeping them there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me give you an example. I have four beautiful children. For a long time, when my children were behaving in ways that I felt were inappropriate, I had a tendency to blame or criticize them. However, the more I studied child raising and learned about the subject, the more I found that children are almost totally reactive. Their behaviors are almost always responses to what is going on around them and to their relationships with their parents. So I began asking the question, “What is it in me that is causing my child to act this way?” As soon as I turned the question around, and looked to myself for the reason-in effect, accepted complete responsibility for my children's behavior-I was able to see what I might be doing, or not doing, that my children were reacting to. Perhaps I wasn't spending enough one-on-one time with them. Perhaps I wasn't listening to them when they wanted to talk. Perhaps I was too quick to question their report cards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I began to apply that simple principle to every other part of my life as well. I began asking, “What is it in me that is causing this external situation?” If the Law of Correspondence is true (and it is), and everything that is happening to you on the outside is due to something that is happening to you on the inside, then the first place to look is within. As soon as you do that, you begin to see things that you had completely missed when you were busy blaming others and making excuses. You begin to see that you're responsible in large measure for the things that are happening to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you're in a bad relationship, who got you there? You likely weren't marched into the relationship and kept there at gunpoint. So it's largely a matter of free will and free choice on your part. If you're not happy, it's up to you to do something about it. As Henry Ford II once said, “Never complain, never explain.” If you're not happy with the situation, do something about it. If you're not willing to do something about it, then don't complain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's the story of the construction worker who opens up his lunch box at the noon break and unwraps his sandwich to find that it contains sardines. He gets really upset and complains loudly to everyone around him about how much he hates sardines. The next day, the same thing happens: a sardine sandwich. Again, the construction worker shouts and complains about how much he hates sardines for lunch. The third day it happens again. By this time, his fellow workers are getting fed up with his loud complaining. One of them leans over and says to him, “If you hate sardines so much, why don't you tell your wife to make you some other kind of sandwich?” The construction worker turns to the fellow and says, “Oh, I'm not married. I make my own lunches!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of us get into the same situation as the construction worker's and complain about circumstances that are almost entirely of our own making. Is this true for you? Look over your relationships and ask where this might be true in your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you happy with your job? Are you happy with the amount of money you're earning? Are you happy with your level of responsibility and your activities each day? If you're not, you need to accept that you're completely responsible for every aspect of your job and your career. Why? Because you chose it freely. You took the job, you assumed the responsibilities, and you accepted the wage. If you're not happy with any of them, for any reason, then it's up to you to do something different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're earning today exactly what you're worth-not a penny more, not a penny less. In life, we tend to get exactly what we deserve. If you're not satisfied with the amount you're getting, look around you, at people who are doing the kind of work you would like to do and earning the kind of money you would like to earn. Ask them what they're doing differently from what you're doing. What are the causes of the effects they're getting? Once you know what they are, accept complete responsibility for your situation, apply your wonderful mind and abilities, back them with willpower and self-discipline, and get busy making the changes you need to make to enjoy the life you want to enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your great aim in life is to develop character. Character is composed of self-esteem, self-discipline, the ability to delay gratification, and the willingness to accept full responsibility for your life and everything in it. The more you say to yourself, “I am responsible,” the stronger, better and finer a person you become. And every part of your life will improve at the same time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy is a leading authority on personal and business success. As Chairman and CEO of Brian Tracy International, he is the best-selling author of 17 books and over 300 audio and video learning programs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never Assume!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A key skill of listening is to question for clarification. The fact is that the prospect often says something that is subject to misinterpretation. Often it is vague or unclear, even to the prospect. Your basic operating principle should be that, if there is any doubt at all as to what the prospect needs, then you didn't really understand. When you question for clarification, you not only get an opportunity to listen more while the prospect is answering the question, you always assure that what the prospect says and what you heard are the same. Again, questioning for clarification slows the conversation down, increases the clarity of the communication and builds greater trust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My favorite question in selling is, "How do you mean?" Or, "How do you mean, exactly?" You can use this question after almost any statement by the prospect. It is an irresistible question and it is virtually impossible for a person to hear it without expanding on what they are thinking or what they previously said. Whenever you have any doubts at all, or whenever the prospect objects to any facet of your offering, simply pause, smile and ask, "How do you mean, exactly?" Never assume that you know or understand before you have questioned and gotten accurate clarification of exactly what the prospect meant when he or she asked a question or offered an objection. Always ask, “How do you mean?” Now, here are two things you can do immediately to put these ideas into action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, never assume that you fully understand what the customer said or meant when he objects or asks questions. Second, use the power of questions to learn more about what the customer really needs, wants and is concerned about. Telling is not selling; only asking questions is selling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy is a leading authority on personal and business success. As Chairman and CEO of Brian Tracy International, he is the best-selling author of 17 books and over 300 audio and video learning programs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kita pungkiri Olympiade 2008 di Beijing yang acara pembukaannya berlangsung sukses dan spektakuler tersebut mengundang decak kagum semua orang Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan rakyatnya. Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun menjadi gantungan yaitu dari negara Uni Sovyet. Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, " Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar hutangnya. ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio,perihal penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup sisihkan 3 butir beras. Nah , beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya dan sebentar lagi akan merayakan Dirgahayu Kemerdekaannya yang ke - 63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena masih banyaknya tikus yang berada di lumbung beras Republik Indonesia Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil yang tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Maukah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Der Panzer di Era Joachim Loew&lt;br /&gt;Kemesraan Semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangani sebuah tim sepakbola adalah pekerjaan yang menuntut seseorang menguasai berbagai ilmu dalam waktu singkat. Seorang arsitek tim bukan sekadar bisa mengatur strategi, tapi juga wajib menguasai cara berdiplomasi dengan anak buahnya sehingga tercipta keharmonisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengerutkan dahi ketika Joachim Loew ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Jerman guna menggantikan Juergen Klinsmann, yang memilih “beristirahat” sejenak seusai Piala Dunia 2006. Namun, keraguan terhadap kemampuan pria berusia 48 tahun itu dalam meracik formula yang tepat bagi timnya mulai pudar kala pasukan Der Panzer sukses melaju ke final Euro 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini giliran kemampuan Loew berdiplomasi dengan anak buahnya yang diuji. Walau di lapangan terlihat kompak, faktanya mantan arsitek tim Stuttgart ini sebenarnya tidak mampu menjaga keharmonisan tim yang sudah dipupuk Klinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Loew yang terlalu keras kepala dan tidak bersedia berkompromi dengan anak buahnya menjadi alasan mengapa banyak pemain senior yang mulai berani memberontak. Sebagian besar pemain yang merupakan langganan tim nasional menganggap Loew tidak menghargai kontribusi mereka bagi tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loew kerap memberikan harapan tinggi bagi para pemain yang kualitasnya sudah teruji. Namun, ujung-ujungnya, ia tak segan mengecewakan mereka dengan dalih memberikan kesempatan bagi pemain muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kevin Kuranyi dan Torsten Frings pernah merasakan pahitnya dikecewakan Loew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuranyi, salah satu bomber tertajam di Bundesliga, dipaksa menjadi penonton dalam duel kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Rusia (11/10). Sebagai aksi protes, striker berusia 26 tahun itu pun bergegas meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Frings kesal karena Loew tidak menurunkannya dalam duel melawan Rusia dan Wales. Padahal, beberapa hari sebelumnya sang pelatih sempat berjanji bakal memberi kepercayaan penuh kepada gelandang Werder Bremen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara perlakuan Loew, Kuranyi dan Frings sempat berniat pensiun dari tim nasional. Kasus ini otomatis mengundang perhatian para pemain senior, termasuk sang skipper, Michael Ballack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau akhirnya Ballack dan Frings setuju untuk meminta maaf, media Jerman percaya bahwa kemesraan yang kembali terjalin antara Loew dan anak buahnya hanyalah semu. Bahkan banyak yang mensinyalir permintaan tersebut hanya sebagai bentuk ketakutan bakal kehilangan tempat di tim nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Ribbeck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan antara pelatih versus pemain bukan hal baru di tim nasional Jerman. Delapan tahun silam, Erich Ribbeck terpaksa melepas jabatannya sebagai arsitek tim nasional Jerman gara-gara hubungannya yang buruk dengan anak buahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbeda dengan Loew, yang justru mendepak pemain berpengalaman, Ribbeck justru diam-diam diprotes karena terlalu mengutamakan pemain veteran. Ia memanggil kembali Lothar Matthaeus, Andy Moeller, dan Thomas Haessler, yang sudah memasuki usia pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya Jerman gagal total di Piala Eropa 2000. Mereka bahkan tidak mampu melewati babak penyisihan grup setelah hanya berhasil mengumpulkan satu poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pun langsung menuding kebijakan Ribbeck sebagai penyebab kegagalan Jerman. Tak lama seusai Euro 2000, pelatih kelahiran 13 Juni 1937 itu akhirnya memilih meninggalkan tim nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Loew jelas lebih baik ketimbang Ribbeck. Namun, sampai kapan ia akan memimpin dengan gaya diktator tanpa menjaga hubungan baik dengan para pemainnya? (Wieta Rachmatia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Suka Tim Cengeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin digoyang, semakin keras pendirian Joachim Loew. Bahkan arsitek tim nasional Jerman yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih bagi Juergen Klinsmann itu tidak akan menoleransi pemain yang menggunakan media untuk mengungkapkan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada kecenderungan para pemain langsung melampiaskan rasa frustrasi karena sebentar duduk di bangku cadangan,” tukas Loew kepada Sport Bild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh tindakan yang salah jika pemain tidak bersedia menerima penjelasan pelatih dan komplain melalui media. Ini situasi yang tidak bisa dibiarkan,” lanjut mantan gelandang serang yang belum pernah memperkuat tim nasional Jerman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loew menilai anak buahnya terlalu cengeng dan egoistis sehingga tidak bisa menganggap diri mereka masing-masing sebagai bagian dari tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting adalah permainan secara kolektif, bukan penampilan individu. Lihat saja Barcelona. Mereka punya Thierry Henry, Samuel Eto’o, Andres Iniesta, atau Eric Abidal, yang terkadang harus pasrah menjadi pemain cadangan. Tapi, tidak ada yang saling mengkritik,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mencegah terjadinya kembali pemberontakan, Loew bakal mengadakan pembicaraan dengan semua anak buahnya di Berlin sebelum laga uji coba melawan Inggris. Menurut Loew, semua pemain wajib hadir, termasuk mereka yang terpaksa absen karena cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Loew juga akan membatasi kesempatan para pemainnya untuk berbicara dengan media agar tidak mengganggu persiapan tim menuju Piala Dunia 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penting bagi saya untuk meluruskan semua masalah menjelang Piala Dunia 2010,” tegas Loew. (wta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2125/FIRST_FACES_SAO_PAULO/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2125/FIRST_FACES_SA&lt;/a&gt;O_PAULO/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-6567491326683391135?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/6567491326683391135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=6567491326683391135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6567491326683391135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6567491326683391135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/taking-personal-responsibility.html' title='Taking Personal Responsibility'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-7980870692998282814</id><published>2008-11-28T17:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:58:15.864-08:00</updated><title type='text'>DO I MARRY THE RIGHT PERSON ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChoBgGrGI/AAAAAAAAAWk/wQaGSVNGVOM/s1600-h/Chaterine+Olivia1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChoBgGrGI/AAAAAAAAAWk/wQaGSVNGVOM/s400/Chaterine+Olivia1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273892872620780642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat mereka yang masih single atau bahkan yg sudah married tapi bawaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     bete kalo dah sampe rumah  bisa mengambil pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             "Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                saya menikah dengan orang yang tepat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      "Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           Inilah jawabanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    SETIAP ikatan memiliki siklus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   bersemangat, begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  spontan. Ngga perlu berbuat apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Makanya dikatakan "jatuh" cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     Bayangkan eksprisi tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Jatuh cinta itu mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Sesuatu yang pasif dan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                 Tapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   pada tahapan-tahapan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               Nah Lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    dan mencari pelampiasan diluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      hal yang menyolok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Tapi tau ngga?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 ada di dalam pernikahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              Anda bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          merasa lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Itu adalah siklus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        berjalan dengan baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Cinta bukanlah MISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Ini merupakan reaksi sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           sebuah DECISION,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      dan bukan cuma PERASAAN..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         ia tidak mendengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     namun senantiasa bergetar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            ia tidak buta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 namun senantiasa melihat dan merasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          ia tidak menyiksa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      namun senantiasa menguji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          ia tidak memaksa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      namun senantiasa berusaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           ia tidak cantik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      namun senantiasa menarik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  ia tidak datang dengan kata-kata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  namun senantiasa menghampiri dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    ia tidak terucap dengan kata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  namun senantiasa hadir dengan sinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       ia tidak hanya berjanji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       namun senantiasa mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              memenangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        ia mungkin tidak suci..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       namun senantiasa tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  ia tidak hadir karena permintaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    namun hadir karena ketentuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  ia tidak hadir dengan kekayaan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             kebendaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  namun hadir karena pengorbanan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              kesetiaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RED SQUARE JAKARTA&lt;br /&gt;Bikini Beach Party&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Party yang hanya diisi spinning DJ pada akhirnya menimbulkan rasa jenuh bagi kalangan partygoers. Keadaan ini sesungguhnya sudah dirasakan pengelola club, terutama pada waktu-waktu tertentu. Red Square Jakarta, salah satunya. Demi mengobati rasa jenuh tamu-tamunya, club yang berada di Senayan Arcadia ini, Kamis, 9 Oktober 2008, lalu menggelar party bertajuk Bikini Beach Party. Tentu saja dampaknya jelas terlihat. Karena party malam itu diisi penampilan POPULAR Babes yang cantik-cantik dan seksi, yakni Nathalie, Novieta, Lanny dan Ghisva. Hanya mengenakan bikini, keempat model ini berlenggak-lenggok di atas meja bar yang difungsikan sebagai catwalk. Sesekali mereka juga memeragakan gerakan-gerakan yang mampu membuat tamu-tamu pria menahan nafasnya. Aksi spinning resident DJ Reza turut mempengaruhi gerakan-gerakan para model. Penampilan para model yang berlangsung dua sequel ini ternyata mampu mengobati rasa jenuh partygoers, sekaligus meramaikan venue. HENDRA FOTO FAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLOWFISH SURABAYA&lt;br /&gt;Wake Up Party with POPULAR Babes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Party people Surabaya kembali dihentak oleh aksi panggung POPULAR Babes, Jumat, 17 Oktober 2008, lalu. Lima model cantik dan sexy, Nathalie, Novieta, Lanny, Febyola, dan Bebby tampil all out menghibur tamu-tamu Blowfish dengan aksi panggung dan gerakan-gerakan memikat. Pertama-tama, secara bergantian mereka muncul mengenakan tank top bertuliskan POPULAR Babes di dada. Sambil mengikuti alunan musik yang dimainkan resident DJ, kelima model yang berada pada posisi berbeda, langsung melakukan gerakan-gerakan yang cukup atraktif. Beberapa tamu pria yang berada di dekat sang model langsung mengarahkan handphone dengan tujuan memotret atau merekam gerakan mereka. Di sudut lain terlihat tamu-tamu asyik menggoyang-goyangkan tubuhnya menyesuaikan dengan beat-beat musik yang dimainkan DJ. Pada sesi kedua, penampilan model makin membuat tamu terkesima. Mengenakan kemeja putih yang diikat di atas pinggang dan dipadu hot pant, para model terlihat makin sexy. Meski gerakan mereka masih dalam koridor kepatutan, tamu-tamu terlihat antusias menyaksikan penampilan mereka di booth DJ maupun di atas meja bar. Saat party berakhir menjelang dini hari, tamu-tamu terlihat masih terbawa suasana gerakan-gerakan yang dibawakan para model. HENDRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAESAR JOGJA&lt;br /&gt;Wet Party&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kehadiran POPULAR Babes betul-betul ditunggu oleh partygoers Jogja. Rasa penasaran dan tak sabar bercampur menjadi satu. Saat disco time dimulai selepas pukul 23.00, dance floor sudah mulai dipadati crowd. Semua table dan sofa bahkan sudah ditulis kata ‘Reserved’. MC yang berada di samping DJ beberapa kali menyebutkan bahwa malam itu akan tampil POPULAR Babes yang cantik dan sexy. Mereka adalah Nathalie, Novieta, Lanny dan Kanaya. Ketika saatnya tiba, MC pun meminta POPULAR Babes naik ke atas stage yang melingkar. Sorak sorai pun langsung membahana malam itu. Crowd yang memenuhi Caesar Club, tempat party berlangsung, justru semakin penasaran. Maklum, sesi pertama penampilan model masih belum mencerminkan tema party malam itu, yakni ‘Wet Party’. Kondisi ini memang disengaja karena implemenasi tema berlangsung pada sesi kedua, di mana tamu sengaja dibuat penasaran dan tetap stay. Saat yang ditunggu tiba ketika ‘pancuran’ yang dipasang di area stage mulai mengucurkan air. Satu persatu model pun melepas baju sehingga yang tinggal hanya swimsuit saja. Sambil mempermainkan air pancuran, dan dalam keadaan basah, para model terus menggoyang-goyangkan tubuh mengikuti spinning DJ Ferry. Sebuah pertunjukan kreatif yang diusung club trendsetter Jogja demi memuaskan crowd-nya. HENDRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival&lt;br /&gt;Didukung Jacob’s Creek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalinya, pertemuan penulis dan dunia sastra internasional berlangsung di Ubud Bali, 14-19 Oktober 2008. Event ini lebih dikenal dengan nama Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival, dan disebut sebagai one of the top six literary festivals in the world oleh majalah Harper's Bazaar, Inggris. Tema yang diangkat tahun ini adalah Trihita karana, konsep umat Hindu Bali yang menggambarkan hubungan yang harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam. Bagi Pernod Ricard Indonesia, principal Jacob’s Creek wine di Indonesia, acara budaya yang diikuti para penulis terbaik di dunia ini sangat menarik perhatian. Dari para penulis inilah masyarakat internasional mendapat informasi terbaik di bidang sastra dan kebudayaan. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Jacob’s Creek di antaranya menjamu para peserta dalam sebuah dinner party di Caswa Luna Resto, Ubud, sambil menikmati Jacob’s Creek wine yang begitu populer. Tak kurang dari 60 penulis dari berbagai negara serta lima penulis terkenal dari tanah air, mengikuti kegiatan tersebut. Penulis dari Indonesia antara lain Ahmad Tohari, Anand Khrisna, Made Sujaya, Gde Prama, Dyah Merta dan Bondan Manurung. Dari mancanegara ada Lijia Zhang (China), Bernice Chauly (Malaysia), Alberto Ruy Sanchez (Meksiko) dan Faith Adiele (USA). HD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Ritz-Carlton Jakarta&lt;br /&gt;The Premium Whisky Dinner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang dari 70 profesional muda yang bergerak di bidang hospitality industry mengikuti The Premium Whisky Dinner, di The Ritz-Carlton Jakarta, Pasific Place, 22 Oktober 2008. Kegiatan yang diselenggarakan Pernod Ricard Indonesia, principal berbagai minuman premium di Indonesia, dimaksudkan sebagai wujud terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut serta dalam mempromosikan minuman dari Pernod Ricard Indonesia. Saat dinner berlangsung, para undangan diajak menikmati minuman Chivas Regal 12, Chivas Regal 18 dan Glenlivet. Sebelum makan malam berlangsung, The Chivas Ambassador, Mr Rob Gray, memberikan sambutan perihal minuman Chivas Regal. Para undangan juga dihibur penampilan penari yang mengenakan busana khas masyarakat Skotlandia dan busana pramusaji. Penyanyi Asti &amp;amp; Friend’s tampil dengan lagu-lagu yang tepat dinikmati sambil santap malam. Hidangan yang disajikan antara lain Seared Sage Seasoned Foie Gras, Walnut Onion Pear Chutney (hidangan pembuka), Warm Smoke Salmon, Paprika Oil Ratatouille, Juniper Berry Beurre Blanc (hidangan utama), Dried Miso Grilled Prawns, Beef Pancetta Parmesan Layered Saffron Pasta (hidangan kedua), dan Tasting Plate; Bread butter Pudding, Glenlivet Sultanas, Chocolate Prune Mousse, Gingerbread Crème Brulee (hidangan penutup). HD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villar Presiden RFEF&lt;br /&gt;Prioritaskan PD 2018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pertama sejak terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Federasi Sepakbola Spanyol keenam kali berturut-turut, Angel Maria Villar langsung menyusun prioritas untuk 10 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel Maria Villar, yakin menggelar PD 2018. (Foto: AFP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu target fundamental kami adalah menghadirkan Piala Dunia 2018 di Spanyol,” kata Villar seperti dikutip La Vanguardia. “Dengan memiliki federasi yang bersatu, pemerintahan yang bersatu, serta masyarakat Spanyol yang bersatu, tawaran kami bakal sulit dikalahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal persatuan dan rasa nasionalisme, bisa dibilang Spanyol memang sedang tinggi-tingginya. Ini tak lepas dari kesuksesan olahraga mereka. Mulai era Fernando Alonso di arena balap F1, Rafael Nadal di lapangan tenis, Pau Gasol dkk. di cabang basket, Iker Casillas cs. di rumput hijau, dan terakhir armada Emilio Sanchez di panggung Piala Davis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan tampil sebagai satu unit yang utuh meski berbeda asal-usul ini, yang dalam beberapa dekade terakhir dianggap menghambat prestasi Espana, membuat kepercayaan dunia terhadap Spanyol terus menebal. Villar melihat ini sebagai momentum tepat untuk mengajukan bidding lisan PD 2018.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal pertama yang akan saya lakukan adalah segera mengontak menteri negara urusan olahraga guna membicarakan masa depan persepakbolaan Spanyol serta bidding yang selalu mendapat dukungan pihak kementerian,” lanjut Villar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mentas di Afrika Selatan pada 2010, lalu Brasil pada 2014, atas penunjukan Presiden FIFA, Sepp Blatter, ajang empat tahunan ini memang akan kembali ke Benua Eropa pada 2018. Spanyol punya segala persyaratan guna menggelar event yang terakhir mereka pentaskan pada 1982 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan anggukan FIFA, yang biasanya mengetuk palu enam hingga delapan tahun menjelang perhelatan, Spanyol bakal beradu melawan Inggris, Australia, Rusia, Qatar, dan Belanda-Belgia. Beredar kabar, Spanyol pun akan berduet dengan Portugal. Namun, hal ini dibantah Villar. “Anda akan lihat saat kami mengajukan bidding resmi nanti,” tuturnya lagi. (Sapto Haryo Rajasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Matchday 5 Grup E-H&lt;br /&gt;Raul Sempurnakan Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tiga matchday awal Liga Champion, asa yang diusung klub-klub nonunggulan sempat membubung tinggi. Namun, pada dua matchday terakhir, kaki mereka yang sempat melayang dipaksa menjejak bumi karena keperkasaan para unggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Juventus memastikan satu tempat di babak 16 besar sejak dua pekan lalu, giliran tujuh klub berlabel unggulan menyusul langkah mulus Super Juve. Pada matchday 5, Selasa (25/11), ketujuhnya sama-sama mengantungi kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juve sendiri hanya bermain imbang tanpa gol di Stadion Petrovsky, Moskow. Tetapi, hasil kacamata ini cukup untuk menutup pintu knock-out stage bagi Zenit St. Petersburg, si empunya rumah. Apa pasal? Dua jam kemudian Real Madrid sukses memukul BATE Borisov 1-0 di Belarusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hasil itu secara otomatis menutup kuota Grup H. Zenit pun telah dipastikan merebut jatah lungsuran ke babak 32 besar Piala UEFA, terlepas dari hasil apa yang mereka petik kontra Madrid di matchday 6. Keunggulan head to head atas BATE praktis memenangkan Zenit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villarreal dan Manchester United, yang berbagi angka lewat skor imbang tanpa gol di El Madrigal, pun sama-sama sudah memastikan lolos. AAlborg juga sudah menggenggam tiket Piala UEFA setelah kemenangan 2-1 atas Glasgow Celtic. Grup E ini tinggal mencari siapa yang bakal nongkrong di pucuk klasemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grup G, kemenangan Arsenal atas Dinamo Kyiv dan sukses tandang Porto di Fenerbahce memastikan The Gunners dan O Dragao melaju. Jika Fener dan Kyiv harus puas berebut tempat di Piala UEFA, pada matchday pamungkas nanti Porto kudu berduel dengan Arsenal untuk memuncaki grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi similar muncul di Grup F tatkala Olympique Lyon dan Bayern Muenchen bakal berebut status juara grup pascakemenangan mereka. So, ini menyisakan duel meet di laga penutup. Baik bagi mereka maupun untuk Steaua Bucuresti dan Fiorentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak faktor memusuhi kami malam ini (cuaca minus 20 derajat celcius). Namun, hasil Juventus (kick-off lebih awal) agak menolong kami. Secara tak langsung beban untuk menang sedikit berkurang. Saya senang karena anak-anak bisa tampil baik,” ucap Bernd Schuster, pelatih Madrid, soal kemenangan pasukannya, di situs UEFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harus menunjuk nama, mungkin Schuster akan mengarahkan jari telunjuknya pada Raul Gonzalez. El capitan mampu mengambil peran utama untuk mencetak gol kemenangan El Real. Di samping itu, Raul juga mempertajam rekor gol LC ke angka 62. Dalam rekor seluruh kompetisi antarklub Eropa, Raul kini sama-sama berdiri di tangga teratas, menyamai Filippo Inzaghi dengan 64 gol! (Sapto Haryo Rajasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/5539/secondhand_serenada___fall_for_you/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/5539/secondhand_serenada___fall_for_you/?ref=Belajar777&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-7980870692998282814?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/7980870692998282814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=7980870692998282814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/7980870692998282814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/7980870692998282814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/do-i-marry-right-person.html' title='DO I MARRY THE RIGHT PERSON ?'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChoBgGrGI/AAAAAAAAAWk/wQaGSVNGVOM/s72-c/Chaterine+Olivia1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-3745860794403050567</id><published>2008-11-28T17:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:55:53.147-08:00</updated><title type='text'>Membudayakan Disiplin Pada Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChFBoOMyI/AAAAAAAAAWc/e3lVUQhAk1U/s1600-h/DJ+Vega2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChFBoOMyI/AAAAAAAAAWc/e3lVUQhAk1U/s400/DJ+Vega2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273892271359406882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“You don't have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.”  Jim Rohn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja mengutip ungkapan dari Jim Rohn tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Padahal kita semua menyadari bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya mungkin Anda sudah mempunyai rencana-rencana yang ingin Anda wujudkan dalam minggu-minggu ini. Tetapi selepas liburan panjang atau sebab-sebab lain; misalnya sudah puas dengan hasil pekerjaan yang lalu, merasa kehilangan momentum, menyerah, atau meragukan prospek yang tergambar sebelumnya, Anda justru menjadi kurang bersemangat untuk bekerja kembali atau malas untuk memulai dan mengulur-ulur waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat kedisiplinan kita. Tetapi bukan berarti kita tidak dapat bersikap disiplin. Sedikit demi sedikit kita dapat melatih diri hingga konsep-konsep kedisiplinan itu benar-benar membudaya kedalam kehidupan kita. Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tindakan-tindakan yang dapat memudahkan kita membudayakan kedisiplinan berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Bila Anda berhasil melatih diri dengan menjalankan tip-tip di bawah ini, saya yakin Anda sudah mencapai kemajuan yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip yang pertama adalah memikirkan apa sebenarnya yang Anda inginkan. Saya yakin kita semua mempunyai banyak sekali keinginan. Putuskan keinginan yang paling memungkinkan Anda wujudkan sebagai target harian. Pastikan setiap hari Anda memiliki suatu target yang realistis, jelas dan spesifik. Pastikan juga Anda sudah berusaha maksimal dan berhasil merealisasikan target-target tersebut setiap hari. Cara ini akan melatih Anda bertindak disiplin, sebab Anda dituntut untuk memprioritaskan aktifitas-aktifitas yang memungkinkan tercapainya target-target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya luangkan sedikit waktu untuk orang-orang yang Anda cintai, sedikitnya 5 sampai 10 menit di sela kesibukan setiap hari. Atau bila tidak sempat bertemu secara langsung, Anda dapat memanfaatkan sarana telekomunikasi, misalnya telpon, internet, dan lain sebagainya. Tindakan itu sebenarnya sangat sederhana, tetapi sangat tepat dan bermanfaat tidak saja terhadap hubungan eksternal melainkan memperbaiki hubungan dengan hati serta memenuhi kodrat kita sebagai mahluk yang membutuhkan cinta dan hubungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bila kita rutin melatih diri dengan berolah raga minimal 2-3 kali seminggu, berarti kita sudah melaksanakan program mendisiplinkan diri. Olah raga rutin menjadikan kesehatan kita membaik. Mensana in corporesano – didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila kondisi kesehatan membaik, maka secara otomatis penampilan kita akan lebih bugar, kepercayaan dan tingkat energi kitapun akan meningkat untuk bertindak cepat dan tepat menangkap peluang yang ada. Maka segera putuskan jenis olah raga yang sesuai dengan kesehatan dan kesenangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya selama mengikuti latihan kemiliteran, setiap pagi saya harus bangun pagi dan melakukan marching atau berbaris sambil mengucapkan ‘kiri kanan’ dan lain sebagainya sampai ribuan kali. Saya kira dalam peperangan hanya ada kata membunuh atau dibunuh! Sedangkan latihan fisik, misalnya kegiatan marching seperti itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan peperangan, dimana dalam organisasi itu kami dipersiapkan sebagai pasukan tempur. Belasan tahun berikutnya, saya baru menyadari bahwa proses latihan-latihan fisik tersebut telah menempa sikap mental saya untuk disiplin terhadap waktu serta gigih berjuang hingga menjadi yang terbaik meski harus menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tips melatih kedisiplinan lainnya adalah dengan membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta menerapkan pola makan yang baik. Bukan berarti makanan kita harus mahal atau dibeli dari restoran elit. Contoh makanan yang sehat dan bergizi adalah bermacam jenis buah dan sayuran. Bila makanan kita selalu sehat dan bergizi, maka dapat dipastikan energi dan vitalitas kita meningkat untuk mengerjakan tanggung jawab secara tepat dan cepat hingga mencapai hasil yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses saat beribadah kepada Tuhan YME merupakan apresiasi yang terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Tetapi beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, umat Kristiani sekali setiap hari Minggu, umat Buddha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seluruh agama di dunia ini tentu menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi kebiasaan untuk menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, serta pikiran kita akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kita mempraktekkan beberapa tips latihan mendisiplinkan diri seperti yang diuraikan diatas dan sudah mendapatkan kemajuan, maka tips latihan kedisiplinan pamungkasnya adalah menunda keinginan untuk berpuas diri. “One of the best ways to develop discipline is to delay gratification. – Cara terbaik untuk meningkatkan kedisiplinan adalah menunda keinginan untuk berpuas diri.” Penundaan bukan selalu pertanda buruk. Sebab penundaan untuk tidak berpuas diri dulu selama ini selalu menyebabkan karakter disiplin saya lahir kembali. Semakin saya gunakan prinsip tersebut, saya menciptakan semakin banyak kemajuan dalam hal keuangan, hubungan sosial, spiritual dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menegaskan bahwa kedisiplinan maupun kesuksesan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar dan bukan hal-hal yang kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please. – Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, dan Anda tidak akan pernah menyesal. Bila kedisiplinan sudah menjadi bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita sudah membangun dasar yang kehidupan yang kuat sebagai seorang yang sukses dan selalu bersemangat. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORBIDDEN CITI&lt;br /&gt;L.A. Menthol Indie Remix Competition&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi dan konsistensi L.A. Menthol di dunia musik tak diragukan lagi. Setelah sukses dengan berbagai program musik yang melibatkan anak muda, kali ini L.A. Menthol Light menggelar L.A. Menthol IndieRemix Competition. Yakni sebuah kompetisi untuk menunjukkan kreatifitas dalam me-remix musik menjadi hasil karya yang unik. Kompetisi ini berbeda dan belum pernah ada di Indonesia sebelumnya. Peserta diberi kesempatan me-remix dua lagu menjadi musik ber-genre house, mulai dari progressive, trance, electro dan turunan lain dari genre house lainnya. Lagu yang di-remix adalah Don’t Blame It (Heinrich Manuever) dan She Pretend (Cascade) yang diambil dari L.A. Light Indiefest Compilation Album Volume 2. Untuk memperkenalkan ajang ini, digelarlah workshop yang diberikan DJ Hogi yang dilanjutkan dengan party di Forbidden City, 29 Oktober 2008, lalu. Sebagai DJ yang telah me-remix banyak lagu, DJ Hogi memberikan sejumlah materi seperti tips dan panduan meremix lagu, merubah aransemen lagu asli menjadi dance music, efek suara yang tepat untuk merubah aransemen, beat dan instrument programming, efektivitas hasil remix serta aransemen akhir, mixing &amp;amp; mastering. Pemenaang tak hanya mendapat uang tunai juga akan berkolaborasi dengan band Cascade/Heinrich Manuever dan DJ Hogi dalam sebuah party yang bakal digelar 12 Desember 2008 di Centro The Club. HENDRA FOTO FAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X-ONE BOGOR&lt;br /&gt;Saturday Xperience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti yang sudah-sudah, Saturday Xperience selalu disesaki clubbing scene yang mengunjungi X-One Club. Regular event kreasi club yang berada di Jalan Pajajaran Bogor ini memang telah menjadi acara spesial oleh partygoers kota hujan tersebut. Event ini bahkan disebut-sebut mampu menyamai Jungle Night atau 3D Party yang pernah digelar. Kemeriahan Saturday Xperience terlihat saat penampilan DJ Alice Sofie, 25 Oktober 2008, lalu dalam party bertajuk Luxurious With DJ Alice Sofie. Malam itu, perempuan yang dikenal dengan Alice Norin itu tampil membius crowd kota hujan selama dua jam penuh. Dinginnya malam hilang seketika manakala hentakan musik tempo cepat yang dimainkan Alice mampu membuat clubbers menggoyang-goyangkan tubuh mereka. Apalagi sebelumnya, resident DJ Sapta, DJ Galieh, dan visual jockey (VJ) Ninjaskool telah membakar crowd dengan aksi spinning-nya saat disco time dimulai pada pukul 23.00. HENDRA FOTO FAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WILLOW&lt;br /&gt;Reload&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti party pada umumnya, suasana yang muncul di Willow, 17 Oktober 2008, malam, lalu terasa sebagai ajang unjuk kebolehan sejumlah DJ membawakan genre atau sub genre musik yang diusungnya. Boleh jadi karena malam itu merupakan special party hasil kerja JavaBass yang didukung operator selular ‘3’. JavaBass merupakan party organizer dan juga label pertama yang mengumpulkan DJ dan MC dalam wadah ‘Drum n Bass’ sehingga melahirkan album HomeGrown. Album yang masuk dalam kategori underground inilah yang di-launching malam itu. Album yang berisi 15 lagu ini mencakup seluruh sub genre Drum n Bass, seperti Atmospheric, Liquid, Jump-Up, Roller, Hard Step, Dub Step hingga Dark Core. Kemeriahan party makin terasa ketika DJ dan MC Drum n Bass yang mengisi album HomeGrown menghentak audience dengan aksi spinning yang memacu adrenalin. Para DJ itu adalah DLR, Random, Krezikultur, Celcius, Mr. Dymz, Javabass vs Kripik Peudeus, Dub Youth, DTX, Sketch feat Lisa, Yacko &amp;amp; NSG, Audesine, Mali feat DJ Scratchy, DJ Echa, Agrikulture dan Tranquility. HENDRA FOTO FAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X2&lt;br /&gt;The Jewel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPINACH Records menggelar party dahsyat bertajuk ‘The Jewel’, di X2 club, Plasa Senayan, Jakarta, Sabtu (25/10). Malam itu suasana X2 betul-betul bergemuruh saat kaki-kaki jenjang 4 model POPULAR naik persis di hadapan DJ. Diterpa kilauan lampu, liukan tubuh Nathalie, Marlin, Beby, dan Thika benar-benar membuat crowd X2 menggila. Apalagi hentakan musik electro house yang dimainkan DJ Tiara begitu bersemangat dan atraktif. Ajang happening malam itu digelar Spinach sekaligus sebagai selebrasi birthday DJ Tiara yang ke 23. Wanita cantik dan seksi ini terkenal akan permainannya yang rapih, smooth, dan sangat atraktif dengan crowd. Selain DJ Tiara, clubbers juga dibuat histeris tak berkeputusan oleh penampilan MC Giri, MC Vibes, DJ Alice, DJ Romi, dan DJ Riri. Spinach Records sendiri menyabet beberapa perhargaan dalam ajang Ravelex Electronic Dance Music Awards (REDMA) 2008. Yaitu MC Of The Year (Giri), Electro DJ Of The Year (Bone), serta Management Artist Of The Year. FAISAL/ FOTO: SANTANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RED SQUARE&lt;br /&gt;Red Hot Sexy Dance Contest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENTUMAN dance music Resident DJ Larry malam itu membuat empat wanita seksi berbalut swimsuit terlihat begitu bergairah. Pendaran cahaya berganti warna yang menyinari tubuh mereka dari bawah membuat pemandangan kian sensual. Inilah ajang Grand Final ‘Red Hot Sexy Dance Contest’ yang digelar Red Square Jakarta bekerjasama dengan POPULAR. Party yang digelar Kamis (30/10) ini menampilkan 4 finalis yang kesemuanya tampak sensual sehingga menyulitkan penilaian dewan juri. Ditengah sambutan gegap gempita clubbers, akhirnya Farah tampil sebagai juara. Selain parasnya yang manis, wanita ini terbukti sanggup berinteraksi dengan crowd dengan kemampuan dance-nya yang memikat. Now, please welcome Jakarta’s hottest club dancers..! FAISAL/ FOTO : SANTANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CENTRO&lt;br /&gt;Out Of Class&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Centro Dharmawangsa menjadi begitu meriah dengan gelaran OUT OF CLASS. Sebuah gelaran yang menampilkan performa talent DJ-DJ berpotensi. Digelar pada awal bulan Oktober lalu, OUT OF CLASS (DJ School gathering) menampilkan, Audi Roro, Victoria Tjong (POPULAR Babe), Milka, Ogy, Aldy Aulia, Rama, Hunny dan Popeye. Tak pelak DJ-DJ potensial ini menampilkan keampuhan mereka meramu rangkaian nada-nada dan beat dalam musik yang membuat crowd Centro bergoyang. Penampilan memukau para newcomer DJ dibuka oleh hentakan irama penuh beat oleh Victoria Tjong. Ia menghangatkan suasana dengan besutan “DJ Take Me Away”. Permainannya di turntable ditingkahinya dengan ikut bernyanyi dan bergoyang gemulai. Setelah itu berturut-turut dilanjutkan dengan performa DJ lainnya. Penampilan delapan DJ itu memukau partygoers di kawasan selatan Jakarta tersebut. Prapanca FOTO JOANITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengkarut Emosi Eks Skipper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsenal memastikan lolos ke 16 besar berkat kemenangan tipis 1-0 atas tamunya, Dynamo Kyiv. Sorotan duel matchday 5 ini tak pelak ada pada diri William Gallas. melebihi gol tunggal Nicklas Bendtner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki lapangan tanpa ban kapten di lengannya, Gallas disorot lebih banyak dibanding pemain lain. Yang mendekati intensitas sorotan Gallas boleh jadi Francesc Fabregas, kapten terbaru The Gunners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah penampilan pertama Gallas tanpa status skipper. Arsene Wenger menunjuknya menjadi kapten pada 2007. Sang bos yang juga orang Prancis mencabutnya setelah bek 31 tahun itu mengkritik rekan-rekan setimnya pekan lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum duel, Arsene Wenger menyatakan bahwa pencopotan itu lebih karena kritik itu, bukan Gallas sebagai persona, apalagi karena kualitas. Keputusan ini pun tampaknya akan bersifat permanen. Tanpa beban, Wenger memperkirakan Gallas akan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia tidak berniat berbuat sesuatu yang merugikan, tapi telah menempatkan tim di bawah tekanan besar. Dalam kondisi ini, si pemain tak punya kesempatan lagi. Ia akan dilepaskan dari tanggung jawab. Itu akan membuatnya bebas sebagai pemain,” tutur The Professor di Sky Sports.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh Wenger gembira atas dua hal berkaitan dengan Gallas pada laga tengah pekan ini. “Saya yakin fokusnya luar biasa. Kita bisa melihatnya tampil penuh komitmen. Saya pun senang para fan merespons dengan baik. Mereka mengingatnya sebagai kapten berkomitmen,” ucap Wenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, eks Chelsea ini toh sempat membuat pelatih dan suporter Gunners deg-degan juga. Tujuh menit menjelang jeda, Gallas kehilangan konsentrasi sehingga Ismael Bangoura mencuri bola dan melepaskan tembakan melengkung yang masih membentur tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di paruh kedua, Gallas malah menghadang tembakan Robin van Persie. Fokus yang membaik terlihat ketika ia mencetak gol di depan gawang. Namun, gol itu dianulir karena Gallas off-side.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duel, bek berdarah Guadeloupe itu tak mau berkomentar. “Malam ini kami memperlihatkan diri sebagai satu kesatuan. William telah menjadi pemimpin hebat bagi kami. Saya dapat belajar banyak dari dirinya,” tutur Cesc. (chrs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fergie Puji Wasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbeda dengan sikap Sir Alex Ferguson usai matchday 5 antara Villarreal versus Manchester United (25/11). Biasanya pelatih yang sudah 22 tahun menangani Red Devils itu mengecam wasit karena membiarkan lawan bertindak brutal kepada Cristiano Ronaldo. Kini ia justru memuji sang pengadil di lapangan karena “melindungi” pemain kesayangannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian itu keluar dari mulut Fergie setelah melihat wasit Roberto Rosetti mengusir bek Villarreal, Joan Capdevila, yang melakukan pelanggaran terhadap Ronaldo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ronaldo mendapat perlindungan dari seorang wasit yang tegas,” ucap Ferguson seperti dilansir ITV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wasit yang bertugas sangat adil dan tegas terhadap kedua tim. Capdevila mungkin tidak akan mendapat kartu merah di Inggris,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ferguson, interpretasi wasit di Inggris kerap menganggap Ronaldo melakukan diving karena terlalu banyak pemain yang melakukan pelanggaran terhadap gelandang asal Portugal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan bagian dari taktik. Seseorang akan melanggar Ronaldo, lantas yang lain melakukan hal yang sama sehingga wasit berpikir dia selalu melakukan diving,” jelas Ferguson. (wta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4533/Simply_Sexy___Lingerie_Show___Fashion_TV/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/4533/Simply_Sexy___Lingerie_Show___Fas&lt;/a&gt;hion_TV/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-3745860794403050567?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/3745860794403050567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=3745860794403050567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3745860794403050567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3745860794403050567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/membudayakan-disiplin-pada-diri-sendiri.html' title='Membudayakan Disiplin Pada Diri Sendiri'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STChFBoOMyI/AAAAAAAAAWc/e3lVUQhAk1U/s72-c/DJ+Vega2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-4703636641402931647</id><published>2008-11-28T17:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:53:42.801-08:00</updated><title type='text'>Mempertanyakan Pekerjaan Ideal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgkAxs9DI/AAAAAAAAAWU/d0VfgN1HQTU/s1600-h/Vony+Miwa+Seksi1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgkAxs9DI/AAAAAAAAAWU/d0VfgN1HQTU/s400/Vony+Miwa+Seksi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273891704195052594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ubaydillah, AN dari Team E-Psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit umum yang sering dialami oleh individu adalah  tidak/kurang  puas dengan apa yang SUDAH didapatkan dan "AKAN"  merasakan kepuasan sepenuh hati dengan sesuatu yang nanti didapatkan. Bagi yang belum bekerja kemungkinan besar mendapatkan pekerjaan "apa saja" merupakan kenikmatan tersendiri. Namun setelah  pekerjaan didapat, rasa nikmat itu hilang dimakan oleh kecenderugan lain untuk mendapatkan pekerjaan  sesuai dengan background pendidikan, pengalaman, identitas diri dan standard gaji yang lebih tinggi. Ketika semua itu sudah didapatkan pun tidak berarti masalah selesai sebab masih ada kecenderungan lain lagi yang muncul yaitu mendapatkan pekerjaan ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini saya ingin mengajak anda mempertanyakan dua hal. Pertama, adakah pekerjaan ideal itu menurut teritori aktual berdasarkan peta yang sudah ada? Kedua, sehatkah kecenderungan untuk merasa "tidak puas" dengan pekerjaan yang ada sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau merujuk pada definisi teoritis tentang arti kata “Ideal” yang sebenarnya, maka tata letak  yang memisahkan realita ideal dan realita aktual  tentang pekerjaan yang kita hadapi saat ini sudah benar. Pekerjaan ideal itu ada (dalam arti ‘it exists’)  dan perlu kita adakan (baca:pahami) dalam rumusan konsep (It is conceptualized) .  Tetapi harus dengan pengakuan tidak akan terjadi (it doesn’t happen)  dalam arti secara matematis/actual. William James (1842-1909), seorang pakar psikologi, mengatakan iIdeal itu bagaikan bintang di langit. Jangan pernah berpikir tangan anda dapat menggapainya tetapi pilihlah sebagai petunjuk yang harus anda ikuti untuk meraih nasib yang anda pilih.  Advance Dictionary menerjemahkan kata ideal sebagai berikut: “(something) contrasted with real, existing only in the imagination; not like to be achieved”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi demikian sudah klop dengan tatanan alamiah di mana langit sebagai destinasi ideal dan bumi adalah kenyataan aktual. Langit itu ada (exist) tetapi tidak satu pun orang dapat menggapainya (happens) secara fisik.  Munculnya gap internal di dalam diri seseorang tentang pekerjaannya adalah kesalahan mengartikan dan menggunakan senjata kata ‘ideal’.  Kesenjangan internal terjadi karena orang memaksakan ideal untuk terjadi secara fisik dan menolak peristiwa aktual dalam arti keinginan untuk membuat tata letak yang sebaliknya. Beberapa kerugian yang akan diterima oleh aksi memutarbalikkan fungsi dan arti ideal ini dalam pekerjaan dapat diprediksikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miskin konteks secara menyeluruh tentang pekerjaan terutama dari mana, bagaimana dan dengan siapa saja pekerjaan akhirnya diselesaikan. Kemiskinan konteks (interconetedness) disebabkan oleh keterbatasan pemahaman atas pekerjaan yang dibatasi oleh pikiran menolak materi pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan tidak bahagia, tidak senang, dan tidak antusias menjalani pekerjaan karena pekerjaan yang telah ditukar dengan waktu, tenaga dan pikiran itu hanya  dijiwai setengah-setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak yakin dan tidak bangga dengan pekerjaan dan jabatan yang disandangnya sehingga dengan gampang menggunakan senjata pasrah (giving up) atau melempar tanggung jawab kepada orang lain (blaming).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memiliki  sikap  penilaian  rasional atas orang lain dan keadaan di tempat kerja atau mengidap penyakit  yang diistilahkan dengan "critical spirit", di seseorang cenderung melihat dari sudut paling negatif tentang dirinya, orang lain dan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak ruginya ketimbang untungnya baik secara pendapatan material dan non-material. Kalau kita tidak menerima sepenuh hati pekerjaan yang kita jalani bagaimana mungkin orang mempercayai hasil pekerjaan kita? Selain itu, kualitas pengalaman seseorang (yang merupakan komoditi karir) seringkali diwakili oleh “how good” bukan "how long".  How good adalah lambang bagaimana orang memaknai peristiwa yang dialami melalui apa yang dilakukan terhadap peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas rasanya sudah terjawab bahwa anda tidak akan menemukan pekerjaan ideal dari orang lain kecuali anda menciptakannya sendiri yang ‘exist’ secara emosi, mental, pikiran, sikap, dan keyakinan  agar rumusan tersebut berfungsi sebagai inspirator/motivato r untuk terus maju meraih bentuk kesuksesan pekerjaan yang anda pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Loncatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman membuktikan bahwa amat sulit (bahkan mustahil) untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang langsung "meet" dengan kebutuhan, keinginan dan harapan pada satu saat yang bersamaan. Oleh karena itu untuk mencapainya diperlukan suatu siasat dengan membuat  Jembatan Batu Loncatan. Sebenarnya jembatan ini adalah ungkapan dari kecenderungan sehat dengan syarat diletakkan dalam persepektif yang sehat. Bagaimana membedakan yang sehat dan yang tidak sehat? Berikut adalah sebagian dalil yang dapat kita jadikan alat membedakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.  Menjadikan pekerjaan hari ini sebagai realita aktual yang disyukuri (accept and acknowledge) atas dorongan keyakinan untuk menemukan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ajaran teologi mengatakan apapun yang kita terima hari ini mengandung makna. Persoalannya makna tersebut seringkali tampil di permukaan berupa peristiwa yang tidak kita inginkan, seperti kegagalan atau penyimpangan terhadap kalkulasi logis. Semua orang dipastikan bisa membenarkan perkatan Antony Robbin yang kira-kira artinya adalah banyak peristiwa yang dulunya kita tolak mati-matian tetapi pada akhirnya kita sadari bahwa peristiwa tersebut kita butuhkan demi kemajuan dan kebaikan kita. Hanya saja yang sering terjadi adalah kita terlambat menyadarinya padahal ada pilihan lain di mana kita bisa langsung menyadari dengan mengubah format keyakinan bahwa: setiap peristiwa pasti ada makna !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.  Merasakan pekerjaan dengan sepenuh hati (half-full-cup feeling) – menolak perasaan setengah-setengah (half-less-cup- feeling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Memang tidak ada yang dapat memastikan masa depan kita akan menjadi lebih atau lebih buruk, tetapi menurut logika hidup yang benar seseorang harus membangun masa depannya mulai dari hari ini. Kalau kita sudah merasa tersiksa dengan hari ini maka kita telah membangun masa depan dengan rasa tersiksa dan nestapa sehingga  hasilnya adalah…..? Kahlil Gibran mengatakan orang bisa merasakan bahagia dan nestapa jauh sebelum orang tersebut benar-benar merasakannya. Bahagia dan nestapa adalah pilihan emosi yang kita tentukan, bukan persoalan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.  Memikirkan pekerjaan sebagai materi yang perlu dieksplorasi sebagai alat menuju singgasana tingkat pekerjaan yang sering disebut dengan  "stay in demand".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Memang pada tahapan awal seseorang harus mencari / menemukan pekerjaan  kalau ia tidak mampu langsung menciptakannya. Tetapi pada satu titik nanti akan datang sebuah moment di mana orang merasa ‘malu’ kalau harus terus-menerus mencari. Ia kemudian akan mencoba untuk "dicari" (to attract). Nah...untuk sampai pada tingjkatan tersebut tentu bukan perkara gampang.  Kalau alat untuk membuat orang lain tertarik pada anda (baca: pekerjaan) tidak anda  bina dari sekarang sementara moment demikian sudah mulai muncul, maka….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4.  Menyikapi pekerjaan sebagai pihak yang kita kontrol, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan memegang kendali berarti desain/model masa depan pekerjaan berada di tangan kita. Pengendalian adalah manifestasi dari pikiran, perasaan, dan keyakinan positif. Jadi, pembeda mendasar antara memegang dan melepaskan kontrol (dikontrol) terletak pada unsur positif dan negatif. Kalau kita merasa  negatif atas pekerjaan saat ini sama dengan memberi izin kepada perasaan untuk mengontrol kita dan biasanya menghasilkan "bad surprise".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.  Menjalani pekerjaan tetap pada koridor merealisasikan platform kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Contoh dari platform pekerjaan itu adalah anda memilih menjadi specialist, generalist atau lainnya. Praktek yang sering terjadi adalah praktek lompat sana-sini dengan kualitas penguasaan pekerjaan yang masih jauh dari singgasana "in demand" atau lebih tepatnya hanya didorong oleh perbedaan nilai nominal gaji awal, bukan oleh dorongan merealisasikan platform. Sepintas memang telah terjadi perbedaan atau perubahan nasib tetapi esensinya di belakang sama saja. Mengapa? Nasib reward suatu pekerjaan yang kita jalani lebih sering ditentukan oleh kemampuan untuk menciptakan kualitas yang lebih kepada pihak lain bukan dibedakan oleh identitas pekerjaan atau perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platform kualitas adalah pernyataan diri tentang sebuah pekerjaan yang kita pilih berdasarkan nilai, tujuan, keunggulan, pengalaman, atau pendidikan. Platform yang kita buat tanpa keputusan dan pondasi kecuali ikut-ikutan atau desakan reaktif kebutuhan sesaat atau penghindaran membuat kita mudah bongkar pasang platform yang  tidak mengikuti “Growth Circle”. Artinya apa yang dilakukan hanya berfungsi seperti  candu  yang hanya menenangkan sementara dan karena dunia ini tidak berbeda maka masalah di tempat lama akan juga ditemui di tempat  yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Supaya gap antara realita pekerjaan ideal dan aktual tidak terus membesar dan malah menyerang kita maka jurus yang paling aman adalah mejalani pembelajaran dimana kita memahami kesempurnaan adalah proses usaha yang terus kita lakukan menuju yang lebih sempurna. Beberapa ide berikut bisa kita jadikan acuan untuk melangkah mendekati kesempurnaan pekerjaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.  Aktualisasi ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cara membuat ideal menjadi  actual atau mengaktifkan rumusan ideal supaya bekerja di alam aktual adalah "to live the life in living present". Berpikirlah tentang hari esok, dan merenunglah tentang hari kemarin tetapi ketika sudah bertindak maka fokuskan pada perbaikan hari ini. Bertindak adalah solusi terbaik untuk hari ini sedangkan mengetahui adalah solusi untuk hari esok. Pendek kata, ketika sudah datang saat untuk bertindak, tinggalkan sementara memikirkan (how) atau merenungan (why) tetapi just do it.  Honore De Balzac (1799 – 1850) , seorang journalist Perancis mengatakan bahwa senjata paling ampuh untuk tetap  sabar menghadapi realita yang tidak mempedulikan keadaan kita dan lingkungan yang sering mencaci maki kita adalah mengisi hidup untuk hari ini yang didorong oleh inspirasi merealisasikan rumusan ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akselerasi Proses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari proses merupakan alat untuk mempercepat sirkulasi dari unwanted menuju wanted situasi. Menyadari proses juga dapat menyelamatkan kita dari problema yang disebabkan oleh keterlambatan menyadari adanya "the moment of AHA" dari peristiwa yang telah / sedang kita jalani. Menyadari proses artinya melakukan sesuatu (extra effort) dari yang paling mampu kita lakukan untuk memperbaiki keadaan yang tidak kita inginkan saat ini. Sebgaai contoh, ketika anda tidak ‘rela’ menjadi karyawan tingkat rendah, tangkaplah ketidakrelaan tersebut sebagai isyarat untuk menjadi karyawan tingkat atas dengan melakukan extra-effort  yang secara rasional akan mengantarkan anda ke posisi tersebut.. Sekali lagi usaha ekstra tidak selamanya menuntut untuk dipahami secara ‘wah’ yang saat  jauh dari kemampuan riil kita. Kita bisa membaca buku, mempelajari  orang lain yang lebih atas tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah pekerjaan untuk dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kapitalisasi Kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisasi kekuatan adalah aplikasi manajemen usaha ekstra. Strategi yang kita jalankan untuk memperbaiki pekerjaan lebih penting ketimbang melakukan sesuatu secara asal-asalan. Kapitalisasi adalah usaha yang kita lakukan untuk menggali lebih dalam kekuatan yang oleh bahasa industri diterjemahkan  sebagai langkah menaikannkan daya jual. Atau dengan kata lain, usaha yang kita lakukan untuk menaiki tangga singgasana menuju posisi "stay in demand". Kapitalisasi kekuatan dilakukan dengan cara: a) memperkuat daya tarik spesialisasi pelayanan personal yang mengarah pada apa dan siapa anda;  b)  memperjelas unsur diferensiasi (keunggulan dan keunikan) sebagai benteng pertahanan menghadapi persaingan; c) menciptakan segmentasi aktivitas, bidang dan jaringan, d) menciptakan konsentrasi hanya pada pengembangan dan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil,  ideal atau tidak ideal suatu pekerjaan bagi kita  murni urusan   memilih bagaimana kita memahami keadaan pekerjaan. Hal terpenting adalah jangan sampai karena kita tidak puas dengan hari ini lalu kepuasan hari depan tidak kita ciptakan mulai sekarang. Padahal seperti dikatakan pepatah, telor hari ini masih lebih baik daripada ayam hari esok.  Kenyataan kerap mengajarkan  orang yang bisa menerima pekerjaan sebagai telor hari ini lebih sering mendapatkan tawaran yang lebih banyak dan lebih mudah.  Bisa jadi telor dan bisa juga langsung ayam. Siapa tahu. Semoga berguna. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt; "VELVET LOUNGE &amp;amp; BAR&lt;br /&gt;Pesta Peri Chocolate"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMASUKI ruangan Velvet Lounge &amp;amp; Bar Hotel RedTop Jakarta pada saat malam pergantian tahun serasa menapak di nirwana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMASUKI ruangan Velvet Lounge &amp;amp; Bar Hotel RedTop Jakarta pada saat malam pergantian tahun serasa menapak di nirwana. Seluruh dindingnya dihiasi ornamen kupu-kupu. Para staf yang menyambut pun berdandan ala bidadari. Menurut Johny Arto Tutur, Restaurant Manager, pesta bertajuk ‘Peri Chocolate’ itu digelar sebagai upaya untuk memeriahkan acara tutup tahun. Mendekati detik-detik pergantian tahun crowd nampak semakin memadati ruangan. Tepat pukul 00:00 bunyi terompet dan taburan confetti menandai berakhirnya tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crowd yang sejak tadi sudah memadati ruangan semakin histeris menunggu penampilan para sexy dancer. Tak lama kemudian muncul para sexy dancer yang mengenakan busana sensual berhias sayap bak peri dari khayangan. Hentakan electro house music yang dimainkan resident DJ semakin menggoyang keempat bidadari yang berada di tengah dance floor. Gerakannya yang sensual semakin terlihat erotis ketika satu persatu crowd yang ada dihampiri sambil tetap meliukkan goyangan nakalnya. Karuan saja suasana makin hot dan crowd semakin hanyut dalam atmosfir erotisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup sampai di situ, crowd kembali dikejutkan dengan kehadiran dua ‘Peri Chocolate’. Kedua peri berbusana minim ini menyeruak di antara crowd dan langsung memasuki kolam bulat berisi coklat cair yang berada di sudut dance floor . Aroma sensualitas makin memenuhi penjuru ruangan. Crowd kian sesak dan mata pengunjung terlihat semakin nanar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari dance floor para sexy dancer masih tetap menggoda para pengunjung satu per satu. Seakan tak mau kalah sensual dengan para sexy dancer, ‘Peri Chocolate’ juga menggoda dengan meliuk-liukkan tubuhnya bak bidadari yang sedang mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjung semakin hot ketika diperbolehkan menuangkan coklat cair ke tubuh peri coklat. Makin larut malam peri coklat semakin menggoda. Bahkan pengunjung boleh menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang erotis. Menjelang pagi peri coklat beranjak dari ‘pemandiannya’. Namun crowd tetap memadati dance floor dan tetap larut dalam kemeriahan pesta tahun baru diiringi dentuman dance music hingga pagi. DIANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan Drogba Disangkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada aksi, pastilah ada reaksi. Lingkaran karma ini pun terjadi menyelimuti Chelsea, yang terkena imbas perbuatan haramnya tiga tahun lalu pada pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan pada Didier Drogba, mirip kasus Ashley Cole tiga tahun lalu. (Foto: Getty Images)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat The Blues di 2005 melakukan kontak ilegal dengan Ashley Cole, yang masih bermain di Arsenal, Jose Mourinho terlibat sebagai salah satu otak skenario berbau tak sedap itu. Meski akhirnya Cole didapat The West Londoners, Mourinho akhirnya didenda 75 ribu pound (Rp 1,44 miliar) oleh FA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pelatih perlente asal Portugal tersebut jauh lebih licin dalam melakukan perbuatan patgulipat. Sebagai pelatih Internazionale, ia tidak melakukan pertemuan dengan pemain yang disasarnya, tapi justru meminta orang ketiga untuk mewakili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guardian awal pekan ini menulis bomber Chelsea, Didier Drogba, secara rahasia menemui Direktur Teknik Inter, Marco Branca, di sebuah restoran di London. Apakah benar Branca mendatangi sang pemain berkat permintaan Mourinho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan retoris ini ternyata ditanggapi kubu Inter. “Saat pertemuan itu terjadi, saya dan asisten saya, Rui Faria, tengah berkumpul untuk makan malam bersama dengan keluarga di Cernobbio, Italia. Drogba setahu saya, menurut sebuah koran Inggris yang terakhir saya baca, tengah menjajaki kemungkinan bertahan di London,” demikian alibi yang dituturkan Mourinho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan naif ini langsung mendapatkan sindiran dari bos Chelsea, Luiz Felipe Scolari. Felipao menyebut dirinya bukan polisi yang bisa menyelidiki motif di balik pertemuan Branca dan Drogba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bahkan tidak tahu ke mana saja Drogba pergi karena sehari-hari saya tidak tidur bersama dan berbagi cerita dengannya,” tandas Scolari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadiri Dua Agen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dalam, Felipao menyebut permainan perebutan pemain ini semula diperkirakan baru berjalan di Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya menjelang Natal para agen pemain akan beraksi. Mereka membuka mulut besarnya pada dunia dengan mengatakan bahwa kliennya membutuhkan perubahan, klub tertentu mengincar pemainnya, dan seterusnya…,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi belakangan bertambah panas karena The Observer menyebut pertemuan Branca-Drogba juga dihadiri Jorge Mendes dan Pierre Frelot. Mendes adalah agen Mourinho, sedangkan Frelot perwakilan Drogba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan Drogba dengan Inter yang terus disangkal ini sebenarnya tidak perlu terjadi andai Adriano Leite masih diminati Felipao. Namun, alih-alih mengejar striker milik La Beneamata itu, kubu Chelsea justru lebih tertarik dengan Robinho de Souza, yang dimiliki Manchester City. (Darojatun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/3260/Bali___Ocean_Beach_club/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/3260/Bali___Ocean_B&lt;/a&gt;each_club/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-4703636641402931647?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/4703636641402931647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=4703636641402931647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4703636641402931647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4703636641402931647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/mempertanyakan-pekerjaan-ideal.html' title='Mempertanyakan Pekerjaan Ideal'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgkAxs9DI/AAAAAAAAAWU/d0VfgN1HQTU/s72-c/Vony+Miwa+Seksi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-3425496471267789798</id><published>2008-11-28T17:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:51:41.474-08:00</updated><title type='text'>TEGURAN UNTUK DISIPLIN KAYAWAN</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(102, 102, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgFrUYXnI/AAAAAAAAAWM/DekhlVIJASk/s1600-h/smu_bugil4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 360px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgFrUYXnI/AAAAAAAAAWM/DekhlVIJASk/s400/smu_bugil4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273891183038848626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegur itu tak mengenakkan. Namun, menegur pun tak kalah sulitnya. Apalagi bila yang ditegur adalah karyawan&lt;br /&gt;lama yang semestinya tahu peraturan perusahaan. Menegur karyawan baru lebih mudah karena biasanya tidak&lt;br /&gt;menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Justru mereka merasa lebih lega bisa mengetahui apa yang tidak&lt;br /&gt;seharusnya dikerjakan. Menegur adalah proses pendisiplinan yang harus dilalui untuk menjaga keteraturan kerja.&lt;br /&gt;Berikut beberapa tips menegur tanpa menimbulkan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan menegur tanpa persiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus memiliki alasan dan informasi yang akurat. Tanpa itu, anda akan dianggap berlaku semena-mena.&lt;br /&gt;Segera setelah anda mendapatkannya, tentukan waktu dan tempat untuk membahas masalah ini. Namun jangan&lt;br /&gt;mencari-cari kesalahanorang lain hanya karena anda merasa ingin menegur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tegur segera setelah terjadinya pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tempalah besi selagi panas". Jangan habiskan waktu untuk mencari semua bukti. Ini bukan sidang pengadilan&lt;br /&gt;yang Mengancam pesakitan masuk penjara. Asal anda memiliki alasan dan informasi yang akurat, ditambah&lt;br /&gt;keyakinan diri, maka sudah cukup untuk menegur. Tugas anda adalah meluruskan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukan secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan wakilkan pada orang lain. Berbicaralah empat mata. Dari pribadi ke pribadi, namun jangan masukkan ke&lt;br /&gt;dalam hati. Pilihlah tempat yang melindungi privacy. Bersikaplah profesional. Jangan buat ia merasa dipermalukan di&lt;br /&gt;depan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berikan teguran dalam keadaan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan diri anda. Jangan menegur dalam keadaan penuh emosi. Kemarahan malah bisa memperburuk keadaan.&lt;br /&gt;Orang akan lebih mempercayai anda bila mereka merasa anda sedang berusaha menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fokuskan pada persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahas perilakunya, bukan orangnya. Sebagai contoh, jangan katakan, "Kamu terlambat lagi. Kamu malas." Namun&lt;br /&gt;katakan, "Keterlambatan anda sungguh tak bisa diterima." Selain itu, jangan campur adukkan dengan hal-hal lain&lt;br /&gt;yang tak anda sukai dari orang itu. Fokuskan pada kesalahannya saat itu. Tak perlu mengungkit-ungkit yang&lt;br /&gt;sudah lampau. Ini bisa memberi kesan anda seorang pendendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berilah kesempatan pada mereka untuk mengutarakan persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galilah inti permasalahannya. Dengarkan baik-baik agar anda bisa mencari pemecahan bagi dirinya. Sekali lagi,&lt;br /&gt;tunjukkan sikap untuk menolong mereka, bukan menghukum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sampaikan apa yang anda inginkan dan nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang perlu jalan keluar. Jangan cuma menegur, berikan nasehat dan upaya perbaikan. Beritahu apa yang anda&lt;br /&gt;inginkan. Jangan biarkan mereka melakukan kesalahan lagi hanya karena mereka tak tahu apa keinginan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buatlah komitmen perbaikan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan kepercayaan, bahwa anda dan dia bisa memperbaiki keadaan lebih baik. Tentukan batas waktu. Akhiri&lt;br /&gt;prosedur pemberian teguran ini dengan salin pengertian dan tak menimbulkan konflik berkepanjangan. Segera&lt;br /&gt;lupakan bagian-bagian "keras" yang mungkin terjadi selama pembicaraan. Lebih lanjut, carilah kesempatan agar&lt;br /&gt;anda bisa melihat perbaikan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tegakkan peraturan dengan bersikap konsisten, tegas dan adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguran akan berdampak lama bila anda bersikap adil dan tegas pada seluruh karyawan. Bila anda hanya menegur&lt;br /&gt;orang-orang tertentu, sedangkan orang lain yang juga melakukan kesalahan mendapat teguran, maka anda akan&lt;br /&gt;dicap tidak adil dan pilih kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heterosexuality and Homosexuality&lt;br /&gt;November 23rd, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heterosexuality involves individuals of opposite sexes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different-sex sexual practices are limited by laws in many places. In some countries, mostly those where religion has a strong influence on social policy, marriage laws serve the purpose of encouraging people to only have sex within marriage. Sodomy laws were seen as discouraging same-sex sexual practices, but may affect opposite-sex sexual practices. Laws also ban adults from committing sexual abuse, committing sexual acts with anyone under an age of consent, performing sexual activities in public, and engaging in sexual activities for money (prostitution). Though these laws cover both same-sex and opposite-sex sexual activities, they may differ with regards to punishment, and may be more frequently (or exclusively) enforced on those who engage in same-sex sexual activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Courtship, or dating, is the process through which some people choose potential sexual partners. Among heterosexual adolescents in the mid-20th century in America, dating was something one could do with multiple people before choosing to enter a committed relationship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different-sex sexual practices may be monogamous, serially monogamous, or polyamorous, and, depending on the definition of sexual practice, abstinent or autoerotic (including masturbation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different religious and political movements have tried to influence or control changes in sexual practices including courting and marriage, though in most countries changes occur at a slow rate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homosexuality&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Same-sex sexuality involves individuals of the same sex. It is possible for a person whose sexual identity is mainly heterosexual to engage in sexual acts with people of the same sex. For example, mutual masturbation in the context of what may be considered normal teen development. Gay, lesbian, and bisexual people who pretend to be heterosexual are often referred to as being closeted, hiding their sexuality in “the closet”. “Closet case” is a derogatory term used to refer to people who hide their sexuality, and “coming out” or “outing” refer to making that orientation (semi-) public voluntarily, or by others against their wishes, respectively. Among some communities (called “men on the DL” or “down-low”), same-sex sexual behavior is sometimes viewed as solely for physical pleasure. Men on the “down-low” may engage in sex acts with other men while continuing sexual and romantic relationships with women.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The definition of homosexuality is a preference to members of one’s own sex, though people who engage exclusively in same-sex sexual practices may not identify themselves as bisexual, gay or lesbian. In sex-segregated environments, individuals may seek relationships with others of their own gender (known as situational homosexuality). In other cases, some people may experiment or explore their sexuality with same (and/or different) sex sexual activity before defining their sexual identity. Despite stereotypes and common misconceptions, there are no forms of sexual activity exclusive to same-sex sexual behavior that can not also be found in opposite-sex sexual behavior, save those involving contact of the same sex genitalia such as tribadism and frot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengketa Blades vs Hammers&lt;br /&gt;Jalur Arbitrase Dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal kepemilikan ilegal Carlos Tevez oleh West Ham di akhir 2006/07 terus dipermasalahkan Sheffield United. Bila Carlitos kala itu tidak dimainkan, seharusnya Hammers-lah yang terdegradasi ke Championship Division, bukan Sheffield United.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan 1-0 West Ham di Old Trafford pada pekan ke-38 2006/07 memang lahir berkat gol semata wayang Tevez. Raihan tiga angka itulah yang akhirnya menyelamatkan klub London Barat tersebut lolos dari ancaman relegasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Blades pun telah mengajukan tuntutan pada pengadilan agar West Ham didenda sebesar 30 juta pound (Rp 576,2 miliar), sesuai dengan kerugian materiil dan imateriil yang dialami sebuah klub yang terdegradasi akibat persekongkolan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini akan disidangkan pengadilan tinggi Inggris pada awal 2009, namun belum-belum West Ham telah melakukan dua manuver pembelaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pihak Hammers, mereka telah dihukum denda oleh Premier League karena kasus kepemilikan Tevez, yang belakangan terbukti dimiliki juga oleh pihak ketiga. Merasa langkah ini belum cukup memberi rasa aman, mereka pun sempat meminta kasus ini ditengahi Court of Arbitration for Sport (CAS), yang bermarkas di Lausanne, Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Rabu (26/11) akhirnya sebuah keputusan penting dikeluarkan pengadilan tinggi Inggris. Para hakim mengeluarkan perintah agar West Ham tidak melakukan tindakan hukum apa pun, seperti mengadu pada CAS, sebelum pengadilan domestik dijalankan di 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media Inggris sendiri menganggap kasus ini tidak perlu terjadi andai pihak administratur Premier League, Richard Scudamore, lebih tegas dua musim lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya di awal 2007 Premier League telah mendenda dan mengurangi nilai Hammers tanpa perlu menunggu siapa yang bakal terdegradasi pada bulan Mei dalam tahun yang sama. Bila langkah itu diambil, jelas Sheffield United tidak bakal merasa dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini sendiri tidak memengaruhi status Carlitos sebagai pemain pinjaman di Manchester United. Pasalnya United mentransfer si pemain dari sang pemilik resmi, Media Sports Investments (MSI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada Agustus 2007, Kia Joorabchian sebagai petinggi MSI telah membeli separuh hak kepemilikan West Ham atas Tevez dengan kompensasi sebesar dua juta pound (Rp 38,5 miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carlitos memang aman, tapi West Ham malah jauh dari kondisi yang menyenangkan. (toen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/233/Heather_Sutton_s_Model_Portfolio/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/233/Hea&lt;/a&gt;ther_Sutton_s_Model_Portfolio/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-3425496471267789798?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/3425496471267789798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=3425496471267789798' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3425496471267789798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3425496471267789798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/teguran-untuk-disiplin-kayawan.html' title='TEGURAN UNTUK DISIPLIN KAYAWAN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCgFrUYXnI/AAAAAAAAAWM/DekhlVIJASk/s72-c/smu_bugil4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-1225446542111703015</id><published>2008-11-28T17:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:49:51.206-08:00</updated><title type='text'>Tips "Hidup lebih sehat" (Dr. Don Colbert)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCfpUQL84I/AAAAAAAAAWE/s2S0eJiQSZU/s1600-h/012750876.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 389px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCfpUQL84I/AAAAAAAAAWE/s2S0eJiQSZU/s400/012750876.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273890695810904962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas&lt;br /&gt;   2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas&lt;br /&gt;   30 menit sebelum makan siang : 1 gelas&lt;br /&gt;   2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas&lt;br /&gt;   30 menit sebelum makan malam : 2 gelas&lt;br /&gt;   2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas&lt;br /&gt;   30 menit sebelum tidur : 1 gelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :&lt;br /&gt;   1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.&lt;br /&gt;   2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :&lt;br /&gt;   Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah&lt;br /&gt;   terpikir oleh kita sebelumnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KEMARAHAN, dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Rheumatoid arthritis&lt;br /&gt;   -Serangan jantung&lt;br /&gt;   -Penyakit jantung&lt;br /&gt;   -Gagal jantung&lt;br /&gt;   -Kanker&lt;br /&gt;   -Tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;   -Stroke&lt;br /&gt;   -Tukak lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa&lt;br /&gt;   ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu&lt;br /&gt;   pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu&lt;br /&gt;   terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan&lt;br /&gt;   stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah&lt;br /&gt;   pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;   -Sakit kepala migran&lt;br /&gt;   -Penyakit jantung&lt;br /&gt;   -Tukak lambung&lt;br /&gt;   -Kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan&lt;br /&gt;   stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat,&lt;br /&gt;   tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya&lt;br /&gt;   serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi&lt;br /&gt;   dibanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami&lt;br /&gt;   kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan&lt;br /&gt;   negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya&lt;br /&gt;   menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang&lt;br /&gt;   menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah&lt;br /&gt;   pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh&lt;br /&gt;   perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan&lt;br /&gt;   tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh&lt;br /&gt;   kita. Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk&lt;br /&gt;   dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Penyakit mental&lt;br /&gt;   -Stroke&lt;br /&gt;   -Serangan jantung&lt;br /&gt;   -Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah&lt;br /&gt;   kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda&lt;br /&gt;   dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN (ANXIETY), dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Penyakit jantung&lt;br /&gt;   -Penyakit mental&lt;br /&gt;   -Kepanikan&lt;br /&gt;   -Depresi&lt;br /&gt;   -Serangan jantung&lt;br /&gt;   -Fobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu&lt;br /&gt;   pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan&lt;br /&gt;   percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal,&lt;br /&gt;   telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system&lt;br /&gt;   pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat&lt;br /&gt;   menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat&lt;br /&gt;   menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan,&lt;br /&gt;   kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala&lt;br /&gt;   karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system&lt;br /&gt;   kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   DEPRESI, dapat menyebabkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk&lt;br /&gt;   melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung&lt;br /&gt;   menyembunyikannya. Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua&lt;br /&gt;   orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para&lt;br /&gt;   peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'.&lt;br /&gt;   Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker&lt;br /&gt;   dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan&lt;br /&gt;   para wanita yang bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan&lt;br /&gt;   kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   -Mengampuni&lt;br /&gt;   -Mengendalikan lidah&lt;br /&gt;   -Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif&lt;br /&gt;   -Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda&lt;br /&gt;   -Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES DAN KECERDASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan secara umum dipahami pada dua tingkat. Pertama, kecerdasan sebagai suatu kemampuan memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Kedua, kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problems solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, orang yang lebih cerdas, akan mampu memilih strategi pencapaian sasaran yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yang kurang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya di sekolah) ternyata kemudian tampil sukses, bahkan lebih sukses dari rekan-rekannya yang lebih cerdas, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh Elemen Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua alasan mengapa hal di atas terjadi. Pertama, bahwa kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen sukses. John Wareham (1992), umpamanya, mengatakan ada sepuluh unsur pokok untuk menjadi eksekutif yang sukses yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) kemampuan menampilkan "persona" (topeng) diri yang tepat,&lt;br /&gt;(2) kemampuan mengelola energi diri yang baik,&lt;br /&gt;(3) kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin,&lt;br /&gt;(4) kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat,&lt;br /&gt;(5) kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran),&lt;br /&gt;(6) adanya kebiasaaan kerja yang baik,&lt;br /&gt;(7) keterampilan antarmanusia yang baik,&lt;br /&gt;(8) kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional,&lt;br /&gt;(9) pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan, dan&lt;br /&gt;(10) kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Ia mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan sepuluh kualitas yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat,&lt;br /&gt;(2) keterampilan berkomunikasi yang baik,&lt;br /&gt;(3) keterampilan antarmanusia yang baik,&lt;br /&gt;(4) kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain,&lt;br /&gt;(5) sikap positif terhadap orang, kerja, dan diri sendiri,&lt;br /&gt;(6) keterampilan menjual ide dan gagasan,&lt;br /&gt;(7) kemampuan mengingat yang baik,&lt;br /&gt;(8) kemampuan mengatasi masalah, stres, dan kekuatiran,&lt;br /&gt;(9) antusiasme yang menyala-nyala, dan&lt;br /&gt;(10) wawasan hidup yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. Perlu dicatat di sini bahwa John Wareham menyimpulkan hal di atas sesudah ia mewawancarai puluhan ribu calon eksekutif dan mensuplai ribuan eksekutif ke banyak perusahaan, dalam peranannya sebagai "head hunter".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dale Carnegie juga tiba pada kesimpulannya sesudah ia mewawancarai banyak tokoh sukses kontemporer pada jamannya dan sesudah membaca ribuan biografi dan otobiografi orang-orang sukses dari segala macam lapangan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh Macam Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kecerdasan umumnya yang kita mengerti sangat sempit, yaitu hanya berkaitan dengan daya ingat, logika, atau penalaran. Dr. John Elliot, seorang profesor pendidikan pada jurusan pengembangan (kecerdasan) manusia dari Maryland University, dalam seminar pada bulan April 1993 di Jakarta, membahas adanya tujuh macam kecerdasan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Fisikal: Kecerdasan ini tampil dalam bentuk kinerja (performance) fisik manusia, seperti pada diri atlet umpamanya. Mereka yang unggul dalam kecerdasan fisikal ini mampu mendayagunakan fisik mereka pada taraf yang mengherankan pada orang-orang biasa. Olahragawan, pelukis, pengukir, penulis indah, pemain sirkus, dan penari adalah kelompok-kelompok manusia yang cerdas fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Ruang-Waktu: Kecerdasan ini membuat seseorang selalu sadar akan posisi relatifnya dalam koordinat ruang-waktu. Orang yang tidak cerdas ruang, tetap bingung akan jalan-jalan di Jakarta, walaupun sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta. Orang yang tersesat, yakni orang yang mengalami disorientasi ruang, termasuk pula pada golongan tak cerdas ruang. Sebaliknya pilot, nakhoda, penyelam, penjelajah alam, pemain bulu tangkis, adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan ruang yang tinggi. Demikian juga arsitek, insinyur, ahli geometri, fisikawan dan sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Penalaran: Inilah kecerdasan yang secara umum dikenal luas sebagai kecerdasan. Orang ini mampu memahami relasi antarbagian dalam realitas yang disadarinya dan karena itu ia produktif membuat kesimpulan-kesimpul an. Kecerdasan macam ini juga termasuk kemampuan berpikir logis dan matematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Verbal: Anak kecil yang sudah pandai berceloteh dan memiliki vocabulary yang mengherankan pastilah cerdas secara verbal. Orang-orang yang cari makan dengan mengandalkan kepiawaian mulutnya, seperti guru, pengacara, instruktur, orator, master of ceremony, penyiar radio, komentator olahraga, termasuk penulis, reporter, dan penyiar adalah golongan orang-orang cerdas verbal. Orang-orang ini mampu mengekspresikan diri, pikiran, dan perasaannya lewat rangkaian kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Sosial: Orang yang cerdas secara sosial seolah-olah mampu membaca orang dengan akurat. Dan bisa mengetahui persis apa isi hati, suasana hati, dan keinginan orang lain. Karena itu, ia dapat dengan mudah menyesuaikan diri, mengambil hati, mempengaruhi, dan termasuk memimpin orang lain. Konflik antarpribadi, pertengkaran, ketakharmonisan hubungan, dan semacamnya, banyak berpangkal pada ketakcerdasan sosial yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Musikal: Kecerdasan ini membuat seseorang mampu memahami, menghayati, dan mengekspresikan nada, irama, dan suara dalam bentuk musikal yang estetik. Musikus dalam segala bentuknya, termasuk seniman pada umumnya, tentulah termasuk kaum cerdas musikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Etis-Spiritual: Orang cerdas di bidang ini mampu mengerti hal ikhwal spiritual. Tidak saja dalam pengertian bahwa ia memahami dunia spiritual, tapi lebih pada kemampuannya menampilkan sikap dan praktik hidup yang harmonis dengan nilai-nilai fundamental yang secara tajam diketahuinya. Hati nuraninya bening, suara batinnya tajam, dan mata hatinya awas dalam membedakan apa yang baik dari yang tidak baik, dan membedakan apa yang baik, yang terbaik, dan yang sempurna. Orang yang unggul di bidang ini pada akhirnya menampilkan diri sebagai pribadi yang bijak bestari, penuh hikmat, agung, dan berwibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Elliot, semua manusia memiliki ketujuh macam kecerdasan ini dengan kombinasi kualitas yang berbeda dari orang ke orang. Dengan demikian mudah dipahami adanya kenyataan yang kita lihat seperti orang yang goblok ruang tapi cerdas musikal, dosen jenius matematika tapi sontoloyo dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita juga dapat menjumpai orang multi cerdas: pintar bergaul, jenius fisika, piawai main biola, luhur budi pekerti, serta canggih dalam mengajar. Einstein konon termasuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bandingkan tujuh macam kecerdasan di atas dengan sepuluh kunci sukses menurut Wareham dan Carnegie, tampaklah bahwa banyak di antaranya merupakan fungsi dari salah satu kecerdasan tersebut. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa kecerdasan merupakan suatu elemen kunci untuk berhasil, karena dengannya kita dimampukan untuk mengenal teritori permainan, diri kita sendiri, mitra tanding kita, aturan permainan, serta jebakan-jebakan pertandingan yang lazim. Olehnya kita juga mampu menyusun strategi permainan yang membawa kita kepada kemenangan akhir. Namun tetap perlu kita catat, kecerdasan bukanlah segalanya. Masih ada hal-hal lain yang bukan termasuk kategori kecerdasan pada daftar Wareham dan Carnegie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Meningkatkan Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita lihat beberapa cara untuk meningkatkan kecerdasan yang tujuh macam tersebut, ada baiknya kita lihat dahulu struktur kecerdasan tersebut yang terdiri dari dua bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama ialah informasi atau pengetahuan itu sendiri. Ini kita peroleh melalui pengalaman dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua ialah mengolah informasi, terdiri dari penalaran, penilaian, dan kreativitas. Mudah dipahami, memang sebagian kecerdasan, kita warisi secara genetis. Warisan semacam ini umumnya kita sebut sebagai bakat. Tetapi bagian terbesar dari kecerdasan adalah hasil usaha. John Dewey mengatakan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang kita miliki dan tak berubah selamanya, melainkan kecerdasan adalah suatu proses pembentukan yang berkesinambungan, dan untuk mempertahankannya diperlukan semacam kewaspadaan untuk mengamati kejadian-kejadian, keterbukaan untuk belajar, dan keberanian untuk menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk meningkatkan kecerdasan, kita perlu menambah pengetahuan dan berlatih memproses pengetahuan itu lewat kegiatan kreatif, kegiatan menalar, dan kegiatan mengevaluasi atau menilai. Dari penjelasan yang sederhana ini maka beberapa hal di bawah ini akan menolong kita untuk meningkatkan kecerdasan kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengadakan evaluasi diri.&lt;br /&gt;Meneliti kekuatan dan kelemahan diri sendiri, tepatnya menyusun peringkat kecerdasan kita, yang mana dari yang tujuh tersebut paling kuat, kedua paling kuat, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menetapkan cita-cita atau sasaran hidup.&lt;br /&gt;Cita-cita yang jelas akan membangkitkan semangat dan antusiasme. Cita-cita yang memikat bagi diri sendiri mampu melahirkan daya juang. Semangat, antusiasme, dan daya juang adalah tiga serangkai yang membuat kita produktif belajar dengan demikian kecerdasan kita diasah. Dari sekian banyak cita-cita, maka salah satunya ialah kita harus mencita-citakan menjadi orang cerdas dan ingin dikenal orang sebagi orang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membangun suatu kebiasaaan hidup cerdas, umpamanya membaca, berdiskusi, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membangun sikap keterbukaan- kritis.&lt;br /&gt;Sikap terbuka membuat kita mampu menerima ide-ide baru, ilmu-ilmu baru, dan pengertian-pengerti an baru. Tapi jangan terlalu terbuka supaya kita masih mungkin membuat sintesa dari pertemuan sejumlah ide-ide yang berlainan. Jadi kita juga harus kritis, artinya mampu mempertanyakan apa saja yang memasuki alam pikiran kita. Tapi jangan terlalu kritis yang membuat kita jadi tertutup, kaku, dan merasa benar sendiri. Yang pas adalah terbuka dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membangun suatu sikap belajar positif terhadap apapun yang kita alami.&lt;br /&gt;Pengalaman, kata Aldous Huxley, bukanlah peristiwa-peristiwa yang menimpa kita, melainkan apa yang kita lakukan terhadap peristiwa-peristiwa itu. Hanya dengan sikap belajar positif inilah kita dapat bertambah cerdas sesudah mengalami suatu peristiwa, yaitu pengalaman kita jadikan sebagai guru. Pengalaman, katanya, adalah guru terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membangun sikap yang rendah hati.&lt;br /&gt;Air selalu mengalir ke tempat yang rendah, demikian pula hikmat dan pengetahuan mengalir menuju hati yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Saya harap, sesudah membaca artikel ini, Anda sekalian akan bertambah cerdas. Bila Anda berhasil melihat ketaklengkapandan kekurangan artikel ini dan sekalian melengkapinya, berarti Anda adalah orang yang sangat cerdas. Tapi bila Anda tidak merasa dicerdaskan sedikitpun, itu berarti sayalah yang kurang cerdas, sedikitnya kurang cerdas dalam hal penalaran dan verbal. Doakanlah supaya saya tambah cerdas. Dengan berbuat demikian, kecerdasan etis-spiritual Anda akan ditingkatkan. Artinya upaya membaca artikel ini sama sekali tak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jansen H Sinamo, Direktur Jansen Sinamo WorkEthos Training Center. Dapat dihubungi langsung di jansen@institutmaha rdika.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Met for the Second Time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It started last spring when my daughter signed on to the Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She found it very interesting and kept asking me to try it. At age 50, I was afraid I wouldn't be able to learn what I would need to know. I kept declining.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, after some encouragement and being reminded of how I had learned to use the computer, I conceded. I have to admit that it was very enjoyable and I found so many interesting things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then one day, I typed in the word "adoption" on a search engine. I couldn't believe all the stuff that came up. I became obsessed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You see, I had a baby boy when I was a teen and I relinquished him to adoption, but I never stopped thinking about him and praying for his well-being. I had been waiting since 1985 for my birth son to contact me. He turned 18 that year, and I, along with many other birth moms, was told during the time of relinquishment that when he became 18 he would be able to obtain information on me that would allow him to make contact.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That was wrong, but I didn't find that out until last year. I thought that since my birth son had never contacted me, he was not interested in knowing who I was or in obtaining any identifying information. Most people, that have never been connected to anyone that has been adopted or relinquished a baby, have no idea what the majority of them deal with.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The birth mother always wondering if her child had a good life, if he/she is safe, and the dreaded thoughts of whether he/she is dead. The adoptee, wondering why, wondering who they look like, what nationality they are, and what their medical history is. We are all denied the right to know any of this because of state laws.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By February 1999 I had been searching the internet for 10 months, contacting the Court and Children and Youth Services and not receiving one shred of hope. I was told that I had no rights and there was nothing I could do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was ready to give up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I prayed and told God that I knew it was out of my control and if it were His will He would make it happen. I would wait on Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The following week, with God guiding me to read a post written on the Internet by a birth mom angel, I was given one last thing to do before I quit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The post didn't have much in it; just that she had a baby girl at St. Vincent's in Philadelphia, Pennsylvania, and a social worker from CSS had reunited her with her daughter. Something inside me told me to write to this woman and ask her about her reunion with her daughter and how it came about. She wrote and told me to call a number in Philadelphia and ask a social worker if they could help.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Six weeks later I met my son, Joseph, for the second time in 32 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was the beneficiary of a miracle. I could write so much more about the details, but they are not of importance. What is important is the fact that we should never stop believing in miracles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May you all be blessed with your own miracle, and if there is anyone out there that is thinking about a lost loved one, don't ever give up that faith, hope or love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valencia vs Gijon 2-3&lt;br /&gt;Mestalla Menggandeng Kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebobolan tujuh gol dalam dua laga home terakhir yang berkesudahan dengan kekalahan. Valencia membangun sebuah tanda tanya besar di Mestalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mengawali kompetisi lebih baik dari Real Madrid dan Barcelona, pencapaian Valencia saat bertemu Sporting Gijon pada Sabtu lalu bisa menjadi indikator kestabilan El Che. Setidaknya kekalahan 2-3 di Mestalla menunjukkan masalah yang membuat pelatih Unai Emery pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jornada 3, Gijon menyerah 1-6 saat menjamu Barcelona. Sepekan kemudian di kota Madrid, mereka remuk di tangan Real Madrid dan kalah 1-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau dibandingkan dengan Villarreal, tim selevel sebagai pengganggu dominasi Barca dan Madrid, Valencia pun kalah. Gijon tunduk 0-1 dari Si Kuning di jornada 5. Sebelumnya di pekan ke-2, Sevilla menang 4-3 atas Si Merah-Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gijon memang remuk di awal musim. Tapi, seharusnya kubu Valencia ingat, setelah kekalahan dari Villarreal, tim arahan Manuel Preciado itu bangkit dan meraih empat kemenangan beruntun sebelum menyerah 0-1 di markas Racing Santander (jornada 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda tanya di Mestalla kian besar karena sebelum Gijon, dua pekan lalu Valencia juga menyerah 2-4 tatkala menjamu Racing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doom and gloom. Ya, malapetaka dan kegelapan. Inilah yang cocok menjadi gambaran situasi di Mestalla, Sabtu (15/11) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gol pertama ke gawang Valencia tercipta pada menit ke-19. Luis Moran, yang terlepas dari jebakan off-side di tengah lapangan, jitu menempatkan bola ke pojok kanan gawang Renan Brito Soares. Tiga pemain tuan rumah tak mampu mengejarnya. Babak I berakhir untuk tim tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pergantian pemain Valencia di babak II tidak membawa hasil positif. Masuknya striker Fernando Morientes dan gelandang Ruben Baraja malah berujung penambahan keunggulan Gijon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di menit ke-51, aksi individu David Barral membuat skor menjadi 2-0. Tapi, Barral pula yang menghidupkan peluang Los Ches ketika tangannya menyentuh bola di lokasi terlarang. Dari titik putih, David Villa memperkecil ketinggalan tuan rumah dan mencatatkan gol ke-100 di liga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unggul ball possession ternyata tak menghasilkan tambahan gol bagi Valencia. Aksi-aksi individu pasukan Gijon saat duel one on one tetap merepotkan bek-bek Valencia. Kali ini giliran gelandang serang Diego Castro Gimenez, yang menjebol gawang Renan. Skor 3-1 untuk tim tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gol Juan Mata memanfaatkan umpan lambung Baraja ke kotak penalti di masa injury time hanya sanggup mengubah skor menjadi 2-3. Penonton di Mestalla, yang sudah patah arang sekitar 10 menit sebelum waktu normal usai, dihadapkan pada pertanyaan pelik. Kenapa di kandang sendiri Los Ches kehilangan kekuatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Emery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang salah di tim ini. Kami harus meningkatkan kualitas permainan dan mengakhiri semua kesalahan," ujar Emery pada Marca. "Sebenarnya kami bermain baik hingga dua minggu lalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Villa pun menolak tudingan wartawan soal masalah kebugaran dan buruknya kerja sama Los Ches. Menurutnya, lawan berhasil membuat semua perjuangan mereka menjadi sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuncinya? Kuncinya adalah kerja keras seluruh pemain. Kami membuat hidup Valencia jadi serba sulit dan tidak membiarkan mereka menguasai permainan dengan lancar," begitu Preciado, pelatih Gijon, menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers usai laga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal berikutnya akan mengantar Valencia ke markas Sevilla (22/11). Akankah Los Ches bisa mengenyahkan doom and gloom dari sisi mereka? (Weshley Hutagalung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valladolid vs Madrid 1-0&lt;br /&gt;Menipiskan Animo Bernd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan bernada humanistis membuka laga Valladolid versus Real Madrid di Estadio Jose Zarrillo, Sabtu (14/11). Pemain tim tamu terlihat mengenakan kaus putih bertuliskan "Animo Ruud" (saya mendukungmu, Ruud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan tersebut ditujukan untuk menyemangati Ruud van Nistelrooy. Sang bomber terpaksa absen hingga pengujung musim akibat cedera lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target meraih tiga poin pun dibidik sebagai hadiah bagi Ruudtje. Namun, apa lacur, Los Blancos justru menelan pil pahit setelah striker tuan rumah, Nestor Fabian Canobbio, mencetak gol tunggal pada menit ke-48. Madrid pun harus menerima kekalahan kedua musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil minor ini tak urung menimbulkan tanda tanya mengenai nasib sang entrenador, Bernd Schuster. Pasalnya, sebelum laga, sempat berkembang spekulasi bahwa pria Jerman tersebut akan didepak bila Si Putih gagal meraih poin sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schuster sendiri tak mau ambil pusing. "Saya hanya fokus pada pekerjaan dan apa yang perlu diperbaiki ke depan," katanya seperti dilansir Marca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schuster boleh bersikap cuek. Namun, para petinggi Madrid sudah mulai gerah melihat Madrid tak kunjung tancap gas di La Liga. Padahal, aib kegagalan di babak IV Copa del Rey pekan lalu masih berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin bertahan, Schuster harus segera menemukan formula kesuksesan. Jika tidak, jangan harap ada kalimat "animo, Bernd". (cw-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2453/_PONDS__10_Beautiful_Woman2008___08_06_2008/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2453/_PONDS__10_Beautiful_Woman2008___0&lt;/a&gt;8_06_2008/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-1225446542111703015?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/1225446542111703015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=1225446542111703015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/1225446542111703015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/1225446542111703015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/tips-hidup-lebih-sehat-dr-don-colbert.html' title='Tips &quot;Hidup lebih sehat&quot; (Dr. Don Colbert)'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCfpUQL84I/AAAAAAAAAWE/s2S0eJiQSZU/s72-c/012750876.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-2502347246830483513</id><published>2008-11-28T17:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:46:46.578-08:00</updated><title type='text'>SUKSES DAN KECERDASAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCe7eEWWaI/AAAAAAAAAV8/8SbqBvNXPC0/s1600-h/012750872.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCe7eEWWaI/AAAAAAAAAV8/8SbqBvNXPC0/s400/012750872.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273889908171626914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan secara umum dipahami pada dua tingkat. Pertama, kecerdasan sebagai suatu kemampuan memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Kedua, kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problems solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, orang yang lebih cerdas, akan mampu memilih strategi pencapaian sasaran yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yang kurang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya di sekolah) ternyata kemudian tampil sukses, bahkan lebih sukses dari rekan-rekannya yang lebih cerdas, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh Elemen Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua alasan mengapa hal di atas terjadi. Pertama, bahwa kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen sukses. John Wareham (1992), umpamanya, mengatakan ada sepuluh unsur pokok untuk menjadi eksekutif yang sukses yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) kemampuan menampilkan "persona" (topeng) diri yang tepat,&lt;br /&gt;(2) kemampuan mengelola energi diri yang baik,&lt;br /&gt;(3) kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin,&lt;br /&gt;(4) kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat,&lt;br /&gt;(5) kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran),&lt;br /&gt;(6) adanya kebiasaaan kerja yang baik,&lt;br /&gt;(7) keterampilan antarmanusia yang baik,&lt;br /&gt;(8) kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional,&lt;br /&gt;(9) pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan, dan&lt;br /&gt;(10) kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Ia mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan sepuluh kualitas yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat,&lt;br /&gt;(2) keterampilan berkomunikasi yang baik,&lt;br /&gt;(3) keterampilan antarmanusia yang baik,&lt;br /&gt;(4) kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain,&lt;br /&gt;(5) sikap positif terhadap orang, kerja, dan diri sendiri,&lt;br /&gt;(6) keterampilan menjual ide dan gagasan,&lt;br /&gt;(7) kemampuan mengingat yang baik,&lt;br /&gt;(8) kemampuan mengatasi masalah, stres, dan kekuatiran,&lt;br /&gt;(9) antusiasme yang menyala-nyala, dan&lt;br /&gt;(10) wawasan hidup yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. Perlu dicatat di sini bahwa John Wareham menyimpulkan hal di atas sesudah ia mewawancarai puluhan ribu calon eksekutif dan mensuplai ribuan eksekutif ke banyak perusahaan, dalam peranannya sebagai "head hunter".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dale Carnegie juga tiba pada kesimpulannya sesudah ia mewawancarai banyak tokoh sukses kontemporer pada jamannya dan sesudah membaca ribuan biografi dan otobiografi orang-orang sukses dari segala macam lapangan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh Macam Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kecerdasan umumnya yang kita mengerti sangat sempit, yaitu hanya berkaitan dengan daya ingat, logika, atau penalaran. Dr. John Elliot, seorang profesor pendidikan pada jurusan pengembangan (kecerdasan) manusia dari Maryland University, dalam seminar pada bulan April 1993 di Jakarta, membahas adanya tujuh macam kecerdasan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Fisikal: Kecerdasan ini tampil dalam bentuk kinerja (performance) fisik manusia, seperti pada diri atlet umpamanya. Mereka yang unggul dalam kecerdasan fisikal ini mampu mendayagunakan fisik mereka pada taraf yang mengherankan pada orang-orang biasa. Olahragawan, pelukis, pengukir, penulis indah, pemain sirkus, dan penari adalah kelompok-kelompok manusia yang cerdas fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Ruang-Waktu: Kecerdasan ini membuat seseorang selalu sadar akan posisi relatifnya dalam koordinat ruang-waktu. Orang yang tidak cerdas ruang, tetap bingung akan jalan-jalan di Jakarta, walaupun sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta. Orang yang tersesat, yakni orang yang mengalami disorientasi ruang, termasuk pula pada golongan tak cerdas ruang. Sebaliknya pilot, nakhoda, penyelam, penjelajah alam, pemain bulu tangkis, adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan ruang yang tinggi. Demikian juga arsitek, insinyur, ahli geometri, fisikawan dan sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Penalaran: Inilah kecerdasan yang secara umum dikenal luas sebagai kecerdasan. Orang ini mampu memahami relasi antarbagian dalam realitas yang disadarinya dan karena itu ia produktif membuat kesimpulan-kesimpul an. Kecerdasan macam ini juga termasuk kemampuan berpikir logis dan matematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Verbal: Anak kecil yang sudah pandai berceloteh dan memiliki vocabulary yang mengherankan pastilah cerdas secara verbal. Orang-orang yang cari makan dengan mengandalkan kepiawaian mulutnya, seperti guru, pengacara, instruktur, orator, master of ceremony, penyiar radio, komentator olahraga, termasuk penulis, reporter, dan penyiar adalah golongan orang-orang cerdas verbal. Orang-orang ini mampu mengekspresikan diri, pikiran, dan perasaannya lewat rangkaian kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Sosial: Orang yang cerdas secara sosial seolah-olah mampu membaca orang dengan akurat. Dan bisa mengetahui persis apa isi hati, suasana hati, dan keinginan orang lain. Karena itu, ia dapat dengan mudah menyesuaikan diri, mengambil hati, mempengaruhi, dan termasuk memimpin orang lain. Konflik antarpribadi, pertengkaran, ketakharmonisan hubungan, dan semacamnya, banyak berpangkal pada ketakcerdasan sosial yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Musikal: Kecerdasan ini membuat seseorang mampu memahami, menghayati, dan mengekspresikan nada, irama, dan suara dalam bentuk musikal yang estetik. Musikus dalam segala bentuknya, termasuk seniman pada umumnya, tentulah termasuk kaum cerdas musikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Etis-Spiritual: Orang cerdas di bidang ini mampu mengerti hal ikhwal spiritual. Tidak saja dalam pengertian bahwa ia memahami dunia spiritual, tapi lebih pada kemampuannya menampilkan sikap dan praktik hidup yang harmonis dengan nilai-nilai fundamental yang secara tajam diketahuinya. Hati nuraninya bening, suara batinnya tajam, dan mata hatinya awas dalam membedakan apa yang baik dari yang tidak baik, dan membedakan apa yang baik, yang terbaik, dan yang sempurna. Orang yang unggul di bidang ini pada akhirnya menampilkan diri sebagai pribadi yang bijak bestari, penuh hikmat, agung, dan berwibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Elliot, semua manusia memiliki ketujuh macam kecerdasan ini dengan kombinasi kualitas yang berbeda dari orang ke orang. Dengan demikian mudah dipahami adanya kenyataan yang kita lihat seperti orang yang goblok ruang tapi cerdas musikal, dosen jenius matematika tapi sontoloyo dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita juga dapat menjumpai orang multi cerdas: pintar bergaul, jenius fisika, piawai main biola, luhur budi pekerti, serta canggih dalam mengajar. Einstein konon termasuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bandingkan tujuh macam kecerdasan di atas dengan sepuluh kunci sukses menurut Wareham dan Carnegie, tampaklah bahwa banyak di antaranya merupakan fungsi dari salah satu kecerdasan tersebut. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa kecerdasan merupakan suatu elemen kunci untuk berhasil, karena dengannya kita dimampukan untuk mengenal teritori permainan, diri kita sendiri, mitra tanding kita, aturan permainan, serta jebakan-jebakan pertandingan yang lazim. Olehnya kita juga mampu menyusun strategi permainan yang membawa kita kepada kemenangan akhir. Namun tetap perlu kita catat, kecerdasan bukanlah segalanya. Masih ada hal-hal lain yang bukan termasuk kategori kecerdasan pada daftar Wareham dan Carnegie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Meningkatkan Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita lihat beberapa cara untuk meningkatkan kecerdasan yang tujuh macam tersebut, ada baiknya kita lihat dahulu struktur kecerdasan tersebut yang terdiri dari dua bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama ialah informasi atau pengetahuan itu sendiri. Ini kita peroleh melalui pengalaman dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua ialah mengolah informasi, terdiri dari penalaran, penilaian, dan kreativitas. Mudah dipahami, memang sebagian kecerdasan, kita warisi secara genetis. Warisan semacam ini umumnya kita sebut sebagai bakat. Tetapi bagian terbesar dari kecerdasan adalah hasil usaha. John Dewey mengatakan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang kita miliki dan tak berubah selamanya, melainkan kecerdasan adalah suatu proses pembentukan yang berkesinambungan, dan untuk mempertahankannya diperlukan semacam kewaspadaan untuk mengamati kejadian-kejadian, keterbukaan untuk belajar, dan keberanian untuk menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk meningkatkan kecerdasan, kita perlu menambah pengetahuan dan berlatih memproses pengetahuan itu lewat kegiatan kreatif, kegiatan menalar, dan kegiatan mengevaluasi atau menilai. Dari penjelasan yang sederhana ini maka beberapa hal di bawah ini akan menolong kita untuk meningkatkan kecerdasan kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengadakan evaluasi diri.&lt;br /&gt;Meneliti kekuatan dan kelemahan diri sendiri, tepatnya menyusun peringkat kecerdasan kita, yang mana dari yang tujuh tersebut paling kuat, kedua paling kuat, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menetapkan cita-cita atau sasaran hidup.&lt;br /&gt;Cita-cita yang jelas akan membangkitkan semangat dan antusiasme. Cita-cita yang memikat bagi diri sendiri mampu melahirkan daya juang. Semangat, antusiasme, dan daya juang adalah tiga serangkai yang membuat kita produktif belajar dengan demikian kecerdasan kita diasah. Dari sekian banyak cita-cita, maka salah satunya ialah kita harus mencita-citakan menjadi orang cerdas dan ingin dikenal orang sebagi orang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membangun suatu kebiasaaan hidup cerdas, umpamanya membaca, berdiskusi, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membangun sikap keterbukaan- kritis.&lt;br /&gt;Sikap terbuka membuat kita mampu menerima ide-ide baru, ilmu-ilmu baru, dan pengertian-pengerti an baru. Tapi jangan terlalu terbuka supaya kita masih mungkin membuat sintesa dari pertemuan sejumlah ide-ide yang berlainan. Jadi kita juga harus kritis, artinya mampu mempertanyakan apa saja yang memasuki alam pikiran kita. Tapi jangan terlalu kritis yang membuat kita jadi tertutup, kaku, dan merasa benar sendiri. Yang pas adalah terbuka dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membangun suatu sikap belajar positif terhadap apapun yang kita alami.&lt;br /&gt;Pengalaman, kata Aldous Huxley, bukanlah peristiwa-peristiwa yang menimpa kita, melainkan apa yang kita lakukan terhadap peristiwa-peristiwa itu. Hanya dengan sikap belajar positif inilah kita dapat bertambah cerdas sesudah mengalami suatu peristiwa, yaitu pengalaman kita jadikan sebagai guru. Pengalaman, katanya, adalah guru terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membangun sikap yang rendah hati.&lt;br /&gt;Air selalu mengalir ke tempat yang rendah, demikian pula hikmat dan pengetahuan mengalir menuju hati yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Saya harap, sesudah membaca artikel ini, Anda sekalian akan bertambah cerdas. Bila Anda berhasil melihat ketaklengkapandan kekurangan artikel ini dan sekalian melengkapinya, berarti Anda adalah orang yang sangat cerdas. Tapi bila Anda tidak merasa dicerdaskan sedikitpun, itu berarti sayalah yang kurang cerdas, sedikitnya kurang cerdas dalam hal penalaran dan verbal. Doakanlah supaya saya tambah cerdas. Dengan berbuat demikian, kecerdasan etis-spiritual Anda akan ditingkatkan. Artinya upaya membaca artikel ini sama sekali tak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jansen H Sinamo, Direktur Jansen Sinamo WorkEthos Training Center. Dapat dihubungi langsung di jansen@institutmaha rdika.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matriks diatas digambarkan secara sederhana mengenai tingkat kompetensi dan&lt;br /&gt;motivasi seseorang, untuk penjelasan matriks dan dimana positioning kita simaklah&lt;br /&gt;dengan baik di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kompetensi rendah, dan motivasi rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu harus bersikap sebagai trainer/coach, di sini adalah peran kamu&lt;br /&gt;sebagai leader untuk memberikan dia penjelasan bahkan sampai ke teknis&lt;br /&gt;dan bimbingan secara spirit. Memang kudu rada kerja keras untuk anak&lt;br /&gt;tim yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompetensi tinggi, tetapi motivasi rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu harus bersikap sebagai motivator, di sini penekanan untuk&lt;br /&gt;bimbingan secara teknis tidak perlu dilakuan terlalu dalam. Namun&lt;br /&gt;penekanan kamu adalah untuk memotivasi mereka dan membangkitkan&lt;br /&gt;inisatif. Hati-hati menghadapi orang seperti ini, terkadang mereka merasa&lt;br /&gt;direndahkan apabila kita terlalu mengajari hal teknis. Cuman orang seperti&lt;br /&gt;ini kurang inisatif dan motivasi. Butuh kontrol yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Motivasi tinggi, tetapi kompetensi rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbinglah dia sebagai tentor dan controller Nah di sini tidak perlu&lt;br /&gt;khawatir ttg motivasi diri dia, tinggal diajari masalah teknis dan diberi&lt;br /&gt;sedikit kepercayaan maka orang2 seperti ini bisa jalan, selain itu kemauan&lt;br /&gt;belajarnya lebih bisa diandalkan. Tinggal dikontrol aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Motivasi tinggi dan kompetensi tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak banget kalo dapet anggota tim yang semuanya kayak begini, tugas&lt;br /&gt;kamu adalah sebagai delegator dan ditambah sedikit kontrol. Berikan&lt;br /&gt;kepercayaan yang lebih pada orang2 seperti ini, percayalah tugas2 akan&lt;br /&gt;beres di tangan mereka. Selain kompetensi tinggi, merka juga punya daya&lt;br /&gt;juang dan inisiatif yang tinggi. Tugas kamu adalah mendelegasikan job&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Karena Terlalu Emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang general manager di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi&lt;br /&gt;mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pabriknya, ia menemukan sesorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu.&lt;br /&gt;Nampaknya di tengah bersantai. Semua pekerja yang ada di ruangan itu tengah sibuk&lt;br /&gt;bekerja, kecuali dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang GM segera menghampiri pemuda tersebut dan bertanya,"Berapa gajimu seminggu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah sang GM dan berkata,"Se. ...&lt;br /&gt;sekitar Rp 100.000,- per minggu. Memangnya kenapa Pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang GM mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribuan. Ia&lt;br /&gt;memberikan pada si pemuda tersebut,"Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari&lt;br /&gt;sini. Aku tak mau melihatmu lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterkejutan yang luar biasa dan juga takut, si pemuda segera lari meninggalkan&lt;br /&gt;tempat tersbut tanpa banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan memasang muka wibawanya sang GM melihat para stafnya yang sedari tadi&lt;br /&gt;menyaksikan adegan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakah yang tahu, dari divisi mana manusia pemalas itu bekerja?" tanyanya. Suasana&lt;br /&gt;menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan,"Ia&lt;br /&gt;tidak bekerja di sini Pak. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan divisi HRD"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It doesn't matter which side of the fence you get off on sometimes. What matters most is getting off. You cannot make progress without making decisions."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim Rohn&lt;br /&gt;Author and Speaker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas Podolski&lt;br /&gt;Pangeran yang Terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggung Piala Dunia 2006 benar-benar mencuatkan nama Lukas Podolski (23) sebagai predator. Wajar Prinz (Pangeran) Poldi, julukannya, digadang-gadang akan melegenda bersama Bayern Muenchen. Sayang, jalan yang ditempuh tak semulus perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas Podolski, terus berjuang meraih tempat utama di Muenchen. (Foto: AFP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diboyong dari FC Koeln pada 1 Juni 2006, Podolski belum juga mendapat tempat reguler di tim inti Muenchen. Padahal suporter Bayern sempat berharap banyak pada pemain yang ditebus dengan nilai transfer 10 juta euro itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi tak lama setelah ditransfer, Poldi tampil luar biasa di Piala Dunia yang berlangsung di Jerman. Pesepakbola keturunan Polandia ini merebut perhatian dengan koleksi lima gol sekaligus menjadi Pemain Muda Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Podolski adalah pemain muda dengan penampilan terbaik sepanjang turnamen. Bersama (Miroslav) Klose, ia menjadikan lini depan Jerman sangat ditakuti,” tutur Holger Osieck, mantan pelatih timnas Kanada sekaligus anggota Tim Studi Teknik FIFA yang melakukan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, harapan tak menjadi kenyataan. Ketajaman Podolski memudar di Bundesliga. Ia hanya mencetak lima gol dalam 29 pertandingan di musim perdana. Sang tandem, Klose, bisa mencetak 26 gol. Kondisi bak langit dan bumi ini tak pelak mengapungkan keraguan terhadap Podolski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana makin tak nyaman seiring kedatangan Luca Toni dari Fiorentina awal musim lalu. Bomber timnas Italia tersebut langsung berkilat dan bahkan mengakhiri musim dengan koleksi 39 gol. Peran Sang Pangeran mulai terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Juergen Klinsmann sebagai suksesor Ottmar Hitzfeld awal musim ini juga tak mendatangkan perubahan. Duet Klose-Toni tetap menjadi andalan di lini depan. Ironisnya saat Toni absen karena cedera, Klinsi justru lebih memilih menggunakan bomber tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jelas menjadi pukulan berat bagi pemilik tinggi 182 cm itu. Ia tak menduga dipinggirkan oleh Kinsmann, der Trainer yang sempat menyebutnya sebagai elemen penting dalam skema penyerangan timnas Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan jika pemain yang sempat dianggap tak layak masuk ke timnas Polandia ini gerah dan mulai menyuarakan keinginan untuk hengkang dari Allianz Arena. Sejumlah klub besar Eropa seperti Juventus, Arsenal, Tottenham Hotspur, Roma, Fiorentina, hingga Real Madrid sempat dikabarkan antre mengincar tanda tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, segenap petinggi klub yakin bahwa pemain satu ini hanya butuh waktu untuk bisa memperlihatkan kembali bakat, visi bermain, serta naluri mencetak gol lewat kepala atau sepasang kakinya. Podolski tetap dianggap sebagai aset yang terlalu berharga untuk dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kontrak Podolski baru berakhir pada 2010 dan kami berniat mempertahankannya minimal hingga saat itu tiba. Dia tak akan hengkang dari Muenchen,” kata presiden klub, Karl-Heinz Rummenigge, pada Soccernews.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan sang pelatih? ”Masa depan Podolski ada di Muenchen. Dia akan bahagia di sini dan saya berniat menjadikannya bagian dari rencana masa depan tim,” tegas Klinsmann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan dari kalangan pemain pun senada. ”Kami sangat senang memiliki Podolski dalam tim, baik di timnas maupun di Muenchen,” ucap Klose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat di Timnas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Sang Pangeran masih berjuang meraih tempat di klub, kondisi di level timnas justru sebaliknya. Podolski adalah pilihan utama mendampingi Klose sebagai penggedor gawang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak ketajaman di Tim Panser juga terlihat jelas. Lihat saja total golnya yang sudah mencapai angka 31 hanya dalam 59 pertandingan. Poldi kembali menjadi predator ganas tiap kali mengenakan seragam Nationalmanschaft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualifikasi Piala Eropa 2008 menjadi bukti paling sahih. Suami Monika Puchalski ini mencetak delapan gol hanya dalam tujuh laga, termasuk empat gol sekaligus ke gawang San Marino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Jerman menuju Piala Dunia 2010 Afrika Selatan pun tak lepas dari peran Podolski. Dalam empat laga kualifikasi yang sudah dilalui sejauh ini, nama Podolski selalu dicantumkan sebagai starter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya tak mengecewakan. Podolski berhasil mencetak tiga gol bagi Nationalmanschaft. ”Lukas selalu tampil baik bersama timnas. Ia memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Saat mendapat ruang untuk melepas tembakan, kiper lawan pasti akan kesulitan,” puji Joachim Loew seperti dimuat BBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang komandan timnas punya saran khusus kepada Poldi. ”Musim masih panjang dan Bayern hanya memiliki tiga penyerang. Saya yakin Lukas akan segera mendapat tempat jika dia terus berlatih keras,” ucap Loew. (cw-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA DIRI&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;Nama: Lukas Podolski&lt;br /&gt;Panggilan: Prinz (Pangeran) Poldi, Lukas&lt;br /&gt;Tempat Lahir: Gliwice, Polandia&lt;br /&gt;Tanggal Lahir: 4 Juni 1985&lt;br /&gt;Postur: 182 cm/80 kg&lt;br /&gt;Posisi: Penyerang&lt;br /&gt;Orangtua: Waldemar Podolski (ayah) dan Krystyna Podolski (ibu)&lt;br /&gt;Istri: Monika Puchalski&lt;br /&gt;Anak: Louis Podolski (7 bulan)&lt;br /&gt;Musik Favorit: Lagu-lagu Polandia, khususnya hip-hop&lt;br /&gt;Penyanyi Favorit: Xavier Naidoo&lt;br /&gt;Mobil Favorit: Audi A6&lt;br /&gt;Debut Profesional: 22 November 2003&lt;br /&gt;Kewarganegaraan: Jerman&lt;br /&gt;Cap/gol: 59/31&lt;br /&gt;Debut Internasional: 6 Juni 2004 vs Hongaria&lt;br /&gt;Karier Klub:&lt;br /&gt;2003-06: FC Koeln 81 (46)&lt;br /&gt;2006-…: Bayern Muenchen 69 (16)*&lt;br /&gt;Ket *: Hingga pekan ke-12 Bundesliga musim 2008/09.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Cinta Polandia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang keturunan Polandia, wajar saja cinta terhadap negara berpenduduk 38,5 juta jiwa (berdasarkan data bulan Juli 2008) ini tetap bersemayam di hati Lukas Podolski. Apalagi masih banyak sanak-saudaranya yang tinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagai pesepakbola profesional, ada kalanya Podolski harus menyingkirkan sejenak kecintaannya terhadap Polandia. Perhelatan Euro 2008 menjadi bukti nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Jerman dan Polandia tergabung di Grup B. Saat keduanya berhadapan, Podolski tetap tampil trengginas. Alhasil, ia melesakkan dua gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, sebagai bukti cinta terhadap tanah kelahirannya, Poldi tak melakukan selebrasi apa pun. Ia bahkan tak tersenyum dan hanya berjalan sambil menundukkan kepala. Sikap ini sontak membuat suporter Polandia menaruh respek padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bomber juga cakap berbicara dalam bahasa Polski, bahasa asli Polandia. Uniknya, kemampuan ini kerap menjadi keuntungan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering menggunakan bahasa ini saat berkomunikasi di lapangan dengan Miroslav Klose, yang juga keturunan Polandia. Tujuannya adalah agar bek lawan tak memahami rencana mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lahir di Polandia dan memiliki keluarga besar di sana. Polandia selalu memiliki tempat khusus di hati saya,” kata pria kelahiran 4 Juni ini seperti dilansir Soccerstar. (cw-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergheim dan Ski&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pesepakbola tenar, Lukas Podolski jelas terikat dengan jadwal yang sangat padat. Agar bisa sedikit rileks, ia mesti pintar-pintar mencari waktu untuk bisa pulang ke Bergheim, kota kecil di bagian utara Rhine-Westphalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Poldi, kota tempatnya tumbuh dan dibesarkan itu bisa membuatnya merasa tenang. “Saya besar di Bergheim. Sampai sekarang masih ada keluarga yang tinggal di sana. Dalam waktu senggang, saya selalu mencoba berkunjung ke sana. Kota itu akan selalu menjadi rumah bagi saya,” kata Podolski di situs pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, demi menghilangkan kejenuhan, Podolski pun tak ragu mencoba olahraga lain, termasuk ski es. Ia bahkan pernah secara khusus meminta masukan dari Adam Malysz, peseluncur es asal Polandia yang merupakan peraih 38 gelar kejuaraan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya berteman dengan Adam sejak mengunjunginya saat berseluncur. Ketika itu dia bahkan menghadiahi saya papan seluncurnya karena senang dengan kunjungan itu. Dia pribadi yang sangat ramah,” kata Podolski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bahkan punya penilaian tinggi terhadap sosok Malysz. “Adam barangkali atlet paling terkenal dari Polandia. Banyak orang yang bahkan sudah menganggapnya seorang pahlawan,” tutur ayah Louis tersebut. (cw-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/536/FHM_Lingerie_Buyers_Guide___Chloe_Jones/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/536/FHM_Lingerie_Buyers_G&lt;/a&gt;uide___Chloe_Jones/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-2502347246830483513?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/2502347246830483513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=2502347246830483513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2502347246830483513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2502347246830483513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/sukses-dan-kecerdasan.html' title='SUKSES DAN KECERDASAN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCe7eEWWaI/AAAAAAAAAV8/8SbqBvNXPC0/s72-c/012750872.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-6372948297985200179</id><published>2008-11-28T17:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:44:23.130-08:00</updated><title type='text'>CERITA TENTANG PERANGKAP TIKUS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCeXDr7RgI/AAAAAAAAAV0/5EG9wO-IiUQ/s1600-h/__gurlzgroup__01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCeXDr7RgI/AAAAAAAAAV0/5EG9wO-IiUQ/s400/__gurlzgroup__01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273889282614576642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.  Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan  dengan seksama sambil  menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.  Ia segera berlari menuju kandang dan  berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak  berpengaruh terhadap diriku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maafkan aku. Tapi  perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia  akan menghadapi bahaya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat  perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang  terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa                                 tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya   sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menyembelih kambingnya  untuk mengambil hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sang Petani  harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SO...KALAU SUATU HARI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN  MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... COBALAH UNTUK PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"If you believe you can, you probably can. If you believe you won't, you most assuredly won't. Belief is the ignition switch that gets you off the launching pad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denis Waitley&lt;br /&gt;Author, Speaker and Trainer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weight Loss Diet Program - Quick and Effective&lt;br /&gt;November 15th, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obesity is a truly complex health hazards that may affect any&lt;br /&gt;individuals irrespective of age or gender. It can be a serious health&lt;br /&gt;problem that may in time prove itself a life-threatening disorder and&lt;br /&gt;put an individual suffering from obesity in a high risk for developing&lt;br /&gt;cardiac problems, cholesterol or diabetics. If you are overweight or&lt;br /&gt;you just wish to maintain your figure, weight loss diet certainly&lt;br /&gt;works best for you, if you can follow rigorously.&lt;br /&gt;Analyze your emotional state&lt;br /&gt;If you are really serious about your overeating problem and make a&lt;br /&gt;good control on it, you should first start taking a diary on your food&lt;br /&gt;habits. The diary can include three columns initially. In the first&lt;br /&gt;column, you write the name of the food you are taking. In the second&lt;br /&gt;column, you write the temptation that you have experienced before&lt;br /&gt;attaining the food and in the third column, you should write about the&lt;br /&gt;emotional satisfaction that you have derived after having the food.&lt;br /&gt;Now it is the time to compare between your short-term gratifications&lt;br /&gt;that you acquire immediately after having (or rather during having)&lt;br /&gt;and the long term impact that you actually gain in your health system.&lt;br /&gt;It will certainly help you to switch to weight loss diet….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio Ferdinand&lt;br /&gt;Memburu Dua Piala Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang meragukan ketangguhan Rio Gavin Ferdinand (30) mengawal lini pertahanan. Jebolan akademi sepakbola West Ham ini kokoh bak batu karang. Wajar Manchester United dan timnas Inggris sangat bergantung pada servis pria kelahiran Peckham, London, tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio Ferdinand, optimistis dengan peluang Inggris di PD 2010. (Foto: Getty Images)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas selalu menjadi kata kunci penampilan Ferdinand di lapangan. Karakter ini yang membuat kawan maupun lawan menaruh respek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin tahu isi kepala Ferdinand? Berikut petikan wawancara pria kelahiran 7 November 1978 itu seperti yang dimuat fifa.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memulai karier sebagai gelandang. Bagaimana sampai ditarik ke belakang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih muda, saya memang pernah dimainkan sebagai gelandang, bahkan menjadi penyerang. Namun, saat berusia 14 atau 15 tahun, manajer meminta saya bermain di belakang. Sejak saat itu, saya selalu bermain sebagai bek tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana Man. United membantu Anda berkembang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya benar-benar merasakan perkembangan yang konstan. Di musim pertama, kami memang berhasil memenangi liga. Meski turun dalam semua pertandingan, tetap ada perasaan bahwa saya masih belum cukup berkontribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti, hal tersebut berubah. Dalam musim-musim berikutnya, saya mengalami kemajuan yang sangat berarti hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga cukup produktif mencetak gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, dalam situasi bola-bola mati, saya hanya sekadar naik membantu serangan. Sekarang, saya lebih terfokus. Saya tahu harus lari ke mana dan di mana saya bisa mendapatkan peluang yang berbahaya buat lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu mengingat saat berhasil membobol gawang Denmark di perdelapanfinal PD 2002. Kami bermain sangat baik dan saya mencetak gol pertama di timnas. Sungguh fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini sepertinya merupakan periode emas dalam karier Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ukurannya adalah gelar, tahun ini memang luar biasa. Kami berhasil meraih gelar ganda di Liga Primer dan Liga Champion. Target selanjutnya adalah menjuarai Piala Dunia Antarklub 2008. Kami sangat ingin memenangkannya dan semoga saja berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di final LC 2008, Anda menjadi kapten karena Gary Neville dan Ryan Giggs absen. Bagaimana perasaan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karier saya, tak ada yang lebih membanggakan dibandingkan saat memimpin tim berjalan ke tangga untuk menerima trofi Liga Champion. Itu adalah momen yang sangat emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat manajer memercayakan ban kapten, artinya Anda cukup layak menjadi pemimpin dan meng emban tanggung jawab yang lebih besar untuk mengangkat motivasi tim. Di United, tugas ini semakin mudah karena kami memiliki banyak pemain yang selalu lapar kemenangan. Demikian juga di timnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menjadi kapten mengubah gaya bermain Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak juga dan rasanya memang tak perlu. Jika Anda melakukan perubahan drastis, berarti Anda meninggalkan gaya permainan yang sebelumnya membuat Anda dipilih sebagai kapten. Jadi, saya tetap mempertahankan performa biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menatap peluang Inggris di PD 2010?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu idola saya di luar olahraga adalah Nelson Mandela. Dia adalah contoh orang yang mengabdikan seluruh hidup bagi negara. Saya sangat menghormati segala pencapaian yang telah diraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD 2010 akan berlangsung di Afsel. Tak ada orang yang lebih tepat menyerahkan trofi juara dunia kepada kami selain Mandela. Perjalanan memang masih sangat jauh, tapi kami siap berjuang untuk mewujudkan hal tersebut. (cw-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2797/Munafik_Acting_Flentina/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/2797/Munafik&lt;/a&gt;_Acting_Flentina/?ref=Belajar777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-6372948297985200179?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/6372948297985200179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=6372948297985200179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6372948297985200179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6372948297985200179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/cerita-tentang-perangkap-tikus.html' title='CERITA TENTANG PERANGKAP TIKUS'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCeXDr7RgI/AAAAAAAAAV0/5EG9wO-IiUQ/s72-c/__gurlzgroup__01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-4138674054471513258</id><published>2008-11-28T17:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T17:41:32.602-08:00</updated><title type='text'>MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN TEPAT MENCEGAH PENYESALAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCdq7vKTpI/AAAAAAAAAVs/8nd6122nG94/s1600-h/0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCdq7vKTpI/AAAAAAAAAVs/8nd6122nG94/s400/0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273888524566417042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Things which matter most must never be at the mercy of things which matter least. – Sesuatu yang paling penting tidak akan pernah sama nilainya dengan sesuatu yang tidak terlalu penting.”&lt;br /&gt;~ Goethe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua diberi anugrah oleh Tuhan YME berupa waktu yang sudah ditentukan lama dan tidaknya. Jatah waktu yang kita miliki tak dapat ditambah atau dikurangi. Tetapi yang menjadi persoalan bukan lama atau tidaknya kesempatan waktu yang kita miliki, melainkan seberapa pandai kita menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain dan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah anugrah yang sangat berharga, jauh lebih bernilai dibandingkan materi sebesar apa pun. Demikian pentingnya waktu yang tak lain adalah nasib dan kehidupan kita sendiri. Bila kita menyia-nyiakan waktu, sama seperti kita mematikan masa depan dan membunuh diri kita secara perlahan. Oleh sebab itu manfaatkanlah waktu hanya untuk tujuan-tujuan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak contoh orang-orang yang hanya dapat menyesali masa tua karena sebelumnya tidak menggunakan waktu untuk tujuan-tujuan yang positif. Berdasarkan survei (tahun 2006) terhadap warga Belgia yang berusia di atas 60 tahun diperoleh informasi bahwa hampir semua manula tersebut menyesali telah mengabaikan masa muda mereka. Berdasarkan persentase dapat kita lihat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 72 % - menyesal karena kurang bekerja keras sewaktu masih muda.&lt;br /&gt;• 67 % - menyesal karena salah memilih profesi atau karier.&lt;br /&gt;• 63 % - menyesal karena kurang waktu mendidik anak mereka atau menggunakan pola didik yang salah.&lt;br /&gt;• 58% - menyesal karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;• 11% - menyesal karena tidak memiliki cukup uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi sebuah panti jompo di Surabaya yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Kami datang untuk sekedar berbagi dengan manula tunawisma tersebut. Terbersit iba sekaligus tanda tanya besar, “Sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan di masa muda dulu. Mengapa mereka tidak mempersiapkan masa tua?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami, keadaan mereka menjadi peringatan bahwa waktu tidak dapat diputar mundur. Bila kita sudah renta dan tak berdaya, tak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan. Maka kita harus mempersiapkan segalanya sedari sekarang, selama kita masih sehat dan memiliki banyak kesempatan dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa manusia terdiri dari unsur materi dan rohani dengan komposisi yang seimbang. Maka kita harus dapat membagi waktu secara proporsional untuk memenuhi kodrat kita yang terdiri dari kedua unsur tersebut. Berikut ini beberapa aktivitas penting yang harus kita lakukan dalam menggapai keseimbangan tersebut.&lt;br /&gt;Yang pertama adalah aktivitas mengurusi keluarga, mencari nafkah, dan berprestasi dalam kehidupan. Untuk mencapai keberhasilan yang kita harapkan maka kita harus mempunyai target. Bila kita sudah menetapkan target dan berkomitmen untuk mencapainya, dengan sendirinya kita akan dapat menempatkan prioritas pekerjaan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu memang memerlukan pengorbanan, di antaranya kerja keras, mencurahkan pikiran dan lain sebagainya. Tetapi bila kita menjalankannya dengan sepenuh hati dan raga, fokus dan penuh kedisiplinan, maka kita akan dapat mencapai yang terbaik sesuai dengan standar waktu yang sudah kita tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas kedua yang mesti kita lakukan adalah mengisi waktu dengan belajar. Kita dapat belajar dari berbagai hal, misalnya dari buku, pengalaman pribadi, seminar, kaset, ataupun dari orang-orang yang sudah berhasil. Kita harus tekun belajar, karena proses pembelajaran akan senantiasa mengurangi kesalahan dan memperbaiki langkah kita selanjutnya. Mengisi waktu dengan belajar sama halnya merenungi kebesaran kekuasaan Tuhan YME, dan menjadikan diri kita lebih rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kita juga harus menyediakan waktu untuk introspeksi atau mengaca diri. Pada saat itulah kita akan menyadari segala kekurangan dan memperbaiki semua itu dengan meningkatkan keahlian, pengetahuan dan memperbaiki sikap maupun kualitas keimanan terhadap Tuhan YME. Melakukan introspeksi diri mencegah kita melakukan kesalahan besar, yang mungkin tak dapat kita perbaiki lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribadah adalah saat yang paling dekat antara kita dengan Tuhan YME. Bila kita meluangkan waktu secara disiplin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME, maka kita akan mendapatkan kedamaian spiritual yang hakiki. Dari aktivitas tersebut kita akan senantiasa mendapatkan energi dan semangat maha dahsyat untuk melaksanakan aktivitas lainnya dengan lebih baik melalui cara yang lebih inspiratif dan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memanfaatkan waktu untuk melakukan ke-4 aktivitas tersebut secara proporsional akan berdampak positif terhadap kehidupan kita, yaitu memberi kesuksesan, kekayaan, kebahagiaan sekaligus kedamaian spiritual. Bila kita dapat memanajemen ke-4 aktivitas tersebut dengan baik, niscaya akan ada banyak hal yang dapat kita lakukan dan menjadikan kehidupan kita lebih berarti. Jika tak ingin didera penyesalan tak berguna di kemudian, jangan pernah menunda melakukannya sejak detik ini.[aho]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A n y w a y&lt;br /&gt;Mother Theresa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People are unreasonable, illogical and self-centered.&lt;br /&gt;Love them anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you do good, people will accuse you of selfish ulterior motives.&lt;br /&gt;Do good anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are successful, you win false friends and true enemies.&lt;br /&gt;Succeed anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The good you do today will be forgotten tomorrow.&lt;br /&gt;Do good anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honesty and frankness make you vulnerable.&lt;br /&gt;Be honest and frank anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What you spend years building may be destroyed overnight.&lt;br /&gt;Build anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People really need help but may attack you if you help them.&lt;br /&gt;Help people anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give the world the best you have and you'll get kicked in the teeth.&lt;br /&gt;Give the world the best you've got anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Cassano&lt;br /&gt;Legenda Baru Il Samp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyangkal Antonio Cassano memiliki bakat sepakbola besar. Banyak pihak memuji kualitas tersebut. Bahkan seorang Gabriel Batistuta berani menilai kemampuan Cassano setara dengan seorang Diego Maradona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Cassano, menemukan kebahagiaan di Sampdoria. (Foto: Getty Images)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, potensi besar itu kerap terhalang sifat pemberontak yang ia miliki. Tidak jarang Cassano berkelahi dengan rekan setim ataupun bersilang pendapat dengan para pelatih. Imbasnya tentu saja keengganan mereka untuk memasangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kini lupakan itu semua. Pesepakbola jebolan akademi Bari itu telah berubah. Sejak pindah ke Sampdoria dengan status pinjaman dari Real Madrid pada musim 2007/08 silam, ia seperti menemukan jalan keluar dari zaman kegelapan dan menunjukkan tekad untuk mengembalikan karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bisa pindah ke tempat lain jika tujuan utamanya adalah uang. Tapi, Sampdoria adalah satu-satunya klub yang mampu membuat saya merasa penting,” tuturnya saat pertama kali diperkenalkan pada publik Il Samp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat saja, nama saya akan lebih sering terlihat karena apa yang saya buat di lapangan, bukan akibat perilaku negatif di luar,” cetusnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda pemakai nomor punggung 99 karena terinspirasi Ronaldo saat pindah ke Milan ini berhasil membuktikan ucapannya. Dimulai dengan menurunkan bobot tubuh yang bertambah selama di Real Madrid, pelan-pelan Cassano menjadi sosok sentral permainan Blucerchiati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, sepanjang musim lalu, ia tampil sebanyak 22 kali plus 10 gol dan enam asisst. Ditambah posisi akhir Il Samp yang berada di peringkat enam alias satu tiket ke Piala UEFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penampilan seperti itu, wajar julukan Fantantonio--gabungan antara kata fantas-tista, penyerang yang kerap mengkreasi dan juga mencetak sebuah gol, dengan nama depannya--kembali terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Inilah Cassano yang baru. Ia selalu bermain hebat. Sebentar lagi, semua orang akan mengenalinya sebagai pemain hebat yang lama tidak ia tunjukkan,” puji Walter Mazzarri, pelatih Samp doria yang berperan besar mengangkat kembali level permainan anak asuhnya itu pada Datasport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Legenda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim ini, performa memikat Cassano berlanjut. Namun, sayang, secara tim hasilnya belum maksimal karena Sampdoria tidak konsisten sehingga tersendat di peringkat 12 klasemen Serie A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu tidak menghentikan pemain yang pada awal musim ini dikontrak Sampdoria selama empat tahun itu untuk tampil ganas. Pekan lalu ia tampil hebat dan menjadi bintang pertandingan saat membuat dua gol kemenangan ketika mengalahkan Catania 3-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah klub tenar Eropa pun mulai meliriknya. Namun, seperti janji yang pernah ia ucapkan, Cassano menjaga komitmennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya bahagia di sini. Tidak ada tim lain di dunia yang bisa membuat saya merasakan hal yang sama. Saya ingin tetap di Sampdoria sampai pensiun dalam usia 34 tahun,” ujarnya dalam Tuttomercatoweb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassano pun ingin menjadi legenda Il Samp. Caranya? “Saya ingin membawa Sampdoria merasakan aroma Liga Champion dalam 2-3 tahun,” kata pria yang juga dijuluki Il Gioiello di Bari Vecchia atau Permata dari Kota Tua Bari itu. (cw-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA DIRI&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Antonio Cassano&lt;br /&gt;Lahir: Bari, 12 Juli 1982&lt;br /&gt;Postur: 175 cm/ 80 kg&lt;br /&gt;Posisi: Penyerang&lt;br /&gt;Nomor Punggung: 99&lt;br /&gt;Kekasih: Marcialis Carolina&lt;br /&gt;Klub Favorit: Internazionale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier Klub&lt;br /&gt;1999-2001 Bari 48/6&lt;br /&gt;2001-2006 Roma 118/39&lt;br /&gt;2006-2008 Real Madrid 19/2&lt;br /&gt;2007-2008 Sampdoria (pinjam) 22/10&lt;br /&gt;2008-… Sampdoria 13/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier Timnas&lt;br /&gt;2000-2002 Italia U-21 9/3&lt;br /&gt;2003-… Italia 15/3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencani 600 Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cap anak badung memang pantas disematkan pada Antonio Cassano. Bayangkan saja, Cassano mengaku pernah tidur dengan lebih dari 600 wanita sepanjang kariernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan itu dibuat sang pemain dalam biografinya yang bertajuk Vi Dico Tutto atau secara harafiah berarti Saya Ceritakan Segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak membesar-besarkan jumlah itu karena memang itulah kenyataannya,” katanya seperti dikutip Goal. “Anda hanya perlu melakukan perhitungan sederhana. Saya telah menjadi pemain profesional sejak berusia 17 tahun. Anggap saja enam wanita dalam satu bulan selama 10 tahun, maka keluarlah jumlah tersebut,” jelas pria berumur 26 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perilaku nakalnya itu kini mulai berubah. Semua terjadi karena pertemuannya dengan gadis remaja berusia 17 tahun bernama Marcialis Carolina di awal 2008, yang kini menjadi kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carolina telah mengubah hidup saya. Saya sangat bahagia bisa mencintainya,” tutur Fantantonio seperti dikutip Soccerfiesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan sebuah rayuan maut. Pria yang doyan makan ini sangat serius dengan Carolina, yang merupakan atlet polo air. Ia memiliki rencana untuk menikahi gadis pujaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti tradisi yang ada di Italia, saya akan menikahi Carolina di kota kelahirannya, Genoa. Saya sudah bisa membayangkan hidup dengannya di sebuah rumah besar dan menikmati waktu bermain bersama anak-anak," ungkap sang pemain dalam biografi kontroversialnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, ia tidak mencantumkan tanggal pasti pernikahan mereka. (cw-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vid :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.videoku.tv/action/viewvideo/3784/oolyne_yang_muda_yang_energik/?ref=Belajar777"&gt;http://www.videoku.tv/action/viewvideo/3784/oolyne_yang_muda_yang_energik/?ref=Belajar777&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-4138674054471513258?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/4138674054471513258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=4138674054471513258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4138674054471513258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4138674054471513258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/11/memanfaatkan-waktu-dengan-tepat.html' title='MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN TEPAT MENCEGAH PENYESALAN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/STCdq7vKTpI/AAAAAAAAAVs/8nd6122nG94/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-1321268136650593962</id><published>2008-10-23T00:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T01:02:10.753-07:00</updated><title type='text'>Stress Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAvTx3PkpI/AAAAAAAAAVk/lespWjzs9m0/s1600-h/impossiblegoalkeepervn9ir0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAvTx3PkpI/AAAAAAAAAVk/lespWjzs9m0/s400/impossiblegoalkeepervn9ir0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260256381617803922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jacinta F. Rini, MSi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ekonomi yang cepat, perampingan perusahaan, PHK, merger dan bangkrutnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari krisis yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi ribuan bahkan jutaan tenaga kerja. Mereka harus rela dipindahkan kebagian yang sangat tidak mereka kuasai dan tidak tahu berapa lama lagi mereka akan dapat bertahan atau dipekerjakan. Selain itu mereka harus menghadapi boss baru, pengawasan yang ketat, tunjangan kesejahteraan berkurang dari sebelumnya, dan harus bekerja lebih lama dan lebih giat demi mempertahankan status sosial ekonomi keluarga. Para pekerja di setiap level mengalami tekanan dan ketidakpastian. Situasi inilah yang seringkali memicu terjadinya stress kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian Baker dkk (1987), stress yang dialami oleh seseorang akan merubah cara kerja sistem kekebalan tubuh. Para peneliti ini juga menyimpulkan bahwa stress akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dengan cara menurunkan jumlah fighting desease cells. Akibatnya, orang tersebut cenderung sering dan mudah terserang penyakit yang cenderung lama masa penyembuhannya karena tubuh tidak banyak memproduksi sel-sel kekebalan tubuh, ataupun sel-sel antibodi banyak yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang peneliti yaitu Plaut dan Friedman (1981) berhasil menemukan hubungan antara stress dengan kesehatan. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa stress sangat berpotensi mempertinggi peluang seseorang untuk terinfeksi penyakit, terkena alergi serta menurunkan sistem autoimmune-nya. Selain itu ditemukan pula bukti penurunan respon antibodi tubuh di saat mood seseorang sedang negatif, dan akan meningkat naik pada saat mood seseorang sedang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti yang lain yaitu Dantzer dan Kelley (1989) berpendapat tentang stress dihubungkan dengan daya tahan tubuh. Katanya, pengaruh stress terhadap daya tahan tubuh ditentukan pula oleh jenis, lamanya, dan frekuensi stress yang dialami seseorang. Peneliti lain juga mengungkapkan, jika stress yang dialami seseorang itu sudah berjalan sangat lama, akan membuat letih health promoting response dan akhirnya melemahkan penyediaan hormon adrenalin dan daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah penelitian yang menemukan adanya kaitan sebab-akibat antara stress dengan penyakit, seperti jantung, gangguan pencernaan, darah tinggi, maag, alergi, dan beberapa penyakit lainnya. Oleh karenanya, perlu kesadaran penuh setiap orang untuk mempertahankan tidak hanya kesehatan dan keseimbangan fisik saja, tetapi juga psikisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Stress Kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum orang berpendapat bahwa jika seseorang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka dikatakan bahwa individu itu mengalami stress kerja. Namun apakah sebenarnya yang dikategorikan sebagai stress kerja?  Menurut Phillip L. Rice, Penulis buku Stress and Health, seseorang dapat dikategorikan mengalami stress kerja jika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Urusan stress yang dialami melibatkan juga pihak organisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Namun penyebabnya tidak hanya di dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga menjadi penyebab stress kerja&lt;br /&gt;   * Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu&lt;br /&gt;   * Oleh karenanya diperlukan kerja sama antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan stress tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Terry Beehr dan John Newman (1978) gejala stress kerja dapat di bagi dalam 3 (tiga) aspek, yaitu gejala psikologis, gejala psikis dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Kecemasan, ketegangan     Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah     Menunda ataupun menghindari pekerjaan/tugas&lt;br /&gt;Bingung, marah, sensitif     Meningkatnya sekresi adrenalin dan noradrenalin      Penurunan prestasi dan produktivitas&lt;br /&gt;Memendam perasaan     Gangguan gastrointestinal, misalnya gangguan lambung     Meningkatnya penggunaan minuman keras dan mabuk&lt;br /&gt;Komunikasi tidak efektif     Mudah terluka     Perilaku sabot&lt;br /&gt;Mengurung diri     Mudah lelah secara fisik     Meningkatnya frekuensi absensi&lt;br /&gt;Depresi     Kematian     Perilaku makan yang tidak normal (kebanyakan atau kekurangan)&lt;br /&gt;Merasa terasing dan mengasingkan diri     Gangguan kardiovaskuler     Kehilangan nafsu makan dan penurunan drastis berat badan&lt;br /&gt;Kebosanan     Gangguan pernafasan     Meningkatnya kecenderungan perilaku beresiko tinggi, seperti ngebut, berjudi&lt;br /&gt;Ketidakpuasan kerja     Lebih sering berkeringat     Meningkatnya agresivitas, dan kriminalitas&lt;br /&gt;Lelah mental     Gangguan pada kulit     Penurunan kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman&lt;br /&gt;Menurunnya fungsi intelektual     Kepala pusing, migrain      Kecenderungan bunuh diri&lt;br /&gt;Kehilangan daya konsentrasi     Kanker   &lt;br /&gt;Kehilangan spontanitas dan kreativitas     Ketegangan otot   &lt;br /&gt;Kehilangan semangat hidup     Probem tidur (sulit tidur, terlalu banyak tidur)   &lt;br /&gt;Menurunnya harga diri dan rasa percaya diri       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Terhadap Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah organisasi atau perusahaan dapat dianalogikan sebagai tubuh manusia. Jika salah satu dari anggota tubuh itu terganggu, maka akan menghambat keseluruhan gerak, menyebabkan seluruh tubuh merasa sakit dan menyebabkan individunya tidak dapat berfungsi secara normal. Demikian pula jika banyak di antara karyawan di dalam organisasi mengalami stress kerja, maka produktivitas dan kesehatan organisasi itu akan terganggu. Jika stress yang dialami oleh organisasi atau perusahaan tidak kunjung selesai, maka sangat berpotensi mengundang penyakit yang lebih serius. Bukan hanya individu yang bisa mengalami penyakit, organisasi pun dapat memiliki apa yang dinamakan Penyakit Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Randall Schuller (1980), mengidentifikasi beberapa perilaku negatif karyawan yang berpengaruh terhadap organisasi. Menurut peneliti ini, stress yang dihadapi oleh karyawan berkorelasi dengan penurunan prestasi kerja, peningkatan ketidakhadiran kerja, serta tendensi mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh stress kerja dapat berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Terjadinya kekacauan, hambatan baik dalam manajemen maupun operasional kerja&lt;br /&gt;   * Mengganggu kenormalan aktivitas kerja&lt;br /&gt;   * Menurunkan tingkat produktivitas&lt;br /&gt;   * Menurunkan pemasukan dan keuntungan perusahaan. Kerugian finansial yang dialami perusahaan karena tidak imbangnya antara produktivitas dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Banyak karyawan yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan, atau pekerjaan tidak selesai pada waktunya entah karena kelambanan atau pun karena banyaknya kesalahan yang berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Terhadap Individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak stress kerja bagi individu adalah munculnya masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan, psikologis dan interaksi interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia pada dasarnya dilengkapi dengan sistem kekebalan untuk mencegah serangan penyakit. Istilah "kebal" ini dikemukakan oleh dua orang peneliti yaitu Memmler dan Wood untuk menggambarkan kekuatan yang ada pada tubuh manusia dalam mencegah dan mengatasi pengaruh penyakit tertentu, dengan cara memproduksi antibodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekebalan tubuh manusia ini bekerja sama secara integral dengan sistem fisiologis lain, dan kesemuanya berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh, baik fisik maupun psikis yang cara kerjanya di atur oleh otak. Seluruh sistem tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor psikososial seperti stress dan immunocompetence. Istilah immunocompetence ini biasanya digunakan di bidang kedokteran untuk menjelaskan derajat keaktifan dan keefektifan dari sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak heran jika orang yang mudah stress, mudah pula terserang penyakit. Cobalah Anda mulai memperhatikan diri Anda sendiri, dan tanyakan apakah Anda termasuk di antara orang yang sedang mengalami stress kerja? Dan apakah penyakit yang sering Anda alami merupakan akibat atau pengaruh stress kerja yang berkepanjangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress berkepanjangan akan menyebabkan ketegangan dan kekuatiran yang terus-menerus. Menurut istilah psikologi, stress berkepanjangan ini disebut stress kronis. Stress kronis sifatnya menggerogoti dan menghancurkan tubuh, pikiran dan seluruh kehidupan penderitanya secara perlahan-lahan. Stress kronis umumnya terjadi di seputar masalah kemiskinan, kekacauan keluarga, terjebak dalam perkawinan yang tidak bahagia, atau masalah ketidakpuasan kerja. Akibatnya, orang akan terus-menerus merasa tertekan dan kehilangan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Miller (1997), seorang peneliti asal Amerika, akar dari stress kronis ini adalah dari pengalaman traumatis di masa lalu yang terinternalisasi, tersimpan terus dalam alam bawah sadar. Hal ini jadi berbahaya karena orang jadi terbiasa "membawa" stress ini kemana saja, dimana saja dan dalam situasi apapun juga; stress kronis ini dianggap sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehingga tidak ada upaya untuk mencari jalan keluarnya lagi. Singkatnya, orang yang menderita stress kronis ini sudah hopeless and helpless. Tidak heran jika para penderita stress kronis akhirnya mengambil keputusan untuk bunuh diri, atau meninggal karena serangan jantung, stroke, kanker, atau tekanan darah tinggi. Jadi, amatilah diri Anda, apakah Anda termasuk orang yang suka membiarkan masalah tanpa dicari jalan keluar yang positif ? Berhati-hatilah akan konsekuensi yang bakal Anda hadapi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi Interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang stress akan lebih sensitif dibandingkan orang yang tidak dalam kondisi stress. Oleh karena itulah, sering terjadi salah persepsi dalam membaca dan mengartikan suatu keadaan, pendapat atau penilaian, kritik, nasihat, bahkan perilaku orang lain. Obyek yang sama bisa diartikan dan dinilai secara berbeda oleh orang yang sedang stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang stress cenderung mengkaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Pada tingkat stress yang berat, orang bisa menjadi depresi, kehilangan rasa percaya diri dan harga diri. Akibatnya, ia lebih banyak menarik diri dari lingkungan, tidak lagi mengikuti kegiatan yang biasa dilakukan, jarang berkumpul dengan sesamanya, lebih suka menyendiri, mudah tersinggung, mudah marah, mudah emosi. Tidak heran kalau akibat dari sikapnya ini mereka dijauhkan oleh rekan-rekannya. Respon negatif dari lingkungan ini malah semakin menambah stress yang diderita karena persepsi yang selama ini ia bayangkan ternyata benar, yaitu bahwa ia kurang berharga di mata orang lain, kurang berguna, kurang disukai, kurang beruntung, dan kurang-kurang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian terhadap sekelompok karyawan yang bekerja di suatu organisasi menunjukkan, bahwa stress kerja menyebabkan terjadinya ketegangan dan konflik antara pihak karyawan dengan pihak manajemen. Tingginya sensitivitas emosi berpotensi menyulut pertikaian dan menghambat kerja sama antara individu satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami sumber stress kerja, kita harus melihat stress kerja ini sebagai interaksi dari beberapa faktor, yaitu stress di pekerjaan itu sendiri sebagai faktor eksternal, dan faktor internal seperti karakter dan persepsi dari karyawan itu sendiri.  Dengan kata lain, stress kerja tidak semata-mata disebabkan masalah internal, sebab reaksi terhadap stimulus akan sangat tergantung pada reaksi subyektif individu masing-masing. Beberapa sumber stress yang menurut Cary Cooper (1983) dianggap sebagai sumber stress kerja adalah stress karena kondisi pekerjaan, masalah peran, hubungan interpersonal, kesempatan pengembangan karir, dan struktur organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Lingkungan Kerja. Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab karyawan mudah jatuh sakit, mudah stress, sulit berkonsentrasi dan menurunnya produktivitas kerja. Bayangkan saja, jika ruangan kerja tidak nyaman, panas, sirkulasi udara kurang memadai, ruangan kerja terlalu padat, lingkungan kerja kurang bersih, berisik, tentu besar pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan.&lt;br /&gt;   * Overload.  Sebenarnya overload ini dapat dibedakan secara kuantitatif dan kualitatif. Dikatakan overload secara kuantitatif jika banyaknya pekerjaan yang ditargetkan melebihi kapasitas karyawan tersebut. Akibatnya karyawan tersebut mudah lelah dan berada dalam "tegangan tinggi". Overload secara kualitatif bila pekerjaan tersebut sangat kompleks dan sulit, sehingga menyita kemampuan teknis dan kognitif karyawan.&lt;br /&gt;   * Deprivational stress. George Everly dan Daniel Girdano (1980), dua orang ahli dari Amerika memperkenalkan istilah deprivational stress untuk menjelaskan kondisi pekerjaan yang tidak lagi menantang, atau tidak lagi menarik bagi karyawan. Biasanya keluhan yang muncul adalah kebosanan, ketidakpuasan, atau pekerjaan tersebut kurang mengandung unsur sosial (kurangnya komunikasi sosial).&lt;br /&gt;   * Pekerjaan Berisiko Tinggi. Ada jenis pekerjaan yang beresiko tinggi, atau berbahaya bagi keselamatan, seperti pekerjaan di pertambangan minyak lepas pantai, tentara, pemadam kebakaran, pekerja tambang, bahkan pekerja cleaning service yang biasa menggunakan gondola untuk membersihkan gedung-gedung bertingkat. Pekerjaan-pekerjaan ini sangat berpotensi menimbulkan stress kerja karena mereka setiap saat dihadapkan pada kemungkinan terjadinya kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik Peran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah penelitian menarik tentang stress kerja menemukan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja di perusahaan yang sangat besar, atau yang kurang memiliki struktur yang jelas, mengalami stress karena konflik peran. Mereka stress karena ketidakjelasan peran dalam bekerja dan tidak tahu apa yang diharapkan oleh manajemen (Rice, 1992). Kenyataan seperti ini mungkin banyak dialami pekerja di  Indonesia, dimana perusahaan atau organisasi tidak punya garis-garis haluan yang jelas, aturan main, visi dan misi yang seringkali tidak dikomunikasikan pada seluruh karyawannya. Akibatnya, sering muncul rasa ketidakpuasan kerja, ketegangan, menurunnya prestasi hingga akhirnya timbul keinginan untuk meninggalkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita yang bekerja dikabarkan sebagai pihak yang mengalami stress lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Masalahnya, wanita bekerja ini menghadapi konflik peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Terutama dalam alam kebudayaan Indonesia, wanita sangat dituntut perannya sebagai ibu rumah tangga yang baik dan benar sehingga banyak wanita karir yang merasa bersalah ketika harus bekerja. Perasaan bersalah ditambah dengan tuntutan dari dua sisi, yaitu pekerjaan dan ekonomi rumah tangga, sangat berpotensi menyebabkan wanita bekerja mengalami stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Karir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti punya harapan-harapan ketika mulai bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Bayangan akan kesuksesan karir, menjadi fokus perhatian dan penantian dari hari ke hari. Namun pada kenyataannya, impian dan cita-cita mereka untuk mencapai prestasi dan karir yang baik seringkali tidak terlaksana. Alasannya bisa bermacam-macam seperti ketidakjelasan sistem pengembangan karir dan penilaian prestasi kerja, budaya nepotisme dalam manajemen perusahaan, atau karena sudah “mentok” alias tidak ada kesempatan lagi untuk naik jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran perusahaan Asia dewasa ini masih diwarnai oleh kurangnya struktur organisasi yang jelas. Salah satu sebabnya karena perusahaan di Asia termasuk Indonesia, masih banyak yang berbentuk family business. Kebanyakan (family) business dan bisnis-bisnis lain di Indonesia yang masih sangat konvensional dan penuh dengan budaya nepotisme, minim akan kejelasan struktur yang menjelaskan jabatan, peran, wewenang dan tanggung jawab. Tidak hanya itu, aturan main yang terlalu kaku atau malah tidak jelas, iklim politik perusahaan yang tidak sehat serta minimnya keterlibatan atasan membuat karyawan jadi stress karena merasa seperti anak ayam kehilangan induk - segala sesuatu menjadi tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi Stress Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress kerja sekecil apapun juga harus ditangani dengan segera. Seorang ahli terkenal di bidang kesehatan jiwa, Jere Yates (1979,) mengemukakan ada delapan (8) aturan main yang harus diikuti dalam mengatasi stress yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Pertahankan kesehatan tubuh Anda sebaik mungkin, usahakan berbagai cara agar anda tidak jatuh sakit&lt;br /&gt;   * Terimalah diri Anda apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan, kegagalan maupun keberhasilan sebagai bagian dari kehidupan Anda&lt;br /&gt;   * Tetaplah memelihara hubungan persahabatan yang indah dengan seseorang yang Anda anggap paling bisa diajak curhat&lt;br /&gt;   * Lakukan tindakan positif dan konstruktif dalam mengatasi sumber stress Anda di dalam pekerjaan, misalnya segera mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan&lt;br /&gt;   * Tetaplah memelihara hubungan sosial dengan orang-orang di luar lingkungan pekerjaan Anda, misalnya dengan tetangga atau kerabat dekat&lt;br /&gt;   * Berusahalah mempertahankan aktivitas yang kreatif di luar pekerjaan, misalnya berolahraga atau berekreasi&lt;br /&gt;   * Melibatkan diri dalam pekerjaan-pekerjaan yang berguna, misalnya kegiatan sosial dan keagamaan&lt;br /&gt;   * Gunakanlah metode analisa yang cukup ilmiah dan rasional dalam melihat atau menganalisa masalah stress kerja Anda. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Real Madrid di Liga Champion 2008/09&lt;br /&gt;Menebus Blunder Los Galacticos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Real Madrid adalah raja Eropa. Tak ada yang bisa membantah itu. Tapi, setelah terakhir menjuarai Liga Champion 2001/02, El Real berubah menjadi bahan lelucon di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Los Blancos sudah mengoleksi sembilan gelar juara Piala/Liga Champion. Lima gelar yang pertama diraih beruntun antara tahun 1956-1960. Setelah itu Los Merengues juara pada 1966, 1998, 2000, dan 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Madrid mencari gelar ke-10 yang ternyata sangat sulit didapat. Madrid telah mencoba sejak musim 2002/03, tetapi selalu gagal. Pencapaian Los Merengues malah memburuk. Sejak Liga Champion musim 2004/05 Si Putih tidak pernah mampu melangkah lebih jauh dari babak perdelapanfinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan Madrid? Dalam majalah Champions edisi Oktober-November 2008, penjaga gawang Madrid, Iker Casillas, menyatakan tahun ini klubnya punya peluang bagus untuk kembali menjadi kampiun Liga Champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya percaya kali ini –dengan grup pemain yang lebih solid dan mengerti tanggung jawab masing-masing– kami bisa menjadi juara lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan ini tampak jelas bahwa permasalahan Madrid adalah kelompok pemain yang tidak solid. El Real menjadi bahan tertawaan karena dengan materi terbaik di Eropa, mereka malah hancur di Liga Champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan Presiden Florentino Perez mendatangkan bintang-bintang top (Madrid sampai mendapatkan julukan Los Galacticos) justru merusak tim. Ronaldo, David Beckham, Walter Samuel, Michael Owen, sampai Robinho memunculkan perang ego di tubuh Madrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi tim seperti itu, Perez malah memecat Vicente Del Bosque, pelatih yang membawa Madrid menjuarai Liga Champion 2000 dan 2002. Ini orang yang bisa menyatukan ego para bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Calderon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, para penerus Del Bosque tak ada yang berhasil mengembalikan harmoni ke tubuh Madrid. Carlos Queiroz, Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remon, Wanderley Luxemburgo, dan Juan Ramon Lopez Caro bergantian mencoba peruntungan. Mereka gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ramon Calderon menggantikan Perez sebagai presiden klub, mulai ada perubahan. Calderon membawa pelatih Fabio Capello untuk mengembalikan kedisiplinan ke ruang ganti El Real. Capello memberikan gelar juara La Liga 2006/07, tapi Los Merengues masih buntu di Liga Champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2007/08, Madrid dilatih Bernd Schuster. Ia membawa hal baru dalam pendekatan permainan serta didukung politik transfer yang tidak asal seperti di era Los Galacticos. Hasilnya, skuad Madrid sekarang lebih terkontrol dari segi kuantitas, kualitas, dan mentalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di tingkat nasional, kami sudah kembali ke level terbaik. Kini kami ingin melakukan yang sama di tingkat internasional,” ujar Casillas. Melihat sepak terjang Madrid sejauh ini, apa yang dikatakan Casillas rasanya bisa diterima. (Dwi Widijatmiko)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-1321268136650593962?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/1321268136650593962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=1321268136650593962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/1321268136650593962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/1321268136650593962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/stress-kerja.html' title='Stress Kerja'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAvTx3PkpI/AAAAAAAAAVk/lespWjzs9m0/s72-c/impossiblegoalkeepervn9ir0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-6000103532283480959</id><published>2008-10-23T00:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T00:48:21.571-07:00</updated><title type='text'>Tetap Percaya Diri Setelah PHK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAsMJW84HI/AAAAAAAAAVc/4CJQUmbQl-Y/s1600-h/nicefun.net+%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 301px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAsMJW84HI/AAAAAAAAAVc/4CJQUmbQl-Y/s400/nicefun.net+%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260252951950975090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johanes Papu, MSi. dari Team e-psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panik, marah, bingung, minder, putus asa, dan masih banyak lagi dampak-dampak  psikologis yang terjadi akibat  PHK. Ruang konseling di website ini pun dipenuhi oleh banyak permasalahan yang berkisar tentang berbagai perasaan yang bergejolak dalam diri si ‘korban” PHK. Banyak diantara mereka yang merasa sudah sangat putus asa karena sudah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tidak kunjung memperoleh pekerjaan. Begitu banyak surat lamaran dikirim dan berkali-kali sudah mengikuti test atau wawancara tetapi belum juga diterima bekerja. Ada juga yang mengaku sudah memperoleh pekerjaan tetapi masih merasa kurang yakin apakah dirinya akan bisa bertahan di tempat kerja yang baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di atas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita sejak terjadinya krisis ekonomi yang tidak kunjung membaik di negeri ini. Kondisi yang tidak menguntungkan itu telah memaksa terjadinya PHK, baik perorangan maupun massal, sebagai akibat terjadinya merger, perampingan demi efisiensi perusahaan, atau karena perusahaan terpaksa ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak diantara para karyawan yang terkena PHK mendapatkan uang pesangon yang cukup besar namun hal tersebut seringkali tidak dapat mengobati “luka psikologis” yang mereka alami. Situasi yang terasa nyaman ketika masih bekerja, seolah lenyap seketika ketika terjadi PHK. Dari seorang yang begitu “berkuasa” dan memiliki banyak anak buah di perusahaan tiba-tiba menjadi seseorang yang tidak memiliki “kuasa” dan anak buah lagi. Dari hari-hari yang diisi dengan kegiatan yang begitu terprogram, tiba-tiba menjadi tidak ada kegiatan lain selain mencari lowongan kerja baru. Situasi ini tidak urung menimbulkan berbagai  “luka psikologis” seperti meragukan existensi (keberadaan) diri, terjadi kehampaan hidup, tidak percaya diri, meragukan kekuatan atau kemampuan yang dimiliki selama ini, mudah tersinggung dan seringkali terjadi hubungan yang kurang harmonis dengan anggota keluarga. Jika keadaan ini terjadi berlarut-larut maka dapat dipastikan bahwa si orang yang terkena PHK akan mengalami krisis kepercayaan diri dan kehilangan motivasi hidup yang berujung pada sulitnya memperoleh pekerjaan baru dan timbulnya berbagai macam masalah di kemudian hari. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan diri orang tersebut sehingga tetap memiliki pandangan hidup yang optimis sehingga ia mampu mendapatkan pekerjaan kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasan anda berhenti bekerja, mengundurkan diri atas inisiatif sendiri atau pun di PHK, anda harus dapat mengendalikan dan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, mengontrol dorongan-dorongan dan perasaan yang bergejolak dalam diri anda dan tetap berusaha keras untuk mendapat pekerjaan baru. Untuk mengembalikan karir anda, anda dapat melakukan beberapa langkah praktis seperti membuat resume baru yang lebih inovatif dari sebelumnya, memperluas networking, secara proaktif mencari berbagai sumber yang dapat menjadi jembatan untuk memperoleh pekerjaan baru, dan tidak lupa melakukan kegiatan spiritual memohon petunjuk dari Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang kebetulan mengalami PHK dan belum berhasil mendapatkan pekerjaan, saran-saran berikut ini mungkin dapat membantu anda untuk tetap percaya diri dan tidak mudah putus asa dalam mencari pekerjaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenali diri anda dengan seksama sebelum mempromosikan diri. Cobalah bertanya pada diri sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Apa sebenarnya bakat saya?&lt;br /&gt;   * Jenis pekerjaan seperti apa yang cocok dengan pribadi saya?&lt;br /&gt;   * Apa keahlian dan ketrampilan yang saya  miliki untuk menunjang pekerjaan saya nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjawab beberapa pertanyaan diatas maka anda akan lebih terfokus dalam mencari jenis pekerjaan dan akan semakin tinggi rasa percaya diri dalam menghadapi wawancara kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Antisipasi emosi-emosi dan perasaan yang berkecamuk dalam diri anda. Kaget, panik, marah, kesal, sedih, hampa, tidak bisa tidur, pusing, depresi, sakit perut, dan beberapa symptom lainnya adalah suatu hal yang normal dialami seseorang ketika baru terkena PHK. Emosi-emosi dan perasaan tersebut akan berangsur-angsur hilang manakala anda sibuk melakukan tindakan yang positif dalam “memburu”  pekerjaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus pada hal-hal positif  mengenai diri anda.  Bangun rasa percaya diri dan sikap optimis anda dengan membaca atau mengingat kembali komentar-komentar positif yang pernah diberikan oleh orang lain ke anda. Ingat kembali hal-hal positif yang pernah dikatakan oleh teman kerja, atasan, atau pelanggan anda. Lihat kembali penghargaan atau prestasi yang pernah anda terima, baik dari perusahaan maupun prestasi sekolah dulu. Lakukan hal-hal ini sesering mungkin selama masa-masa anda mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persiapkan diri secara matang dalam menghadapi wawancara kerja. Wawancara kerja pada umumnya memuat berbagai pertanyaan dari si pewawancara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Mengapa anda berhenti dari pekerjaan yang lama?&lt;br /&gt;   * Mengapa anda melamar pekerjaan ini?&lt;br /&gt;   * Apa saja tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?&lt;br /&gt;   * Apa sebenarnya yang anda harapkan dari perusahaan kami?&lt;br /&gt;   * Bagaimana suasana kerja yang ideal untuk pekerjaan ini menurut anda?&lt;br /&gt;   * Apa kelebihan anda?&lt;br /&gt;   * Apa kekurangan anda?&lt;br /&gt;   * Bagaimana anda menggambarkan diri anda?&lt;br /&gt;   * Apa yang anda harapkan dalam 5 (lima) tahun mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Persiapkan diri anda secara seksama untuk menjawab pertanyaan-pertanya an tersebut. Usahakan untuk mencari jawaban yang paling singkat tetapi langsung pada masalah (to the point). Bila diperlukan anda dapat melakukan “simulasi’ dengan teman anda untuk belajar merespon dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jaga sikap positif anda. Sikap positif sangat vital dalam pencarian pekerjaan. Sekali anda membiarkan diri terlarut dalam kekecewaan, putus asa, dan pesimis maka akan sangat sulit bagi anda untuk melihat segala sesuatu secara jernih dan obyektif. Mungkin dalam hal ini kata-kata seperti “segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya’ sangat penting anda ingat. Bagaimanapun jeleknya suatu kejadian pasti ada hal-hal positif yang menyertainya. Bukankah kata orang bijak “kejadian adalah seperti koin yang memiliki dua sisi yang berbeda’. Jadi sangat tergantung seseorang melihat dari sisi yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Olahraga. Peribahasa yang mengatakan bahwa dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat mungkin sudah dipercaya oleh semua orang. Berbagai studi yang dilakukan  menunjukkan bahwa orang-orang yang sering berolahraga memiliki energi fisik yang lebih banyak dan emosi yang relatif lebih sehat. Oleh karena itu ada baiknya anda melakukan olahraga yang menurut anda paling cocok untuk membuat badan anda menjadi segar. Jika dilakukan secara teratur olahraga dapat memperbaiki penampilan fisik, mempertajam kemampuan mental, mengurangi stress, mengurangi gangguan tidur,  dan pada akhirnya dapat membuat seseorang mampu berfungsi secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tekankan pada hal-hal positif dalam diri dan perbaiki kelemahan anda. Lakukan apa yang sering disebut oleh para psikolog sebagai “Selective Perception”. Artinya berkonsentrasilah pada hal-hal positif dalam diri anda dan abaikan hal-hal negatif yang dapat merusak ketika anda berbicara dengan orang (recruiter) yang akan mempekerjakan anda. Mulailah dengan mengidentifikasi berbagai kelebihan yang anda miliki sebelum mulai wawancara. Buatlah catatan kecil tentang apa saja yang pernah anda lakukan dan berhasil di pekerjaan anda sebelumnya. Contoh: Saya berhasil menekan biaya produksi di divisi saya lebih dari 25% pada tahun ….; Saya berhasil membuat program IT yang menjadi standard perusahaan kami; Saya berhasil merancang program pelatihan dan pengembangan  untuk seluruh divisi dalam perusahaan; Saya dapat berteman dengan siapa saja tanpa kesulitan, Saya selalu dipercaya oleh atasan, dll. Dengan melakukan hal ini maka akan sangat mudah bagi anda untuk menjawab pertanyaan tentang apa kelebihan anda yang dapat diandalkan jika nanti diterima bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa alternatif di atas mungkin ada yang anda rasa tidak cocok dengan diri anda. Selain itu mungkin masih banyak cara-cara lain yang jitu dalam menyikapi PHK. Semua itu terserah kepada anda, karena andalah yang paling tahu apa yang terbaik yang harus anda lakukan.   Selamat mencoba, semoga bermanfaat untuk anda. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Kesuksesan El Real&lt;br /&gt;Los Galacticos Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa Real Madrid bisa menjadi tim tersukses di Piala/Liga Champion dengan koleksi sembilan gelar adalah keberhasilan mereka menjadi juara pada lima edisi pertama antara musim kompetisi 1955/56 sampai 1959/60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang saat itu tingkat persaingan sepakbola di Eropa belum seketat sekarang. Madrid bisa menjadi juara lima kali berturut-turut karena ketika itu tidak ada tim yang sanggup mengimbangi kekuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu benar, tapi tidak tepat 100%. Madrid memang tak punya lawan, tapi hanya karena mereka mempunyai skuad yang luar biasa. Para pesaing El Real juga klub-klub kuat, tapi mereka tidak sebaik Si Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Santiago Bernabeu Yeste, Presiden Madrid pada 1945-1978 yang membuat Los Merengues begitu kuat. Sejak 1953, ia menggelar strategi merekrut pemain-pemain top dunia dan membangun tim pertama di dunia yang materinya terbentuk dari pemain-pemain multinasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang Bernabeu membentuk Los Galacticos generasi pertama, yang kelak diulangi Florentino Perez pada awal era 2000-an. Bernabeu merekrut Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Francisco Gento, Hector Rial, Raymond Kopa, Jose Santamaria, Miguel Munoz, Amancio Amaro, Carlos Alonso Santillana, hingga Juan Gomez Juanito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bintang-bintang ini, Di Stefano pantas mendapat kredit tersendiri. Dia termasuk pemain baru pertama Bernabeu dan selalu bermain dalam kesuksesan Los Blancos menjadi juara pada lima edisi pertama Piala Champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kehebatan Di Stefano adalah dengan keberadaannya, Anda seperti memiliki dua pemain di setiap posisi,” puji salah satu pemain yang pernah bermain bersama Di Stefano, Munoz. Di Stefano adalah salah satu alasan mengapa Madrid menjadi sebuah legenda di Piala/Liga Champion. (wid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-6000103532283480959?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/6000103532283480959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=6000103532283480959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6000103532283480959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6000103532283480959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/tetap-percaya-diri-setelah-phk.html' title='Tetap Percaya Diri Setelah PHK'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAsMJW84HI/AAAAAAAAAVc/4CJQUmbQl-Y/s72-c/nicefun.net+%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-5051694825668960645</id><published>2008-10-22T18:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T00:22:20.052-07:00</updated><title type='text'>Marketing is How You Show Others</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAmFJPevuI/AAAAAAAAAVU/xdFFE-waM14/s1600-h/z1za6yc8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 241px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAmFJPevuI/AAAAAAAAAVU/xdFFE-waM14/s400/z1za6yc8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260246234590789346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Marketing is How You Show Others How You Can Help Them, Including Selling Yourself for Jobs and Promotions&lt;br /&gt;by Richard Stooker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many people, especially including techies, look upon sales and marketing as disgustingly selfish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having been taught to be good girls and boys who take turns and do things because they're right, we don't want others to think of us as so nakedly self-interested. At best, some of us realize that sales and marketing are evils necessary to the functioning of a capitalistic system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So when we hear that if we're seeking a job or a promotion we must "sell ourselves," we inwardly rebel. Few of us actually do a good job selling ourselves. Those who do get more and better jobs, more and better promotions and make more money.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the rest of us consciously or unconsciously sneer at them for being "selfish."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The opposite is true.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selling ourselves" to others is the unselfish reaching out to other people, to show them how we can help them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because to simply assume that employers should be able to understand from our resumes how great we are is the true selfishness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good marketing brings the benefits of good products and services to the attention of people who need or want those products or services.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you truly don't want to buy a new car, a car ad on TV is a signal to fix a snack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you want to buy a new car, you watch. You want to know which make and model best fills your needs and desires.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assuming that a business is selling a good or service which is of true value to somebody, it is their duty to bring it to the attention of the people they can help.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good sales and marketing is UNselfish, because to be effective it must center on the needs and desires of the people who want that product or service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bad (ineffective) marketing says, "We're a wonderful company and you should buy our product because it is so wonderful."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good marketing (and by "good" I mean effective) says, "Our product is wonderful because it will help you do this, solve that problem, and feel good."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See the difference? Good marketing is centered on the customer and helping the customer solve a problem or meet a need or desire. Bad marketing is centered on the company and product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, the product in bad marketing may actually be of high quality, maybe as much or more so than the competing product being sold through good marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But bad marketing forces consumers to make the connection between the wonderful qualities of the product and how those qualities can help the consumer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many companies who market this way believe that it's the "job" of consumers to make the connections, to understand just why and how that wonderful product will help the consumer. Therefore, they're not only selfish, they're lazy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They're not taking the final step to see things from the viewpoint of their potential customers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good marketing does as much as possible to show consumers that the product is wonderful because of how and why it can help consumers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How does this apply to someone seeking a job?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you want a job or promotion you're "selling" your skills and experience. Your resume is your ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your "customer" is the human resources manager assigned to fill that job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most job seekers, whether techies or anybody else, think that their only duty is to provide a resume which shows they're qualified and to show up for the interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The manager in charge of hiring is supposed to read the resume, realize how wonderful the applicant is and hire them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most people write their resumes as bad marketing. They write how wonderful they are without explaining how they can help the company they're applying to.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They may well have wonderful degrees, wonderful certifications, and wonderful experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many techies have the attitude that their technical education, skills and experience should be enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But if they'd write something that the human resources manager wants to read about how they will help the company, that's taking a step most people unconsciously sneer at it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because it's "sales and marketing." Sales and marketing is selfish -- everybody knows that without questioning it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So they write only about themselves and not how they can help that prospective employer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So it's the "selfish" person who takes the extra effort to use "sales and marketing" to explain how he or she can help the company who actually gets the job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So everybody else can sneer at them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And send their resumes to the next employer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Index Berjangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 macam produk indeks yang sering diperdagangkan di perusahaan futures lokal. Diantaranya yakni : Hongkong Hangseng 33, Japanese Nikkei 225, Korean Kospi 200, United Stated Dow Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hongkong Hangseng 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Index Hangseng merupakan index pasar saham di pasar Hongkong. Digunakan untuk mencatat perubahan pasar setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSI mulai diperdagangkan pada 24 November 1969, dibentuk dan diawasi oleh HSI Service Limited, yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Bank Hangseng, Bank kedua terbesar di Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japanese Nikkei 225&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Index Nikkei merupakan saham asia yang paling diperhatikan oleh masyarakat. Pergerakan index nikkei diberitakan setiap hari oleh koran Nihon Keizai Shinbun sejak 1971 dan merupakan salah satu faktor yang membuat Yen kuat. Setiap komponen yang didalamnya diseleksi setahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korean Kospi 200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) merupakan index dari seluruh perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Korea. Index merupakan pasar yang didasarkan oleh pergerakan pasar. Indeks ini diperkenalkan pada tahun 1983. Nilai dasar 100 saham ditetapkan pada tanggal 4 Januari 1980.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;United State Dow Jones&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dow Jones Industrial Average (DJIA) merupakan salah satu dari index saham yang diciptakan oleh Wall Street Journal dan pendiri Dow Jones, Charles Dow. Dow mengeluarkan index sebagai care untuk meningkatkan pasar saham industri Amerika. Dow Jones merupakan Dasara index tertua di Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penundaan Sanksi Atletico&lt;br /&gt;Bukan Zorro atau Tarzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UEFA telah menyatakan penundaan sanksi bagi Atletico Madrid untuk tidak boleh menggelar laga di Stadion Vicente Calderon. Hal ini mengundang reaksi keras dari Olympique Marseille yang menyebut aparat keamanan sipil dan polisi yang dikerahkan Atletico bersikap amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairman OM, Pape Diouf, pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa Atletico Madrid layak dihukum. Mereka bukan saja lalai dalam memastikan keamanan para suporter Les Marseilles, tapi juga telah menyebar berita bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Atletico menang 2-1 di Grup D atas OM awal bulan ini, kubu tuan rumah memang menyebut polisi kewalahan menertibkan pendukung OM. Mereka mengatakan suporter asal Prancis bersikap anarkistis setelah melihat sulit bagi klubnya untuk mengimbangi Atletico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila benar memang demikian, seharusnya polisi menahan 15-20 orang, bukan hanya mengurung satu orang pendukung kami,” kata Diouf pada televisi Spanyol, La Sexta. “Satu orang tidak bisa menimbulkan banyak masalah di sana, kecuali jika ia Tarzan atau Zorro.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan sarkasme dari petinggi Marseille tersebut sejalan dengan niatnya untuk meminta UEFA memeriksa pihak kepolisian di Madrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pendukung kami hanya korban kekerasan polisi. Perilaku mereka sebelumnya tidak pernah memaksa polisi Prancis melakukan pemukulan dengan tongkat secara membabi buta,” tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hearing pihak Atletico di markas UEFA akan dilakukan pada 31 Oktober dan Diouf berharap keputusan untuk menggelar 2-3 partai usiran bagi sang perwakilan La Liga di level Eropa tetap dijatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, pendapat kubu Marseille memang perlu diperhatikan, namun harus dicatat juga bahwa pendukung OM di Prancis termasuk sering menyulut keributan, terutama bila Les Marseilles berjumpa Paris Saint Germain di Ligue 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila OM bertandang ke Paris, pihak kepolisian kerap terpaksa mengawal bus suporter dan bus pemain sejak batas kota untuk menghindari timbulnya kerusuhan di jalanan. Demikian pula sebaliknya bila para suporter Les Parisien bertandang ke Velodrome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kerusuhan relatif jarang terjadi di Prancis karena aparat keamanan lokal bersikap lebih sigap ketimbang yang dilakukan pihak kepolisian di Spanyol, khususnya di Madrid. So, bijaksanalah, UEFA! (toen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-5051694825668960645?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/5051694825668960645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=5051694825668960645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5051694825668960645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5051694825668960645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/marketing-is-how-you-show-others.html' title='Marketing is How You Show Others'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SQAmFJPevuI/AAAAAAAAAVU/xdFFE-waM14/s72-c/z1za6yc8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-8671542049969801509</id><published>2008-10-20T03:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T04:57:19.666-07:00</updated><title type='text'>KEJUJURAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxx0_bzUGI/AAAAAAAAAVM/uhtWxQdMDAk/s1600-h/Pravs_J_-_When_The_Sun_Rises.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxx0_bzUGI/AAAAAAAAAVM/uhtWxQdMDAk/s400/Pravs_J_-_When_The_Sun_Rises.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259203620057075810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;KEJUJURAN TETAPLAH KEJUJURAN YANG TAK DAPAT DIUKUR&lt;br /&gt;DENGAN MATERI BERAPAPUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun dari kita sering berucap pentingnya harga sebuah sebuah kejujuran dalam hidup,&lt;br /&gt;bukan! Hmmm, Tetapi kenyataan tidaklah demikian, kata-kata yang terucap tidaklah semudah&lt;br /&gt;tindakan. Mengapa demikian ? karena memang kata 'jujur' mengandung konsekuensi yang&lt;br /&gt;harus kita pikul. Lihatlah ada seorang pedagang terpaksa menghempaskan kejujuran di saat&lt;br /&gt;kesempatan emas dan keuntungan berlimpah di depan mata bila mesti berkata dengan jujur,&lt;br /&gt;seorang teman rela mengorbankan persahabatannya dengan tidak ketidakkejujuran demi&lt;br /&gt;kepentingan egonya, atau bahkan yang lebih menyedihkan seorang guru yang selalu mengajarkan&lt;br /&gt;segala ilmu kebaikan kepada semua muridnya menutupi segala kebusukan perbuatannya dengan&lt;br /&gt;melempar batu sembunyi tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kita memang tidak sedang bermain-main dengan kata, tetapi perlu lah kita pahami dengan&lt;br /&gt;baik, kejujuran tetaplah kejujuran yang tidak dapat kita sejajarkan dengan materi berapapun&lt;br /&gt;karena memang kejujuran tidak bisa dihitung dan tidak berhubungan dengan untung rugi, bukan!&lt;br /&gt;Meski terasa pahit, kejujuran tetaplah jauh lebih mulia ketimbang pendustaan. Tak salah bila&lt;br /&gt;orang bijak mengatakan selalu lancung ke ujian seumur hidup orang tidak akan percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya sebuah persabahatan musnah melebur bersama sirnanya sebuah kepercayaan yang&lt;br /&gt;dibangun dan lekangnya sebuah kejujuran. Jadi memang  kejujuran dan dusta adalah sebuah  PILIHAN.&lt;br /&gt;Yang pasti  sampaikan kapanpun tak akan memampukan kita menipu diri sendiri karena kristal hati&lt;br /&gt;nurani tak akan mampu ditembus oleh cahaya gelap pendustaan. (my)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifying Top Salespeople&lt;br /&gt;By: Brian Tracy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's a key point. A higher order value always takes precedence over a lower order value. If you place one value higher than another, and you have to choose between doing one thing or doing another, you will always select the action that is consistent with your higher value. Once you are clear about your order of values, decision making becomes much easier. How can you determine what your values really are? Simple. Just observe your behaviors, especially the things you do when you are under pressure. Your values are always expressed in your actions. It is not what you say, or wish, or hope, or intend that expresses your true values.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is only what you do. If you want to know what your values are at this moment, you can examine your recent past and notice the choices you made when you could have gone one way or another. Your choices, and your subsequent actions, demonstrated to yourself and others what was of greatest value and importance to you. Here is an example. Imagine you have two people who have the same three values. The values are family, health and career success. The only difference between these two people is the order of importance that they placed on these values, their priorities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first person, Bill, says that, "My family comes first, my health is second and career success is third." Tom, on the other hand, has the same values, but he says, "Career success comes first for me, then my family, and then my health." Would there be a difference in character and personality between these two people? Would there be a small difference or a large difference? Which of these two people would you like to get to know and become friends with? Would you be able to tell these two people apart in conversation? Which one do you think you would like and trust more? The answers to these questions are clear. The person with the higher values in a better order of priority will invariably be a better person than the person whose values are in a different order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your choice of values determines the quality of your character. When you select values such as integrity, love, courage, honesty, excellence or responsibility, and you live your life consistent with those values, every hour of every day, you actually become a superior person. It is your values that determine the kind of person you really are. Now, here are two things you can do immediately to put these ideas into action. First, think about how you behave, how you choose, whenever you are under pressure. Remember, it is only what you do, your actions, that tell who you really are. Second, observe how other people around you behave when they are forced to choose. You will only be compatible with people whose values are similar to yours. What are they?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About Brian Tracy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy is a leading authority on personal and business success. As Chairman and CEO of Brian Tracy International&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-8671542049969801509?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/8671542049969801509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=8671542049969801509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8671542049969801509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8671542049969801509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/kejujuran.html' title='KEJUJURAN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxx0_bzUGI/AAAAAAAAAVM/uhtWxQdMDAk/s72-c/Pravs_J_-_When_The_Sun_Rises.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-19520494357401070</id><published>2008-10-20T01:58:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T02:00:37.843-07:00</updated><title type='text'>MENINGKATKAN SIKAP POSITIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIdDJlFCI/AAAAAAAAAVE/yvJpMZ4t34o/s1600-h/08.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIdDJlFCI/AAAAAAAAAVE/yvJpMZ4t34o/s400/08.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259158128760788002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Eko Jalu Santoso, Weblog: www.EkoJaluSantoso. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa memiliki sikap positif merupakan unsur penting bagi keberhasilan dan kesuksesan hidup seseorang. Apakah sikap positif ini bisa ditingkatkan dalam diri kita ? Bagaimana meningkatkan sikap positif dalam diri kita ? Apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap positif seseorang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun memerlukan waktu yang cukup lama, namun sikap positif dalam diri tentu saja dapat terus dilatih dan  ditingkatkan lagi. Kuncinya adalah kita dapat memahami berbagai factor yang dapat mendukung peningkatan sikap positif dalam diri kita. Apa saja factor-faktor yang mempengaruhi sikap positif seseorang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah faktor spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan spiritual disini artinya adalah kemampuan yang bersumber dari suara hati terdalam, seperti kemampuan untuk bersyukur, misalnya. Kekuatan spiritual berpegaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melihat sisi positif dari setiap kejadian yang datang. Dengan meningkatkan kekayaan spiritual, seseorang akan mampu mengartikan semua fenomena hidup yang dating kepadanya, menganggapnya sebagai pelajaran berharga, yang dapat membangkitkan nilai lebih dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang memiliki kekayaan spiritual, akan lebih mudah mengontrol terhadap sikap dirinya. Sehingga orang itu tetap memiliki tekad yang kuat untuk berusaha dengan cara-cara yang positif tanpa kenal putus asa, karena meyakini adanya kekuatan dari Allah. Kekuatan spiritual dapat mengarahkan pikiran dan sikap seseorang kepada hal-hal yang positif sesuai nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, tidak dihantui oleh rasa tidak percaya diri, malas, dan sikap negatif lainnya. Maka teruslah melatih dan memperkaya pemahan nilai-nilai spiritualitas dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah faktor impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu dapat memperbarui impian akan cenderung bersikap berani, rajin, percaya diri atau bersikap lebih positif. Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha mengadaptasikan sikap mereka menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat, tegas, insiatif, berjiwa besar dan lain sebagainya. Sikap-sikap itu adalah intisariud ari sikap positif dalam diri. Orang yang mempunyai impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya menjadi lebih optimis dan positif..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, letakkan satu standar impian yang lebih tinggi, sehingga potensi diri kita dapat ditingkatkan. William Faulkner, seorang novelis peraih hadiah nobel, mengatakan, "Impikan dan bidiklah selalu lebih tinggi daripada yang Anda sanggupi. Janganlah hanya bercita- cita lebih baik daripada pendahulu atau sesama Anda. Cobalah menjadi lebih baik daripada diri sendiri." Artinya, kita senantiasa memerlukan impian sebagai kontrol terhadap sikap dan mencapai kemajuan hidup yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah antusiasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elbert Hubbart menegaskan, "Nothing great has ever been accomplished without enthusiasm. – Tidak ada satupun kemajuan menakjubkan untuk diraih tanpa antusiasme." Antusiasme artinya semangat. Disaat kita sedang bersemangat, pada saat itulah Tuhan senantiasa mendampingi kita. Dengan semangat itulah manusia menciptakan impian yang lebih besar, berusaha memperoleh kemajuan-kemajuan serta mencapai sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dapat terus ditingkatkan dengan mengisi setiap detik waktu kita dengan kebiasaan-kebiasaan yang positif dan konstruktif. Kebiasaan-kebiasaan positif itu diantaranya mendengar, membaca, berbicara dan bergaul dengan orang yang positif. Jika seseorang dapat mempertahankan dan meningkatkan semangat hidup dalam dirinya, maka sikapnya menjadi lebih terarah hingga dapat menikmati hal-hal yang benar-benar menakjubkan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bahwa sikap positif sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diatas. Dengan kita memahaminya, diharapkan Anda dapat meningkatkan dan memilihara sikap positif dalam hidup ini. Karena sikap positif sangat mempengaruhi seseorang untuk dapat mengekplorasi seluruh potensi diri dan meraih kesuksesan maupun kebahagiaan. Selamat berjuang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang gagal selalu mencari jalan untuk menghindari, sementara orang sukses&lt;br /&gt;mencari jalan bagaimana menghindari untuk menginginkan. (Jim Rohn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang yang telah gagal dalam hidupnya karena telah&lt;br /&gt;menumpahkan sebagian besar perhatiannya pada sebagian ebsar hal-hal&lt;br /&gt;yang kecil yang kurang mempunyai arti bagi hidupnya. (Anthony Robbins)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Anda bebas memilih tindakan, tetapi Anda tidak bebas untuk&lt;br /&gt;memilih konsekuensi tindakan (Dr. Stephen R. Covey)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mengabulkan mentalitas coba-coba. Lakukanlah sesuatu&lt;br /&gt;atau tidak melakukan sama sekali. Keberhasilan tidak memihak pada filsafat&lt;br /&gt;coba-coba (YODA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Things To Always&lt;br /&gt;Remember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your presence is a present to the world.&lt;br /&gt;You are unique and one of a kind.&lt;br /&gt;Your life can be what you want it to be.&lt;br /&gt;Take the days just one at a time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Count your blessings, not your troubles.&lt;br /&gt;You will make it through whatever comes along.&lt;br /&gt;Within you are so many answers.&lt;br /&gt;Understand, have courage, be strong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not put limits on yourself.&lt;br /&gt;So many dreams are waiting to be realized.&lt;br /&gt;Decisions are too important to leave to chance.&lt;br /&gt;Reach for your peak, your goal and you prize.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing wastes more energy than worrying.&lt;br /&gt;The longer one carries a problem the heavier it gets.&lt;br /&gt;Do not take things too seriously.&lt;br /&gt;Live a life of serenity, not a life of regrets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember that a little love goes a long way.&lt;br /&gt;Remember that a lot … goes forever.&lt;br /&gt;Remember that friendship is a wise investment.&lt;br /&gt;Life’s treasure are people together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realize that it is never too late.&lt;br /&gt;Do ordinary things in an extraordinary way.&lt;br /&gt;Have hearth and hope and happiness.&lt;br /&gt;Take the time to wish upon a start.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AND DO NOT EVER FORGET ….&lt;br /&gt;FOR EVEN A DAY&lt;br /&gt;HOW VERY SPECIAL YOU ARE !&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-19520494357401070?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/19520494357401070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=19520494357401070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/19520494357401070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/19520494357401070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/meningkatkan-sikap-positif.html' title='MENINGKATKAN SIKAP POSITIF'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIdDJlFCI/AAAAAAAAAVE/yvJpMZ4t34o/s72-c/08.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-2316884193755473618</id><published>2008-10-20T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:58:08.802-07:00</updated><title type='text'>How To Conquer Public Speaking Fear</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIBAsEGuI/AAAAAAAAAU8/Tjhx-iPCl9Y/s1600-h/4asianhotsexynudenicefuwf1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIBAsEGuI/AAAAAAAAAU8/Tjhx-iPCl9Y/s400/4asianhotsexynudenicefuwf1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259157647063784162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;By Morton C. Orman, M.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public speaking is a common source of stress for everyone. Many of us would like to avoid this problem entirely, but this is hard to do.Whether we work alone or with large numbers of people, eventually we will need to speak in public to get certain tasks accomplished. And if we want to be leaders or achieve anything meaningful in our lives, we will often needto speak to groups, large and small, to be successful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The truth about public speaking, however, is IT DOES NOT HAVE TO BE STRESSFUL! If you correctly understand&lt;br /&gt;the hidden causes of public speaking stress, and if you keep just a few key principles in mind, speaking in public&lt;br /&gt;will soon become an invigorating and satisfying experience for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purpose Of This Report&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The purpose of this Special Report is to help you overcome the fear of public speaking. It begins by discussing&lt;br /&gt;ten key principles to always keep in mind. If you approach any problem in life with the right starting principles,&lt;br /&gt;everything else will fall into place. On the other hand, if you start with the wrong guiding principles, you can try&lt;br /&gt;all you want, but there is little chance you'll improve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Report also reveals eleven "hidden" causes of public speaking stress. I have summarized these eleven&lt;br /&gt;causes, along with the ten key principles, at the end of this Report, so you can easily review them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key Principles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #1--Speaking in Public is NOT Inherently Stressful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most of us believe parts of life are inherently stressful. In fact, most of us have been taught to believe that life&lt;br /&gt;as a whole is very stressful!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To deal with any type of stress effectively, you first must understand that life itself, including public speaking, is&lt;br /&gt;NOT inherently stressful. Thousands of human beings have learned to speak in front of groups with little or no&lt;br /&gt;stress at all. Many of these people were initially terrified to speak in public. Their knees would shake, their voices&lt;br /&gt;would tremble, their thoughts would become jumbled . . . you know the rest. Yet they learned to eliminate their&lt;br /&gt;fear of public speaking completely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are no more or less human than they are. If they can conquer the fear of public speaking, so can you! It just&lt;br /&gt;takes the right guiding principles, the right understanding, and the right plan of action to make this goal a reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Believe me, it's not difficult. I'm a good example of someone who conquered the fear of public speaking. And while&lt;br /&gt;I didn't do it overnight, it wasn't difficult. All it took was approaching the problem in the right way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #2--You Don't have to be Brilliant or Perfect to Succeed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of us have observed public speakers and thought to ourselves "Wow, I could never be that smart, calm,&lt;br /&gt;witty, entertaining, polished . . . or whatever." Well, I've got news for you-- you don't have to be brilliant, witty,&lt;br /&gt;or perfect to succeed. That is not what public speaking is all about. I know it may look that way, but it's not.&lt;br /&gt;You can be average. You can be below average. You can make mistakes, get tongue-tied, or forget whole&lt;br /&gt;segments of your talk. You can even tell no jokes at all and still be successful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It all depends on how you, and your audience, define "success." Believe me, your audience doesn't expect&lt;br /&gt;perfection. I used to think most audiences did, but I was wrong! Before I discovered this, I used to put incredible&lt;br /&gt;pressure on myself to deliver a perfect performance. I worked for days to prepare a talk. I stayed up nights&lt;br /&gt;worrying about making mistakes. I spent hours and hours rehearsing what I was going to say. And you know&lt;br /&gt;what? All this did was make me even more anxious! The more perfect I tried to be, the worse I did! It was all very&lt;br /&gt;disheartening (not to mention unnecessary) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The essence of public speaking is this: give your audience something of value. That's all there is to it. If people in&lt;br /&gt;your audience walk away with something (anything) of value, they will consider you a success. If they walk away&lt;br /&gt;feeling better about themselves, feeling better about some job they have to do, they will consider you a success.&lt;br /&gt;If they walk away feeling happy or entertained, they will consider their time with you worthwhile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even if you pass out, get tongue-tied, or say something stupid during your talk . . . they won't care! As long as&lt;br /&gt;they get something of value, they will be thankful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They don't even need to feel good to consider you a success. If you criticize people, or if you stir them up to&lt;br /&gt;ultimately benefit them, they might still appreciate you, even though you didn't make them feel good at the time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #3--All You Need is Two or Three Main Points&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You don't have to deliver mountains of facts or details to give your audience what they truly want. Many studies&lt;br /&gt;have shown that people remember very few of the facts or information speakers convey. While you may choose&lt;br /&gt;to include lots of facts and information, you only need to make two or three main points to have your talk be&lt;br /&gt;successful. You can even have your whole talk be about only one key point, if you wish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I first began speaking in public during medical school (kicking, screaming, and quivering all the way), I&lt;br /&gt;wasn't aware of this simple principle. I wrongly believed that my audience wanted encyclopedic knowledge from&lt;br /&gt;me, which of course I didn't have. So I tried to research my topic thoroughly and deliver as much worldly wisdom&lt;br /&gt;as possible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy was that exhausting! It was also boring for my audience to suffer through.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Later, when I began giving public seminars on how to cope with stress, I spent hours each week typing a&lt;br /&gt;twenty-page script to read from, so I wouldn't forget any important tidbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As time went on, I gradually learned that this degree of complexity wasn't needed. As a result, the length of my&lt;br /&gt;discussion notes gradually declined. My twenty-page typed manuscript gave way to a five-page detailed outline.&lt;br /&gt;Then, I replaced my outline with ten or fifteen index cards. Eventually, I could conduct a full two-hour seminar&lt;br /&gt;with only one 3X5 index card (containing my two or three key points) to support me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As long as I focused on these two or three key points, I was able to speak at length about them by naturally&lt;br /&gt;drawing upon my past experiences and knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, all your audience wants from you is to walk away with one or two key points that will make a&lt;br /&gt;difference to them. If you structure your talks to deliver this result, you can avoid lots of complexity that isn't&lt;br /&gt;really needed. This also should make your job as a speaker much easier, and more fun too!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #4--You also Need a Purpose That is Right for the Task&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This principle is very important . . . so please listen up. One big mistake people make when they speak in public is&lt;br /&gt;they have the wrong purpose in mind. Often, they have no specific purpose in mind, but the one that is operating&lt;br /&gt;within them unconsciously causes a whole lot of unnecessary stress and anxiety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a prime example of what I call a "hidden cause" of public speaking stress. When I first started speaking in&lt;br /&gt;public, I thought my purpose was to get everyone in the audience to approve of me. I mistakenly thought that&lt;br /&gt;this was what good public speakers try to do. I wasn't consciously aware of this purpose, nor how foolish it was,&lt;br /&gt;but it was there nonetheless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because of this hidden purpose, I felt I needed to be absolutely perfect and brilliant to win my audience's&lt;br /&gt;unanimous approval. If just one person in the audience disapproved . . . my goose was cooked! If one person left&lt;br /&gt;early, if anyone fell asleep, or if someone looked uninterested in what I was saying . . . I was defeated!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This was very anxiety-producing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Later, after I became aware of this stress-producing purpose, I was able to look at it honestly and realize how&lt;br /&gt;foolish it was. How many public speakers get 100% approval from their audiences? The answer is zero!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The truth about public speaking is no matter how good a job you do . . . someone is going to disapprove of either&lt;br /&gt;you or your argument. That is just human nature. In a large group of people, there will always be a diversity of&lt;br /&gt;opinions, judgements, and reactions. Some will be positive, others will be negative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no rhyme or reason to it. If you do a lousy job, some people will sympathize with you and feel for you,&lt;br /&gt;while others will critique you harshly. If you do a fantastic job, someone will resent your ability and might&lt;br /&gt;disapprove of you on that basis alone. Some people will leave early because of an emergency. Some will fall&lt;br /&gt;asleep because they were up all night taking care of a sick child. Therefore, it's foolish and unrealistic to attempt&lt;br /&gt;to get everyone in your audience to think well of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More importantly, it's the wrong type of purpose to adopt in the first place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, the essence of public speaking is to give your audience something of value. The operative word here&lt;br /&gt;is GIVE not GET! The purpose of public speaking is not for you to get something (approval, fame, respect, sales,&lt;br /&gt;clients, etc.) from your audience. It is to give something useful to your audience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, if you do this well, you'll gain notoriety, respect, sales, and new clients. But this should never be your&lt;br /&gt;organizing purpose going in. If you focus on giving as much as you can to your audience, you will then be aligned&lt;br /&gt;with the truth about public speaking. You also will avoid one of the biggest pitfalls that cause people to&lt;br /&gt;experience public speaking anxiety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giving of yourself is rarely stressful or anxiety producing. When I give a talk to a group of people, I often imagine&lt;br /&gt;myself handing out $1,000 bills to everyone in the audience. I try to give them at least that much value. If a few&lt;br /&gt;individuals in the group reject this "gift," it no longer surprises or demoralizes me. I no longer expect anything&lt;br /&gt;different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #5--The Best Way to Succeed is Not to consider Yourself a Public Speaker!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While it may seem paradoxical, the best way to succeed as a public speaker is not to consider yourself a public&lt;br /&gt;speaker at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of us have distorted, exaggerated views of what successful public speakers do. We often assume that to&lt;br /&gt;be successful ourselves, we must strive very hard to bring forth certain idealistic qualities we presently lack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consequently, we struggle desperately to emulate those personal characteristics of other speakers which we&lt;br /&gt;wrongly believe are responsible for their public speaking success.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In other words, we try to become someone other than ourselves! We try to be a public speaker, whatever that&lt;br /&gt;image means to us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The truth about public speaking is that most successful speakers got that way by doing just the opposite! They&lt;br /&gt;didn't try to be like somebody else. They just gave themselves permission to be themselves in front of other&lt;br /&gt;people. And much to their surprise, they discovered how much fun they could have doing something most other&lt;br /&gt;people dread.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The secret, then, to their success is that they didn't try to become public speakers!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You and I can do the very same thing. No matter what type of person we are, or what skills and talents we&lt;br /&gt;possess, we can stand up in front of others and fully be ourselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I now love to speak in public. Why? Because it's one of the few times I give myself permission to fully be myself in&lt;br /&gt;the presence of others. I can be bold, compassionate, silly, informative, helpful, witty . . . anything I want. I can&lt;br /&gt;tell jokes, which I don't normally do, tell humorous or poignant stories, or do anything else that feels natural in&lt;br /&gt;the moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a result, I make much better contact with my audience. I don't drone on and on about some uninteresting&lt;br /&gt;subject. I'm alive, I'm energized, I'm fully invested in everything I say and do. That's another gift I can give my&lt;br /&gt;audience. It also allows me to tell when I've gone on too long or when the people who are listening to me begin&lt;br /&gt;to drift away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you really get good at being yourself in front of others, you can even stand up in front of a group of people&lt;br /&gt;without any idea how you're going to get across your two or three main points. Sometimes, I enjoy throwing&lt;br /&gt;myself in front of a group without knowing specifically what I'm going to say. I just focus on my three main points&lt;br /&gt;and remember I'm there to give people something of value. Then I give myself permission to say whatever comes&lt;br /&gt;to mind. In many instances, I say things I've never said before! They just come out of me spontaneously while&lt;br /&gt;"being with my audience." Sometimes, I'm truly amazed at some of the things I end up saying or doing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And you know what? People in the audience often come up to me afterward and say, "you were great, I wish I&lt;br /&gt;had the confidence to give public talks like you." That's exactly the wrong way to think. Don't try to give talks&lt;br /&gt;the way I do, or the way anyone else does. Just go out there, armed with a little knowledge and a few key&lt;br /&gt;points, and be yourself. Everything else will usually work out. It might be a little rough the first few times you try&lt;br /&gt;it, but after a while, you'll settle into some very successful ways of being that will be all yours and no one else's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #6--Humility and Humor Can Go a Long Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While each person will eventually find his or her style of public speaking, certain maneuvers can be used by&lt;br /&gt;almost everyone. Two of these, humility and humor, can go a long way to making your talks more enjoyable and&lt;br /&gt;entertaining for your audience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humor is well understood by most of us, so little needs to be said about it here. If being humorous feels&lt;br /&gt;comfortable for you, or if it fits your speaking situation, go for it. It usually works, even if you don't do it&lt;br /&gt;perfectly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By humility, I mean standing up in front of others and sharing some of your own human frailties, weaknesses, and&lt;br /&gt;mistakes. We all have weaknesses, you know, and when you stand up in front of others and show that you're not&lt;br /&gt;afraid to admit yours, you create a safe, intimate climate where others can acknowledge their personal&lt;br /&gt;shortcomings as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being humble in front of others makes you more credible, more believable, and paradoxically more respected.&lt;br /&gt;People can connect with you more easily. You become "one of them" instead of a remote expert who's head and&lt;br /&gt;shoulders above them (which you really aren't). It also sets a tone of honesty and self-acceptance, which people&lt;br /&gt;recognize in themselves as well. Don't try to do this, however, if it's not authentic for you. True humility is easily&lt;br /&gt;distinguished from the pretense of acting humble. If you pretend, your audience will perceive this and lose&lt;br /&gt;respect for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Often, humor and humility can be combined very effectively. Telling humorous stories about yourself, or using&lt;br /&gt;your own personal failings to demonstrate some point you are trying to make, can be both entertaining and&lt;br /&gt;illuminating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, if you get nervous when you stand up to speak in front of a group, or if you suddenly feel nervous&lt;br /&gt;during the middle of your talk, don't hide this fact from your audience (they can tell anyway). Be real--and&lt;br /&gt;humble--by acknowledging your fear openly and honestly. Ask your audience for forgiveness while you take a few&lt;br /&gt;moments to collect yourself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or, you can start your talk with a humorous story that produces the same effect. For example, I've seen&lt;br /&gt;speakers begin their talks by saying "What lies at the bottom of the ocean and shakes all over?" Answer: a&lt;br /&gt;nervous wreck! This is a very endearing strategy that also helps relieve speaking anxiety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #7--When You Speak in Public, Nothing "Bad" Can Ever Happen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One thing that adds to the fear of public speaking is the dread people have that something awful, terrible, or&lt;br /&gt;publicly humiliating will happen to them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What if I pass out from nervous exhaustion? What if I forget everything I intended to say and am left standing&lt;br /&gt;there, totally speechless? What if the audience hates me and begins throwing things at me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What if they all get up and leave after the first ten minutes? What if they snipe at me with harsh questions or&lt;br /&gt;comments once I'm done? What if someone in the audience tries to turn the group against me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These could be embarrassing if they occurred. Fortunately, most of them don't happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even when they do, it's useful to have a strategy in mind that has them turn out perfect. Sound difficult? It's not&lt;br /&gt;really.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found that most of the "negative" things that happen when I'm speaking can be handled by keeping this one&lt;br /&gt;simple, but powerful, principle in mind: everything that happens can be used to my advantage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If people get up and start to head for the door, I can stop what I'm doing and ask for feedback. Was there&lt;br /&gt;something about my topic, my style, or my manner of presentation that was offensive to them? Were they simply&lt;br /&gt;in the wrong room at the start and didn't know it? Did someone misinform them about what my talk was going to&lt;br /&gt;cover?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regardless of what they tell me, just stopping to deal with this situation, honestly and humbly, will often score&lt;br /&gt;points with my remaining audience. It also will give me the opportunity to learn how I am affecting people, so I&lt;br /&gt;can make any corrections that might be needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even if everyone walked out and refused to give me a reason, I could ultimately find ways to benefit from this&lt;br /&gt;experience. At the very least, I could use it as the opening for my next presentation. "You know, I gave this&lt;br /&gt;same talk the other day and everyone in the audience walked out in the first ten minutes. That's my current&lt;br /&gt;record, so I guess we'll just have to see what happens today."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The same principle holds for dealing with hecklers or people who ask harsh or confrontational questions. If you&lt;br /&gt;assume that nothing truly bad can ever happen when you're speaking in public, you'll be amazed how well you can&lt;br /&gt;relate to such events and how often you can indeed use them to your advantage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And once you've successfully used this principle many times, your anxiety about public speaking will almost&lt;br /&gt;completely go away. You'll know it will be virtually impossible for anything "bad" to happen that you won't be able&lt;br /&gt;to handle. That is a very comforting thought.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP: If you want a good role model for developing this skill, rent a video tape of Johnny Carson's opening&lt;br /&gt;monologues. He was a master at using this principle. No matter how his audience responded, Carson was always&lt;br /&gt;ready to use their response, positive or negative, to make another joke. He simply couldn't lose, even if the&lt;br /&gt;material his writers provided him was rotten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #8--You Don't Have to Control the Behavior of Your Audience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To succeed as a public speaker, you don't have to control the behavior of your audience. There are certain&lt;br /&gt;things you do need to control--your own thoughts, your preparation, arrangements for audio-visual aids, how the&lt;br /&gt;room is laid out--but one thing you don't have to control is your audience. They will do whatever they do, and&lt;br /&gt;whatever they do will usually be "perfect."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If people are fidgety or restless, don't try to control this. If someone is talking to a neighbor, or reading the&lt;br /&gt;newspaper, or falling asleep, leave them alone. If people look like they aren't paying attention, refrain from&lt;br /&gt;chastising them. Unless someone is being intentionally disruptive, there is very little you need to control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinking you need to change or control other people is a hidden cause of stress in many areas of life. This is just&lt;br /&gt;as true for relating to a group as it is for relating to your friends, spouse, children, or other acquaintances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #9--In General, the More You Prepare, the Worse You Will Do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preparation is useful for any public appearance. How you prepare, however, and how much time you need to&lt;br /&gt;spend are other matters entirely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many of the errors in thinking we've discussed so far often creep in to people's strategies for preparation. If you&lt;br /&gt;have the wrong focus (i.e., purpose), if you try to do too much, if you want everyone to applaud your every&lt;br /&gt;word, if you fear something bad might happen or you might make a minor mistake, then you can easily drive&lt;br /&gt;yourself crazy trying to overprepare your talk. In these instances, the more effort you put in, the worse you&lt;br /&gt;probably will do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the other hand, if you know your subject well, or if you've spoken about it many times before, you may only&lt;br /&gt;need a few minutes to prepare sufficiently. All you might need is to remind yourself of the two or three key points&lt;br /&gt;you want to make, along with several good examples and supporting facts and . . . BOOM you're ready to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overpreparation usually means you either don't know your subject well or you do, but you don't feel confident&lt;br /&gt;about your ability to speak about it in public. In the former instance, you'll need to do some extra research. In&lt;br /&gt;the latter, you'll need to develop trust in your natural ability to speak successfully. The only way to do this is to&lt;br /&gt;put yourself in the spotlight, over and over again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go out and solicit opportunities to speak on your subject in public. Offer to speak free or for a small fee, enough&lt;br /&gt;to cover your expenses. If you have something of value to tell others, keep getting in front of people and deliver&lt;br /&gt;it. In no time at all, you'll gain confidence. You'll also begin to respect the natural public speaker/communicato r&lt;br /&gt;within you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle #10--Your Audience Truly Wants You to Succeed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The last principle to remember is that your audience truly wants you to succeed. Most of them are scared to&lt;br /&gt;death of public speaking, just like you. They know the risk of embarrassment, humiliation, and failure you take&lt;br /&gt;every time you present yourself in public. They feel for you. They will admire your courage. And they will be on&lt;br /&gt;your side, no matter what happens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This means that most audiences are truly forgiving. While a slip of the tongue or a mistake of any kind might seem&lt;br /&gt;a big deal to you, it's not very meaningful or important to your audience. Their judgements and appraisals will&lt;br /&gt;usually be much more lenient than yours. It's useful to remind yourself of this point, especially when you think&lt;br /&gt;you've performed poorly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review Of 11 Hidden Causes Of Public Speaking Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Thinking that public speaking is inherently stressful (it's not).&lt;br /&gt;2.      Thinking you need to be brilliant or perfect to succeed (you don't).&lt;br /&gt;3.      Trying to impart too much information or cover too many points in a short presentation.&lt;br /&gt;4.      Having the wrong purpose in mind (to get rather than to give/contribute) .&lt;br /&gt;5.      Trying to please everyone (this is unrealistic) .&lt;br /&gt;6.      Trying to emulate other speakers (very difficult) rather than simply being yourself (very easy).&lt;br /&gt;7.      Failing to be personally revealing and humble.&lt;br /&gt;8.      Being fearful of potential negative outcomes (they almost never occur and even when they do, you can use&lt;br /&gt;them to your advantage).&lt;br /&gt;9.      Trying to control the wrong things (e.g., the behavior of your audience).&lt;br /&gt;10.  Spending too much time overpreparing (instead of developing confidence and trust in your natural ability to&lt;br /&gt;succeed).&lt;br /&gt;11.  Thinking your audience will be as critical of your performance as you might be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review of 10 Key Principles To Always Keep In Mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#1---Speaking in Public is NOT Inherently Stressful&lt;br /&gt;#2---You Don't Have to be Brilliant or Perfect to Succeed&lt;br /&gt;#3---All You Need is Two or Three Main Points&lt;br /&gt;#4---You also Need a Purpose That is Right for the Task&lt;br /&gt;#5---The Best Way to Succeed is NOT to Consider Yourself a Public Speaker!&lt;br /&gt;#6---Humility and Humor Can Go a Long Way&lt;br /&gt;#7---When You Speak in Public, Nothing "Bad" Can Ever Happen!&lt;br /&gt;#8---You Don't Have to Control the Behavior of Your Audience&lt;br /&gt;#9---In General, the More You Prepare, the Worse You Will Do&lt;br /&gt;#10--Your Audience Truly Wants You to Succeed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's all there is to it. Just look for these eleven hidden causes and keep the ten corresponding principles in&lt;br /&gt;mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, you will need to practice. It's extremely easy to forget the ten key principles. No matter how often&lt;br /&gt;you review them, you'll instinctively fall back into your old stress-producing patterns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is the best way to practice? Go out and speak in public. Join a local Toastmasters Group if you like. Take a&lt;br /&gt;community college course in public speaking. Better yet, offer to teach a course about something you know very&lt;br /&gt;well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just keep throwing yourself into the arena, and in no time at all, your skill, confidence, and natural ability will&lt;br /&gt;come to the surface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And remember, if you get up in front of a group and find this stressful, it only means you forgot the truth about&lt;br /&gt;what public speaking is all about. Go back and review this Report. Find out what you did wrong or what you didn't&lt;br /&gt;remember. Then go back out and speak again until you get it right. It may take time, but the long-term rewards will be impressive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Most Important Lesson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During my second month of nursing school, our professor gave us a pop quiz. I was a conscientious student and had breezed through the questions, until I read the last one: "What is the first name of the woman who cleans the school?" Surely, this was some kind of joke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I had seen the cleaning woman several times. She was tall, dark-haired and in her 50s, but how would I know her name? I handed in my paper, leaving the last question blank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just before class ended, one student asked if the last question would count toward our quiz grade. "Absolutely," said the professor. "In your careers, you will meet many people. All are significant. They deserve your attention and care, even if all you do is smile and say 'hello'." "I've never forgotten that lesson. I also learned her name was Dorothy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis makanan antikolesterol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengendalikan kolesterol agar tidak tinggi sebenarnya bisa dengan metode terapi nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan antikolesterol yang cukup banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat. Mengonsumsi makanan nabati bisa meningkatkan asupan protein nabati yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih. Ingin tahu makanan apa saja yang bersifat antikolesterol? Simak tips di bawah ini yang diambil dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jamur. Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak jahat (LDL), dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan kacang almond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kwaci tawar. Selama ini kuaci kita sepelekan, padahal berlimpah zat tembaga. Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik HDL. Seringlah makan kwaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jeruk nipis. Di antara beragam jenis jeruk, jeruk nipis atau jeruk lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produkdi LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang merah dan bawang bombai serta delima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apel. Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber betaglukan (beta glucan). Di dalam tubuh, betaglukan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri dan sayuran polong-polongan lain pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo), serta beras merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikan tuna. Termasuk sumber asam lemak omega-3 yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol jahat LDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jambu biji lokal merah. Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji lokal merah kaya likopen. Likopen ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Alpukat. Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kadar kolesterol darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tempe. Makanan rakyat ini berlimpah senyawa fitokimiawi isoflavon yang bersifat antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kacang tanah. Kacang kulit, yakni kacang tanah berkulit yang dipanggang dalam oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa 'mengunci' radikal bebas agar tidak merusak kolesterol jahat LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mangga. Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dan lain-lain), kedondong, pepaya, rambutan, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol jahat LDL teroksidasi, sehingga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-2316884193755473618?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/2316884193755473618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=2316884193755473618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2316884193755473618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2316884193755473618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/how-to-conquer-public-speaking-fear.html' title='How To Conquer Public Speaking Fear'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxIBAsEGuI/AAAAAAAAAU8/Tjhx-iPCl9Y/s72-c/4asianhotsexynudenicefuwf1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-2394567667512849959</id><published>2008-10-20T01:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:56:08.504-07:00</updated><title type='text'>SIMAKLAH DENGAN BAIK SEKALI LAGI TENTANG KONGRUEN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxHh4qC-TI/AAAAAAAAAU0/r23AVcVLCC4/s1600-h/mamta1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxHh4qC-TI/AAAAAAAAAU0/r23AVcVLCC4/s400/mamta1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259157112331893042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan terakhir Anda tidak mengatakan yang ingin Anda katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mengatakan yang tidak ingin Anda katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tidak melakukan yang ingin Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau melakukan yang tidak ingin Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengakui lewat sejarah dan kaidah-kaidah yang ada, bahwa kita memang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman kita masing-masing pun mungkin bisa ditarik generalisasi bahwa kita tidak bisa memperoleh semua yang kita mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bisa ada juga generalisasi bahwa tidak semua yang ingin kita katakan dan lakukan bisa kita kita penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menyangkut apa yang ingin kita katakan dan lakukan, akan kembali lagi ke tujuan dan hasil akhir yang ingin kita capai dengan perkataan dan tindakan kita, serta tergantung ke strategi kita masing-masing untuk mencapai hasil akhir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya kembali menyangkut PILIHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengajak sahabat sekalian untuk mengingat sekali lagi mengenai yang namanya KONGRUENSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONGRUEN terjadi saat kita berkata atau bersikap sesuai yang kita inginkan, kita berkata sesuai yang kita lakukan, kita menyusun strategi dan sasaran sesuai nilai-nilai kita, atau lebih luas lagi kita tahu bahwa ada harmonisasi antara tingkat SPIRITUAL kita, IDENTITAS diri kita, VALUES, BELIEF, KEMAMPUAN, PERILAKU, dan LINGKUNGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sensitif dan terlatih, akan dengan mudah menangkap tidak harmonisnya antara perkataan dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berarti saat kita tidak KONGRUEN, sinyalnya akan terkirim dalam berbagai bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak ditangkap dari bahasa tubuh kita dalam komunikasi langsung, bisa dari pemilihan kata-kata kita yang kadang bisa sampai tingkat ‘ngaco’, pemilihan kata yang tidak spesifik, bahkan sampai dinilai dari berbagai susunan peristiwa, serangkaian perilaku atau perkataan yang terlihat, terdengar, dan terasakan sebagai pola yang tidak&lt;br /&gt;konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari, dalam tingkat kemampuan dan sensitifitas yang berbeda, kita semua mempunyai kemampuan untuk ‘mendeteksi’ tidak KONGRUEN-nya orang lain.  Kalau Anda pernah punya ‘feeling’ bahwa seseorang berbohong, ragu dalam mempercayai seseorang, melihat atau merasakan gelagat yang Anda sebut mencurigakan, ini semua menyangkut adanya sinyal tidak KONGRUEN-nya orang lain yang kita tangkap, terlepas dari apakah itu benar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus berbohong, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kebohongan bisa berbuah kebohongan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, ini terjadi karena kita berusaha menjaga konsistensi tindakan dan perkataan kita, yang di awalnya justru tidak konsisten dengan NIAT kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kita bisa KONGRUEN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, seperti yang sering kita bicarakan di milis kesayangan kita ini: itu kembali ke PILIHAN kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, daripada mengatakan yang tidak ingin kita katakan, kita punya PILIHAN untuk belajar cara mengatakan yang ingin kita katakan, sehingga ada penerimaan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Daripada melakukan sesuatu lalu berkata lain tentang yang kita lakukan, padahal kita sendiri tahu orang lain tahu apa yang kita lakukan, kita punya PILIHAN untuk langsung mengatakan yang kita lakukan tersebut dan kalau kita ragu akan efeknya, kita juga punya PILIHAN belajar cara penyampaiannya yang lebih efektif, tanpa bersikap tidak KONGRUEN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, apabila kita terlanjur melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan janji kita yang sudah diketahui orang lain, daripada mencoba berdalih, kita punya PILIHAN untuk mengatakan terus terang bahwa kita telah berbuat tidak sesuai komitmen awal, dan minta maaf.  Ini KONGRUEN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIAT kita selalu positif, jadi apabila ada perilaku kita yang tidak sesuai dengan NIAT kita, akan ada gangguan system dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang seringkali terjadi, misalnya saat secara SPIRITUAL kita tahu itu salah, secara IDENTITAS kita tahu kita sebenarnya juga bukan orang seperti itu, secara VALUES kita juga tahu itu bukanlah yang sebenarnya kita cari, TAPI?  Ada BELIEF yang berbisik bahwa “Tidak apa-apa kok, semua orang juga berbuat begitu”, atau “Ah, kemarin saya begini juga tidak apa-apa tuh”, sehingga kita LAKUKAN juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak PILIHAN yang ada, apabila kita ingin bisa mempertahankan KONGRUENSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata orang bijak, “Kalau memang benar-benar ingin bernyanyi, kita pasti ketemu lagunya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau benar-benar mau KONGRUEN, PILIHAN akan tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau belum tahu, sumber daya luar banyak sekali tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal mau atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Hukum Archimedes&lt;br /&gt;&gt; Achmad Firdaus&lt;br /&gt;&gt; Majalah SWA edisi 1-14 Maret 2007&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Bayangkanlah kita memiliki sebuah bejana air yang sangat besar. Lalu&lt;br /&gt;&gt; letakkanlah sebuah bola plastik dan sekeping uang logam lima ratusan&lt;br /&gt;&gt; rupiah di dalamnya. Sedikit demi sedikit, tuangkanlah air ke dalam&lt;br /&gt;&gt; bejana tersebut. Apa yang akan terjadi? Uang logam lima ratusan rupiah&lt;br /&gt;&gt; akan tenggelam di dasar bejana sementara bola plastik akan terangkat&lt;br /&gt;&gt; mengapung. Dua buah peristiwa yang terjadi secara bersamaan. Dua buah&lt;br /&gt;&gt; kejadian merupakan dampak dari satu penyebab yang sama yaitu adanya&lt;br /&gt;&gt; hukum alam, yang di dalam ilmu fisika disebut Hukum Archimedes.&lt;br /&gt;&gt; Uang lima ratusan rupiah yang terbuat dari logam, jelas memiliki massa&lt;br /&gt;&gt; jenis yang lebih besar daripada air. Hal ini mengakibatkan uang logam&lt;br /&gt;&gt; akan tenggelam di dalam air. Namun bagi bola yang terbuat dari&lt;br /&gt;&gt; plastik, dia memiliki massa jenis yang lebih kecil dibandingkan air.&lt;br /&gt;&gt; Bola akan mengapung. Bola akan selalu berada di suatu ketinggian&lt;br /&gt;&gt; tertentu. Dan yang pasti, posisi bola akan selalu lebih tinggi dari&lt;br /&gt;&gt; ketinggian air itu sendiri.&lt;br /&gt;&gt; Dalam ilmu fisika, massa jenis didefinisikan sebagai fraksional antara&lt;br /&gt;&gt; jumlah satuan unit massa dan jumlah satuan unit volume, . Bila jumlah&lt;br /&gt;&gt; satuan unit massa yang mengisi setiap satuan unit volume diperbesar&lt;br /&gt;&gt; maka massa jenis menjadi besar. Sebaliknya bila jumlah satuan unit&lt;br /&gt;&gt; massa yang mengisi setiap satuan unit volume diperkecil maka massa&lt;br /&gt;&gt; jenis menjadi lebih kecil. Perubahan massa jenis juga dapat terjadi&lt;br /&gt;&gt; bila satuan unit volume bagi setiap satuan unit massa berubah. Bila&lt;br /&gt;&gt; satuan unit volume bagi setiap satuan unit massa diperkecil maka massa&lt;br /&gt;&gt; jenis menjadi lebih besar. Sebaliknya bila jumlah satuan unit volume&lt;br /&gt;&gt; bagi setiap satuan unit massa diperbesar maka massa jenis menjadi&lt;br /&gt;&gt; lebih kecil.&lt;br /&gt;&gt; Selanjutnya, bayangkanlah wadah bejana di atas adalah personifikasi&lt;br /&gt;&gt; dari sebuah prospek atau kapasitas bisnis suatu industri. Kapasitas&lt;br /&gt;&gt; industri luar biasa besar, saking besarnya kapasitas ini, kita sebut&lt;br /&gt;&gt; saja tak terbatas (unlimited).&lt;br /&gt;&gt; Ketika kita menjadi yang pertama The First di industri kita, maka&lt;br /&gt;&gt; posisi kita adalah sebagaimana bola plastik ataupun uang logam lima&lt;br /&gt;&gt; ratusan rupiah di dasar bejana. Kita dapat dengan leluasa melakukan&lt;br /&gt;&gt; bisnis. Namun seiring dengan tumbuhnya new comer di industri tersebut&lt;br /&gt;&gt; menyebabkan persaingan semakin sengit. Persaingan di industripun bisa&lt;br /&gt;&gt; jadi pertumbuhannya lebih besar dari yang kita prediksikan.&lt;br /&gt;&gt; Menyikapi hal di atas, ada dua choice bagi kita sebagai pelaku bisnis&lt;br /&gt;&gt; di industri ini. Mau jadi uang logam lima ratusan rupiah? Monggo.&lt;br /&gt;&gt; Mau jadi bola plastik ? silahkan.&lt;br /&gt;&gt; Itu semua tergantung pilihan kita. Arvan Pradiasyah pada bukunya You&lt;br /&gt;&gt; Are A Leader mengatakan seorang leader akan terlihat derajat&lt;br /&gt;&gt; ke-'leader'annya pada saat dia mengambil choice.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Jelas bagi kita, agar kita dapat berperan sebagai seorang leader di&lt;br /&gt;&gt; industri maka kita harus memilih sebagaimana bola plastik di dalam&lt;br /&gt;&gt; bejana air, bukan sebagai uang logam lima ratusan rupiah.&lt;br /&gt;&gt; Dengan berperan sebagai bola plastik, kita tidak hanya the first yang&lt;br /&gt;&gt; mengisi bejana air tetapi juga akan selalu berada di atas ketinggian&lt;br /&gt;&gt; tertentu, lebih tinggi dari ketinggian air itu sendiri, the best.&lt;br /&gt;&gt; Menarik untuk disimak adalah apa yang ditekankan oleh Jack Welch&lt;br /&gt;&gt; mantan Direktur General Electric bahwa bila lingkungan eksternal lebih&lt;br /&gt;&gt; cepat berubah dibandingkan anda maka organisasi akan berakhir (Subir&lt;br /&gt;&gt; Chowdhury, 2005).&lt;br /&gt;&gt; Bagaimana agar kita selalu berada di atas ketinggian air sebagaimana&lt;br /&gt;&gt; bola plastik? Kita harus memiliki massa jenis yang lebih kecil dari&lt;br /&gt;&gt; air. How ?&lt;br /&gt;&gt; Agar massa jenis perusahaan lebih kecil dibandingkan industrinya maka&lt;br /&gt;&gt; kita harus memperkecil satuan unit massa perusahaan atau memperbesar&lt;br /&gt;&gt; satuan unit volume perusahaan.&lt;br /&gt;&gt; Memperkecil satuan unit massa perusahaan berarti melakukan suatu&lt;br /&gt;&gt; strategi yang bersifat menyaring, memfilter atau meyeleksi.&lt;br /&gt;&gt; Menghilangkan sesuatu yag bersifat pemborosan atau efisien dalam&lt;br /&gt;&gt; operasional.&lt;br /&gt;&gt; Mengembangkan sistem recruitment yang baik sehingga hanya memilih&lt;br /&gt;&gt; karyawan yang capable dan cocok dengan budaya perusahaan saja yang&lt;br /&gt;&gt; direkrut, adalah salah satu contoh proses seleksi.&lt;br /&gt;&gt; Sebagai contoh, Nissan Motor (GB) hanya akan merekrut calon karyawan&lt;br /&gt;&gt; yang memiliki kecocokan dengan kultur perusahaan.&lt;br /&gt;&gt; Anthony Eastwood (David Clutterbuck, 2003) manajer Personnel &amp;amp; General&lt;br /&gt;&gt; Nissan Motor (GB) Limited mengatakan, "struktur dan orang-orang harus&lt;br /&gt;&gt; cocok satu sama lain, jadi kami perlu merekrut orang-orang yang kami&lt;br /&gt;&gt; rasakan sesuai dengan kultur dan struktur kami yang diberdayakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&gt; Sebagaimana diketahui NMGB memiliki struktur yang flate, setiap&lt;br /&gt;&gt; pekerja memiliki satu hingga lima macam tugas yang saling berbeda,&lt;br /&gt;&gt; bahkan saling tumpang tindih. Tidak diberlakukannya sistem job&lt;br /&gt;&gt; description di NMGB membuat setiap orang memiliki kewajiban bekerja&lt;br /&gt;&gt; tanpa ada batasan fungsi. Sistem bekerja demikian menuntut Bagian&lt;br /&gt;&gt; Personalia untuk hanya merekrut karyawan yang capable dengan budaya&lt;br /&gt;&gt; perusahaan saja.&lt;br /&gt;&gt; Demikian pula dengan apa yang dilakukan oleh Group Takaful Indonesia,&lt;br /&gt;&gt; salah satu pioner asuransi syariah di Indonesia. Dalam proses&lt;br /&gt;&gt; perekrutan karyawan, oleh karena group perusahaan beroperasi&lt;br /&gt;&gt; berdasarkan syariah maka dalam proses perekrutan dilakukan test&lt;br /&gt;&gt; syariah. Menarik juga dengan apa yang pernah penulis alami ketika&lt;br /&gt;&gt; masih bekerja di PT. Sanyo Jaya Components Indonesia, salah satu&lt;br /&gt;&gt; perusahaan Jepang terkemuka di dunia. Oleh karena budaya perusahaan&lt;br /&gt;&gt; memerlukan pekerja yang gesit maka dalam proses seleksi karyawan, ada&lt;br /&gt;&gt; satu tahapan proses seleksi berupa cara berjalan. Bila calon karyawan&lt;br /&gt;&gt; berjalan dengan lemah gemulai atau kurang bersemangat maka kita&lt;br /&gt;&gt; melihat ada satu indikasi bahwa ybs kurang gesit dalam bekerja, itu&lt;br /&gt;&gt; berarti dia kurang cocok dengan budaya perusahaan.&lt;br /&gt;&gt; Mengembangkan sistem talent management sehingga menghasilkan pekerja&lt;br /&gt;&gt; berbakat. Subir Chowdhury (2005) mengidentifikasi bahwa Talent&lt;br /&gt;&gt; Management System (TMS) dapat dengan segera mengubah suatu organisasi&lt;br /&gt;&gt; dari organisasi yang lambat dan asal-asalan menjadi pemimpin kelas&lt;br /&gt;&gt; dunia (baca juga Shobir Chowdhury, the Talent Era).&lt;br /&gt;&gt; Memperbesar satuan unit volume perusahaan adalah berarti melakukan&lt;br /&gt;&gt; strategi pengembangan yang bersifat keratif inovatip.&lt;br /&gt;&gt; Contoh kegiatan memperbesar satuan unit volume perusahaan adalah&lt;br /&gt;&gt; dengan mengembangkan budaya organisasi. Budaya organisasi adalah&lt;br /&gt;&gt; berbicara 'Bagaimana' cara perusahaan melakukan sesuatu untuk mencapai&lt;br /&gt;&gt; objective dan targetnya. Apa yang dilakukan oleh perusahaan-perusaha an&lt;br /&gt;&gt; Jepang dalam mempertahankan dominasinya di industri yaitu dengan&lt;br /&gt;&gt; mengembangkan budaya kerja Gemba Kaizen -perbaikan kontinyu di tempat&lt;br /&gt;&gt; kerja- merupakan suatu contoh bagaimana budaya organisasi menjadi alat&lt;br /&gt;&gt; yang kuat dalam membangun perusahaan. Demikian pula dengan keberadaan&lt;br /&gt;&gt; General Electric yang terus menerus berada di puncak kejayaan adalah&lt;br /&gt;&gt; tidak terlepas dari diterapkannya Six Sigma sebagai budaya kerja&lt;br /&gt;&gt; perusahaan.&lt;br /&gt;&gt; Memperkuat kapabilitas Perusahaan. Yang dimaksud dengan kapabilitas&lt;br /&gt;&gt; perusahaan adalah kapasitas perusahaan untuk belajar dan berubah atau&lt;br /&gt;&gt; beradaptasi dengan segala perubahan di lingkungan luar. Sangat menarik&lt;br /&gt;&gt; temuan yang didapat oleh Foster dan Kaplan (Foster Kaplan dalam Subir&lt;br /&gt;&gt; Chowdhury) bahwa 61 perusahaan yang tercantum pada Forbes 100 yang&lt;br /&gt;&gt; diterbitkan pada tahun 1917, ternyata sudah tidak terdata lagi di&lt;br /&gt;&gt; Forbes terbitan tahun 1987. Dari 39 perusahaan yang tersisa ternyata&lt;br /&gt;&gt; hanya 18 perusahaan yang tetap bertahan sebagai 100 perusahaan puncak.&lt;br /&gt;&gt; Penyebab dari kegalalan mereka sebagian besar oleh karena ketidak&lt;br /&gt;&gt; mampuan perusahaan dalam mengantisipasi perubahan di lingkungan luar.&lt;br /&gt;&gt; Salah satu cara yang digunakan dalam rangka meningkatan kapabilitas&lt;br /&gt;&gt; perusahaan adalah dengan membentuk team perubahan. Team ini bertugas&lt;br /&gt;&gt; memformulasikan improvement perubahan menuju perbaikan di segala lini.&lt;br /&gt;&gt; Cara lainnya yang dapat dilakukan dalam rangka memperkuat kapabilitas&lt;br /&gt;&gt; perusahaan adalah melalui pembentukan lingkungan pembelajaran.&lt;br /&gt;&gt; Lingkungan yang demikian dapat tercipta dengan membiasakan setiap&lt;br /&gt;&gt; individu di dalam organisasi saling berbagi informasi / sharing&lt;br /&gt;&gt; information. Seorang leader hendaknya tidak boleh terlalu pelit dalam&lt;br /&gt;&gt; berbagi informasi kepada lainnya.&lt;br /&gt;&gt; Tanpa adanya proses berbagi informasi, perubahan sekecil apapun akan&lt;br /&gt;&gt; sangat sulit untuk dilakukan. Mengapa demikian? Dengan informasi yang&lt;br /&gt;&gt; terbagi rata diantara anggota organisasi, maka variasi informasi&lt;br /&gt;&gt; diantara anggota organisasi menjadi kecil. Hal ini membuat terjadinya&lt;br /&gt;&gt; kesepemahaman diantara anggota organisasi. Tentu saja kesepemahaman&lt;br /&gt;&gt; ini akan mempermudah perubahan.&lt;br /&gt;&gt; Bandingkan bila variasi informasi diantara anggota organisasi sangat&lt;br /&gt;&gt; besar, tentu akan memperbesar resistansi terhadap ide perubahan.&lt;br /&gt;&gt; Organisasi akan cenderung lembam untuk berubah.&lt;br /&gt;&gt; Memperluas keterlibatan karyawan terutama dalam kontribusi ide-ide&lt;br /&gt;&gt; pengembangan organisasi, dapat meningkatkan satuan unit volume&lt;br /&gt;&gt; perusahaan menjadi bertambah besar. Dengan ditindak lanjutinya ide-ide&lt;br /&gt;&gt; pengembangan yang berasal dari karyawan maka karyawan akan merasa&lt;br /&gt;&gt; dihargai. Disamping itu ide-ide yang disampaikan oleh karyawan dapat&lt;br /&gt;&gt; dijadikan sebagai salah satu sumber ide pengembangan organisasi.&lt;br /&gt;&gt; Paparan di atas, bila kita kaji lebih jauh akan mengerucut pada proses&lt;br /&gt;&gt; pemberdayaan organisasi. Patut dikaji lebih mendalam, apa yang&lt;br /&gt;&gt; dikatakan oleh Subir Choiwdory bahwa Organisasi yang akan eksis di&lt;br /&gt;&gt; abad 21 adalah organisasi yang melakukan pemberdayaan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Penutup&lt;br /&gt;&gt; Apa yang telah disampaikan di atas bahwa agar perusahaan dapat&lt;br /&gt;&gt; berperan tidak saja sebagai the first tetapi juga the best, mereka&lt;br /&gt;&gt; harus memiliki massa jenis yang lebih kecil dari industrinya.&lt;br /&gt;&gt; Cara yang harus dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah dengan&lt;br /&gt;&gt; memperkecil satuan unit massanya, juga dapat dilakukan dengan&lt;br /&gt;&gt; memperbesar satuan unit volume perusahaan.&lt;br /&gt;&gt; Kedua kegiatan di atas dapat dilakukan dengan melakukan pemberdayaan&lt;br /&gt;&gt; perusahaan. Bila pemberdayaan dilakukan maka perusahaan akan dapat&lt;br /&gt;&gt; berperan tidak saja sebagai the first tetapi juga the best. Tetapi&lt;br /&gt;&gt; bila pemberdayaan tidak dilakukan maka perusahaan hanya dapat menjadi&lt;br /&gt;&gt; the first but not the best.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-2394567667512849959?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/2394567667512849959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=2394567667512849959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2394567667512849959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2394567667512849959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/simaklah-dengan-baik-sekali-lagi.html' title='SIMAKLAH DENGAN BAIK SEKALI LAGI TENTANG KONGRUEN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxHh4qC-TI/AAAAAAAAAU0/r23AVcVLCC4/s72-c/mamta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-3168145747974864046</id><published>2008-10-20T01:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:53:23.675-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Memberikan Kritik Untuk Atasan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxGpJ2rPRI/AAAAAAAAAUs/UbAPTZvd8hM/s1600-h/1_249396832l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxGpJ2rPRI/AAAAAAAAAUs/UbAPTZvd8hM/s400/1_249396832l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259156137695722770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasan menegur bawahan, biasa. Bawahan mengritik atasan, baru luar biasa. Namun sejalan dengan tuntutan persaingan dunia, model hubungan atasan-bawahan perlu diubah. Hubungan keduanya tidak lagi ditentukan oleh mekanisme kekuasaan, tapi lebih bertumpu pada mekanisme kerja yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran akademis, atasan memang harus berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan. Penelitian di Universitas Harvard menyebutkan, sukses-tidaknya suatu lingkungan kerja, 85% ditentukan sikap atasannya. Bila sikap atasan sangat feodalistis, birokratis dan otoriter, dipastikan akan melahirkan perusahaan yang keropos dan hubungan kerja yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, bila sikap atasan didasarkan pada kepercayaan, penghargaan dan pengakuan kompetensi, bisa diyakini, pimpinan dapat mengarahkan perusahaan menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua gaya kepemimpinan yang biasa diperlihatkan atasan. Pertama, gaya kepemimpinan transaksional, yakni&lt;br /&gt;kepemimpinan yang didasarkan pada “transaksi” untuk setiap pekerjaan yang dihadapi. Pimpinan akan memberi imbalan berupa ganjaran atau hukuman atas pelaksanaan hasil kerja yang diperintahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan transaksional lebih banyak menggunakan kekuasaan untuk menghukum bawahan bila yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan tugas yang diperintahkannya, menggunakan kewenangan untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pimpinan yang feodal dan birokratis hanya mau mendengar hal-hal yang ingin mereka dengarkan. Hal-hal yang seharusnya diketahui, justru tidak didengarkan. Maka, bawahan yang disukai adalah bawahan yang ABS (asal bapak senang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gaya kepemimpinan transformatif, yaitu kepemimpinan yang dinamis dan selalu mengadakan pembaruan. Pimpinan seperti ini akan selalu memotivasi bawahan untuk bekerja guna mencapai sasaran, karena ia sadar perannya sebagai pendorong, fasilitator dan katalisator. Dalam hal ini, orientasi pimpinan bukan memupuk kekuasaan, melainkan memuaskan pelanggan dalam arti seluas-luasnya. Pimpinan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kelangsungan inisiatif dan kreativitas bawahan, yang akan memicu berkembangnya profesionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak dua gaya kepemimpinan di atas, bukan berarti bawahan lalu menjadi objek yang bisa digiring ke kiri-kanan. Tidak demikian. Justru bawahan dituntut berperan aktif mengubah paradigma lama tentang atasan dan bawahan. Paradigma lama manajemen otokratis, birokratis dan statis harus diganti dengan budaya melayani yang dinamis, inovatif dan responsif terhadap perubahan-perubahan yang berjalan semakin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya membentuk paradigma baru tersebut adalah dengan membangun hubungan kerja atasan-bawahan melalui komunikasi yang baik dan kritik yang efektif. Komunikasi menyangkut interaksi dua arah untuk saling mengisi kelemahan dan kelebihan masing-masing, sedangkan kritik harus diartikan sebagai harapan terjadinya perubahan menuju perbaikan. Kritik menjadi masukan yang positif, dan tidak ditafsirkan sebagai tantangan atau rongrongan terhadap kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bobot kebutuhan kritik sama saja dengan kebutuhan komunikasi. Dan itu tidak harus selalu datang dari atasan. Bawahan pun berhak mengritik atasan. Yang terpenting, kritik akhirnya bisa berdampak memotivasi atasan untuk bekerja dan memberikan pelayanan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah tip mengritik atasan agar efektif dan memberikan dampak positif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pahami dan pelajari gaya kepemimpinan atasan Anda, ia tipe pemimpin yang transaksional ataukah transformatif. Dengan mengenali sikap dan gayanya, Anda akan lebih mudah masuk membuka komunikasi dan sekaligus menempatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, datanglah sebagai bawahan yang peduli dan ingin membantu atasan. Tunjukkan perhatian Anda dengan memberikan&lt;br /&gt;sikap simpati dan peduli terhadap apa yang dirasakan pimpinan, khususnya ambisinya mencetak sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, carilah waktu dan kondisi yang tepat ketika Anda mengritik. Jangan sekali-kali mengritik atasan di depan karyawan lain. Juga, jangan mengritik saat sang pimpinan dalam keadaan tertekan karena sedang menghadapi persoalan. Kritik semacam itu selain tidak efektif, malah bisa menjadi bumerang, berbalik menjadi kemarahan yang tidak ada ujung-pangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, hindari kritik tanpa argumentasi jelas. Kritik seperti ini hanya akan membuat Anda terperosok ke dalam lubang yang Anda buat sendiri. Kritik tanpa penjelasan sama artinya dengan upaya memaksakan kehendak. Apalagi, jika Anda juga minta hasil kongkret atas saran/rekomendasi yang Anda berikan. Ini mustahil dan malah akan memojokkan Anda sebagai bawahan&lt;br /&gt;yang tidak kooperatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, setelah mengritik, tunjukkan peluang keuntungan yang bisa dipetik dari saran atau rekomendasi tersebut. Namun, ingat:jangan sampai terkesan menggurui. Betapapun pimpinan masih membutuhkan penghormatan harga diri yang sepadan dengan jabatan yang diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tunjukkan kritik yang spesifik. Artinya, berikan catatan-catatan yang lugas, jelas dan menuju sasaran. Kritik yang sifatnya umum dan samar-samar justru akan menambah bingung pimpinan. Ingat, bagaimanapun isi saran dan kritik Anda akan mempengaruhi tingkat kredibilitas Anda di mata pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berguna dan selamat berjuang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do it now&lt;br /&gt;Things you're always going to do later never do get done. What you put off until someday will always be out of your reach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If anything is important enough to do someday, then it is worth starting on right now. If you're going to actually do it, then you must do it in the moment you're in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Procrastination may seem like an easy way to avoid taking action. What it really is, though, is an ever-increasing burden of guilt and regret that you place on yourself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think of how awful it feels to know that you could have done, or could be doing, but instead you waited until too late. Fortunately, there is a simple and highly effective way to ease that burden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take action now. Choose something that you have continued putting off, and go ahead and get it done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You've made many great plans and promises. Go ahead, act on them, and see how great it is to make them real.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-3168145747974864046?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/3168145747974864046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=3168145747974864046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3168145747974864046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/3168145747974864046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/bagaimana-memberikan-kritik-untuk.html' title='Bagaimana Memberikan Kritik Untuk Atasan'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxGpJ2rPRI/AAAAAAAAAUs/UbAPTZvd8hM/s72-c/1_249396832l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-8298083269438083687</id><published>2008-10-20T01:42:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T01:44:38.815-07:00</updated><title type='text'>Pede atau Egois?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEm6auRwI/AAAAAAAAAUk/A84DCxS4jk0/s1600-h/1_760963317l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEm6auRwI/AAAAAAAAAUk/A84DCxS4jk0/s400/1_760963317l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259153900168955650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ubaydillah, AN dari Team E-psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat para ahli yang diilhami kenyataan menyimpulkan bahwa rasa percaya diri atau sering diistilahkan dengan 'pede' merupakan kualitas personal yang dibutuhkan. Dengan merasa pede berarti kita sudah memulai perjalanan hidup yang berlandaskan pada keunggulan-diri, arah kiblat (direction) yang sudah kita tentukan, fokus hidup yang telah kita pilih, keputusan hidup yang telah kita ambil dan kemudian membuat kita merasa punya hak untuk mendapatkan apa yang benar-benar kita inginkan. Kekuatan pede juga membuat kita yakin bahwa tantangan apapun yang menghadang masih berada dalam kapasitas kita untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam praktek, kata pede sudah mengalami 'over-used' dan tidak jarang didefinisikan secara kabur antara pede yang kita butuhkan dan pede yang seharusnya tidak kita miliki (penyimpangan) . Orang sering salah mengalamatkan penilaian  antara pede dengan ego-centered (egoisme), menang sendiri atau merasa benar sendiri.  Padahal kalau kita telusuri sampai ke akar, perbedaan antara pede yang menyimpang dan pede yang lurus (self confidence)  bukan karena persoalan kadar melainkan murni berbeda di tingkat sumber motif. Artinya, baik praktek perilaku, sifat, dan sikap egois bukanlah karena kadar rasa percaya diri yang terlalu kuat melainkan justru karena kurang dari kadar yang dibutuhkan dan akhirnya menyimpang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pede  yang menyimpang berangkat dari sumber motif berupa perasaan yang merasa kurang (feeling of lack) secara berlebihan (excessive). Ketika orang membangun asumsi dasar tentang dirinya bahwa ia tidak memiliki kemampuan potensial yang cukup untuk diolah menjadi keunggulan guna mengalahkan tantangan atau meraih apa yang benar-benar diinginkan, maka perasaan tersebut pada kadar yang terus dibiarkan akan menggumpal bersama keyakinan bahwa untuk mendapatkan seseuatu tidak ada jalan lain lagi kecuali mengambil dari luar. Keyakinan demikian akan menghasilkan praktek yang bertabrakan dengan kepentingan orang lain yang memiliki keyakinan serupa. Di level internal, keyakinan demikian sering membuat orang merasa tidak punya alasan untuk menghargai dirinya secara positif, misalnya saja munculnya perasaan Self-laziness atau "The I cannot attitude".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pede yang yang menyimpang (cth: ego-centered, dll) juga berangkat dari sumber perasaan yang merasa takut secara berlebihan (feeling of fear). Asumsi personal yang sering dipakai adalah ketika kita mulai merasa bahwa sumber keamanan (penyelesaian masalah) berada di luar diri dan sangat terbatas jumlahnya sehingga sedikit saja tersenggol oleh kepentingan atau keinginan orang lain akan membuat  kita merasa sulit memaafkan orang tersebut seumur hidup. Kita menjadi cepat tersinggung dengan letupan amarah yang tidak terkontrol. Rasa takut yang negatif juga sering membuat pagar mental berupa ketakutan menghadapi tantangan yang merupakan risiko hidup. Kedua perasaan itulah yang kemudian menghasilkan kesimpulan rasa rendah diri (inferioritas) yang bisa ditampilkan dalam bentuk perilaku, sifat, atau sikap secara aggressive atau submissive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pede dalam arti 'self confidence' bukanlah orang yang  tidak memiliki rasa takut atau rasa kurang tetapi ia memiliki kemampuan bagaimana   menguasainya (self mastery) agar tetap berada dalam norma kadar yang bisa dikendalikan. Asumsi dasar yang digunakan berangkat dari perasaan memiliki kemampuan (self-sufficient) untuk mengatasi tantangan dan merealisasikan apa yang diinginkan. Rasa Percaya diri seperti inilah yang sebenarnya kita butuhkan. Bedanya lagi, pede yang terakhir adalah murni berupa pencapaian kualitas hidup yang diraih seseorang melalui proses usaha, sementara pede yang menyimpang bisa kita katakan sebagai limbah yang berarti untuk mencapainya tidak diperlukan proses atau usaha pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam diri kita sebenarnya sudah diciptakan kompas (patokan) yang dapat  membedakan antara pede  yang meyimpang dan pede yang benar-benar kita butuhkan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Perasaan (Emotional)&lt;br /&gt;   * Hati (Spiritual)&lt;br /&gt;   * Akal (Intellectual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kompas di atas adalah anugerah (kemampuan potensial). Agar bisa  bekerja membantu kita dibutuhkan syarat yaitu menciptakan usaha untuk mencerdaskannya secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan adalah perangkat internal untuk merasakan impuls atau stimuli (godaan &amp;amp; tawaran) yang dapat membedakan bad dan good. Perasaan tidak memiliki mata tetapi lebih banyak memiliki telinga, 'pendengaran' sehingga ketika sensitivitasnya tajam (dicerdaskan) akan membuat orang langsung  bisa merasakan mana pede yang good (confidence) di antara pede yang bad (egoism) meskipun tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati berfungsi untuk memaknai kebenaran  hukum alam yang sudah diformalkan atau yang belum. Meskipun  manusia bisa meng-elaborasi kebenaran  menjadi sekian bentuk sesuai kepentingan masing-masing, tetapi hatilah yang akan berbicara dengan 'suara hati kecil'. Dilihat dari sebutannya saja sudah bisa ditebak mengapa kita jarang mendengarkannya. Sudah lokasinya di dalam, bentuknya kecil selain itu suaranya pun kecil. Kalau tidak dicerdaskan akan membuat telinga kita (perasaan) sulit mendengarkan suara hati apalagi penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal berfungsi untuk menalar  antara materi yang tepat (correct) dan yang tidak tepat (incorrect). Akal memiliki banyak penglihatan sehingga dikatakan 'the window', pintu exit-permit yang bisa menyumbangkan muatan perasaan atau keyakinan. Patut diakui di antara penyebab penyimpangan adalah adanya pengetahuan oleh akal yang tidak bisa menghasilkan pemahaman personal secara definitive antara rasa percaya diri dan egoisme. Pengetahuan yang rancau, abstrak, dan berada pada level umum sulit mendorong kita pada  keputusan hidup yang definitif. Walhasil kita berperilaku egois karena egois yang kita pahami adalah egois dalam pengertian rasa percaya diri menurut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kompas internal di atas  dapat bekerja secara proporsional (saling mendukung-melengkap i) apabila usaha yang kita jalankan dalam rangka mencerdaskan tidak terjadi  anak-emas dan anak tiri atau anak yatim. Pengalaman mengajarkan, perlakuan dikotomis atas kompas internal di atas melahirkan sifat, watak dan perilaku yang kontradiktif  dan pincang. Ada orang yang sebagian waktunya digunakan berada di tempat ibadah dengan khusuk tetapi giliran punya persoalan air dengan tetangga perasaannya tidak berfungsi secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan adalah  persoalan manusiawi dan normal tetapi yang sering bikin abnormal adalah kebablasan yang berkelanjutan dan tidak kita perbaiki. Beberapa materi pembelajaran berikut dapat kita jadikan acuan untuk mempertebal rasa percaya diri agar tidak menyimpang ke praktek yang tidak diinginkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebiasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kebiasaan untuk mencerdaskan pikiran, perasaan, dan hati adalah kebutuhan mutlak. Tanpa dicerdaskan tidak berarti stabil sebab impuls dan stimuli dunia terus berubah di mana kalau kita tidak diiringi dengan perubahan diri akan mudah terjebak. Pikiran yang dicerdaskan dengan pengetahuan akan memperbaiki sudut pandang yang akan menjadi sumber rasa percaya diri. Perasaan yang dicerdaskan akan memperbaiki pemahaman 'merasakan' apa yang terjadi pada diri sendiri, orang lain dan dunia (wilayah kita). Hati yang dicerdaskan dengan kebiasaan memaknai akan mempertebal keyakinan bahwa semua yang kita lakukan baik atau buruk, kecil atau besar pada akhirnya akan mendapat balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa percaya diri identik dengan kekuatan pribadi (personal power) yang bisa kita bangun dengan menggunakan dua jurus yaitu menyerang dan mempertahankan. Untuk mempertebal rasa percaya diri, jurus menyerang  harus kita gunakan untuk melawan kecenderungan internal yang menawarkan godaan untuk menyimpang sementara jurus mempertahankan  kita gunakan untuk memperkuat pertahanan dari serangan luar. Penggunaan yang salah dengan membalik fungsi  akan memperlemah personal power yang berarti dapat memperlemah rasa percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Komitmen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memiliki komitmen untuk merealisasikan gagasan ke tindakan secara sirkulatif bisa mempertebal rasa percaya diri dengan syarat sampai mendapat apa yang disebut 'the moment of truth' atau sampai benar-benar berhasil. Apa yang sering menjadi persoalan adalah kita sering menggunakan ideology 'mencoba' tanpa komitmen sampai berhasil. Ideologi demikian sulit diharapkan bisa mempertebal rasa percaya diri. Bahkan kalau sering gagal lalu kita tinggalkan dengan mengganti yang lain dan akhirnya gagal juga malah akan membuat kita ragu-ragu.&lt;br /&gt;Sekelumit penjelasan di atas hanyalah mewakili dari sekian tampilan monitor sikap, perilaku dan sifat yang awalnya dibedakan pada tingkat sumber motif di dalam. Tidak kelihatan, kecil, dan sering kita anggap tidak membahayakan bagi diri kita apalagi orang lain. Meskipun demikian, Tuhan telah memberikan perangkat yang bisa membenahi sebelum akhirnya tampil di monitor. Di luar ketiga perangkat yang sudah ada, terdapat satu perangkat yang inti, yaitu kemauan. Semoga berguna. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;Attitude is Everything&lt;br /&gt;by Jim Rohn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The process of human change begins within us. We all have tremendous potential. We all desire good results from our efforts. Most of us are willing to work hard and to pay the price that success and happiness demand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Each of us has the ability to put our unique human potential into action and to acquire a desired result. But the one thing that determines the level of our potential, that produces the intensity of our activity, and that predicts the quality of the result we receive is our attitude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attitude determines how much of the future we are allowed to see. It decides the size of our dreams and influences our determination when we are faced with new challenges. No other person on earth has dominion over our attitude. People can affect our attitude by teaching us poor thinking habits or unintentionally misinforming us or providing us with negative sources of influence, but no one can control our attitude unless we voluntarily surrender that control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No one else "makes us angry." We make ourselves angry when we surrender control of our attitude. What someone else may have done is irrelevant. We choose, not they. They merely put our attitude to a test. If we select a volatile attitude by becoming hostile, angry, jealous or suspicious, then we have failed the test. If we condemn ourselves by believing that we are unworthy, then again, we have failed the test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we care at all about ourselves, then we must accept full responsibility for our own feelings. We must learn to guard against those feelings that have the capacity to lead our attitude down the wrong path and to strengthen those feelings that can lead us confidently into a better future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we want to receive the rewards the future holds in trust for us, then we must exercise the most important choice given to us as members of the human race by maintaining total dominion over our attitude. Our attitude is an asset, a treasure of great value, which must be protected accordingly. Beware of the vandals and thieves among us who would injure our positive attitude or seek to steal it away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having the right attitude is one of the basics that success requires. The combination of a sound personal philosophy and a positive attitude about ourselves and the world around us gives us an inner strength and a firm resolve that influences all the other areas of our existence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-8298083269438083687?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/8298083269438083687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=8298083269438083687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8298083269438083687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/8298083269438083687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/pede-atau-egois.html' title='Pede atau Egois?'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEm6auRwI/AAAAAAAAAUk/A84DCxS4jk0/s72-c/1_760963317l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-4387566935538520873</id><published>2008-10-20T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:41:59.254-07:00</updated><title type='text'>TENTANG KEADILAN DI TEMPAT KERJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEONXTzkI/AAAAAAAAAUc/jSvPu0_3b5c/s1600-h/682611003l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEONXTzkI/AAAAAAAAAUc/jSvPu0_3b5c/s400/682611003l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259153475758181954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tom Cannon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan menghadapi masalah rumit yang disebabkan oleh sifat dan komposisi&lt;br /&gt;pekerja yang ada di perusahaan itu. Ini terkait dengan kesempatan yang&lt;br /&gt;diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat untuk bekerja di perusahaan&lt;br /&gt;tersebut, ternyata berbeda. Hal ini tidak bisa diterima begitu saja, karena&lt;br /&gt;fungsi ekonomi perusahaan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat jika&lt;br /&gt;semua anggota masyarakat mendapat peluang yang sebanding, atau paling tidak,&lt;br /&gt;mengambil keuntunan dari penerapan fungsi tersebut. Namun tanpa disadari tak&lt;br /&gt;sedikit perusahaan memasang hambatan dan ketidakberuntungan  bagi anggota&lt;br /&gt;masyarakat tertentu, seperti wanita, etnis minoritas, dan orang-orang cacat.&lt;br /&gt;Kini perusahaan ditantang tanggung jawabnya untuk mengenyahkan&lt;br /&gt;hambatan-hambatan itu dan menempatkan keadilan sebagai agenda bisnis pada&lt;br /&gt;dekade mendatang. Dan ini sudah seharusnya dilakukan mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA CONTOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun ARCO mempunyai kebijakan perusahaan untuk "memeriksa ulang&lt;br /&gt;kinerja pemberian kerja secara merata dari sepuluh perusahaannya yang&lt;br /&gt;beroperasi". Levi Strauss mempunyai komitmen pada publik untuk&lt;br /&gt;"mempekerjakan orang tanpa mempertimbangkan ras, agama, warna kulit, jenis&lt;br /&gt;kelamin, usia, bangsa, cacat, atau penampilan". Sedangkan IBM menempatkan&lt;br /&gt;pemerataan kesempatan dalam inti nilai perusahaan. Control Data berusaha&lt;br /&gt;menolong orang-orang yang terhambat melalui motto mereka, "keuntungan&lt;br /&gt;industri adalah dengan memperluas penampungan bagi pekerja trampil". Semua&lt;br /&gt;kebijakan ini muncul sebagai akibat munculnya kesadaran sekaligus tekanan&lt;br /&gt;dari pembuat peraturan pemerintah, masyarakat, serta perkembangan pemikiran&lt;br /&gt;yang menekankan pada keadilan kesempatan. Selain itu, komitmen individu dari&lt;br /&gt;pemimpin perusahaan memainkan peranan yang penting dalam membentuk agenda&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISKRIMINASI: SIFAT DAN SKALA MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris ada tiga kelompok yang menghadapi persoalan serius dalam&lt;br /&gt;merealisasi potensinya, yaitu wanita, etnis minoritas, dan orang-orang&lt;br /&gt;cacat. Pembagian ini tidak mengurangi kesulitan yang di hadapi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita - wanita adalah sebagian terbesar dari kelompok yang menghadapi&lt;br /&gt;masalah diskriminasi. Padahal kontribusi wanita terhadap industri dunia&lt;br /&gt;terus meningkat. Persoalan yang dihadapi wanita adalah mereka bekerja&lt;br /&gt;berlebihan dalam lingkup sempit sektor industri dan hanya bisa meraih&lt;br /&gt;kelompok jabatan tertentu saja. Kehidupan pekerjaan mereka berbeda secara&lt;br /&gt;mendasar dibanding rekan pria. Wanita lebih sulit mendapatkan pekerjaan&lt;br /&gt;setelah berhenti bekerja. Kesempatan mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih&lt;br /&gt;buruk lebih besar daripada pria berusia separoh baya. Keselamatan kerjanya&lt;br /&gt;kurang. Rata-rata tingkat upah yang diterimanya hanya 70% dari rata-rata&lt;br /&gt;tingkat upah pria dengan pekerjaan yang sama. Wanita berada di pasar tenaga&lt;br /&gt;kerja kelas dua. Ini ditandai dengann upah yang rendah, jabatan yang tidak&lt;br /&gt;aman, dan kondisi kerja yang jelek. Demikian laporan dari Carter, S. dan&lt;br /&gt;Cannon, T, dalam "Women as Entrepreneurs" , tahun 1991. Dan pola semacam ini&lt;br /&gt;secara umum dapat ditemukan di seluruh Eropa. Pendidikan tidak mengurangi&lt;br /&gt;perbedaan ini. Wanita yang berpendidikan lebih tinggi tetap saja lebih buruk&lt;br /&gt;ketimbang pria yang kurang pendidikan. Tingkat pengangguran di kalangan&lt;br /&gt;wanita yang berperan sebagai orangtua tunggal lebih banyak dua atau tiga&lt;br /&gt;kali lipat daripada pria yang juga berperan sebagai orangtua tungal. Pola&lt;br /&gt;ini tidak berubah selama beberapa waktu terakhir. Mereka tetap bekerja&lt;br /&gt;dengan bayaran rendah dan ditempatkan pada posisi yang tidak terampil atau&lt;br /&gt;semi terampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis Minoritas - Kesulitan yang dihadapi etnis minoritas lebih dipersulit&lt;br /&gt;dengan adanya variasi lokal dan regional serta perbedaan antar etnis.&lt;br /&gt;Terkonsentrasinya masyarakat minoritas di bagian tertentu dalam suatu kota&lt;br /&gt;dan dengan ketrampilan mereka yang rendah, membuat mereka rentan terhadap&lt;br /&gt;perubahan ekonomi. Kesempatan mendapat pendidikan, pelatihan, dan&lt;br /&gt;pengembangan juga terbatas. Rata-rata pendidikan mereka rendah. Peran serta&lt;br /&gt;dalam program pelatihan di dalam dan di luar sangat buruk. Ada beberapa&lt;br /&gt;bukti yang menunjukkan bahwa para bos kurang suka mengirim anggota&lt;br /&gt;masyarakat minoritas ke kursus pelatihan di luar; mereka lebih suka mengirim&lt;br /&gt;anggota masyarakat mayoritas. Tingatk mendapat pendidikan tinggi juga rendah&lt;br /&gt;dan lebih sedikit lagi yang mengambil program MBA, atau program lain yang&lt;br /&gt;setara. Jumlah anggota yang menduduki jabatan manajemen senior atau menengah&lt;br /&gt;juga suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Cacat - Informasi peluang pengembangan karier penyandang cacat&lt;br /&gt;sangat buruk. Selain itu, penyandang cacat juga menunjukkan mendapat&lt;br /&gt;hambatan berupa buruknya prospek pekerjaan, kurangnya pelatihan, dan&lt;br /&gt;seriusnya masalah akses serta dukungan. Di beberapa negara, sudah diakui&lt;br /&gt;bahwa penyandang cacat bukanlah orang yang tidak beruntung. Namun,&lt;br /&gt;kenyataannya masih saja upah yang mereka terima rendah dan pengangguran yang&lt;br /&gt;tinggi. Banyak tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang cukup,&lt;br /&gt;seperti jalur yang melandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANTANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan kini dituntut untuk memperluas peluang tanpa memperhitungkan ras,&lt;br /&gt;agama, warna kulit, jenis kelamin, usia, kebangsaan, cacat, atau&lt;br /&gt;ketertarikan sosial. Dan ini menjadi tanggung jawab perusahaan. Kewaspadaan&lt;br /&gt;adalag kata kunci yang penting. Banyak manajer atau staff bagian rekruitmen&lt;br /&gt;yang tidak menyadari pola diskriminasi yang timbul dalam kegiatan mereka&lt;br /&gt;sehari-hari. Perlu membersihkan diri dari prasangka terhadap gagasan&lt;br /&gt;keadilan dan persamaan. Bagaimana pun bagi perusahaan ini berguna agar&lt;br /&gt;mereka tidak kehilangan bakat dan kemampuan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disadur dari Tom Cannon, Coporate Responsibility)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkus WAG's Nihil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata rezim pas untuk menggambarkan Fabio Capello. Namun, karena tangan besinya, sang pelatih dinilai tinggi Rio Ferdinand. Deputi kapten John Terry ini menilai masa depan Inggris lebih jelas dibandingkan Sven Goran Eriksson dengan sirkus WAG’s (wives and girlfirends) yang membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipercaya menjadi kapten timnas Inggris saat tandang ke Belarusia pertengahan pekan ini, Ferdinand menggunakan momen tersebut untuk membandingkan Capello dengan pendahulunya, terutama Eriksson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejujurnya kami menjadi agak mirip sirkus sehubungan dengan semua situasi WAG's itu. Sepertinya ada sebuah pertunjukan besar atau tontonan teater terbuka di sekitar skuad Inggris,” ucap pemain berusia 29 tahun ini di ESPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bek tengah mengaku heran karena sepakbola hampir menjadi elemen kedua ketika itu, bahkan terus terjadi di kejuaraan besar. “Orang lebih peduli pada apa yang mereka kenakan dan ke mana mereka pergi daripada tim Inggris. Hal ini menular ke dalam tim,” sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eriksson memang masih mampu membawa The Three Lions ke perempatfinal Jerman 2006. Pengaruh selubung selebritas menuai bencana di era Steve McClaren ketika gagal lolos ke putaran final Euro 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan Capello, WAG’s diabaikan. Mereka tak lagi mendominasi perhatian para pendukung dan pemain dari hal yang semestinya, football.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rezim sekarang sangat ketat. Namun, rasanya kami sedang berada di arah yang tepat. Saya tidak ingin terlalu cepat menilai, tapi bisa dilihat kami sedang memulai sesuatu. Semoga ada hasil yang lebih besar daripada di masa lalu,” lanjut Ferdinand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Don Fabio juga disebut bek didikan West Ham ini sangat profesional. “Orientasi pada hasil sangat besar, sangat mirip dengan di klub-klub kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sementara bisa dilihat. Tak melulu cantik, Tim Tiga Singa hingga laga akhir pekan lalu mencatat rekor 100 persen di kualifikasi Piala Dunia 2010. Eks bos Milan, Madrid, dan Roma ini pun tak segan mencadangkan pemain Inggris yang tampil tak maksimal. Jadi, peminggiran istri dan pacar pemain tampak wajar. (chrs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Determination&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You also have, deep inside, a "never-say-die attitude".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1883, a creative engineer named John Roebling was inspired by an idea to build a spectacular bridge connecting New York with the Long Island. However bridge building experts throughout the world thought that this was an impossible feat and told Roebling to forget the idea. It just could not be done. It was not practical. It had never been done before.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roebling could not ignore the vision he had in his mind of this bridge. He thought about it all the time and he knew deep in his heart that it could be done. He just had to share the dream with someone else. After much discussion and persuasion he managed to convince his son Washington, an up and coming engineer, that the bridge in fact could be built.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Working together for the first time, the father and son developed concepts of how it could be accomplished and how the obstacles could be overcome. With great excitement and inspiration, and the headiness of a wild challenge before them, they hired their crew and began to build their dream bridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The project started well, but when it was only a few months underway a tragic accident on the site took the life of John Roebling. Washington was injured and left with a certain amount of brain damage, which resulted in him not being able to walk or talk or even move.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We told them so."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Crazy men and their crazy dreams."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It`s foolish to chase wild visions."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone had a negative comment to make and felt that the project should be scrapped since the Roeblings were the only ones who knew how the bridge could be built. In spite of his handicap, Washington was never discouraged and still had a burning desire to complete the bridge and his mind was still as sharp as ever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He tried to inspire and pass on his enthusiasm to some of his friends, but they were too daunted by the task. As he lay on his bed in his hospital room, with the sunlight streaming through the windows, a gentle breeze blew the flimsy white curtains apart and he was able to see the sky and the tops of the trees outside for just a moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It seemed that there was a message for him not to give up. Suddenly an idea hit him. All he could do was move one finger and he decided to make the best use of it. By moving this, he slowly developed a code of communication with his wife.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He touched his wife's arm with that finger, indicating to her that he wanted her to call the engineers again. Then he used the same method of tapping her arm to tell the engineers what to do. It seemed foolish but the project was under way again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For 13 years Washington tapped out his instructions with his finger on his wife's arm, until the bridge was finally completed. Today the spectacular Brooklyn Bridge stands in all its glory as a tribute to the triumph of one man's indomitable spirit and his determination not to be defeated by circumstances. It is also a tribute to the engineers and their team work, and to their faith in a man who was considered mad by half the world. It stands too as a tangible monument to the love and devotion of his wife who for 13 long years patiently decoded the messages of her husband and told the engineers what to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps this is one of the best examples of a never-say-die attitude that overcomes a terrible physical handicap and achieves an impossible goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-4387566935538520873?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/4387566935538520873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=4387566935538520873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4387566935538520873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/4387566935538520873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/tentang-keadilan-di-tempat-kerja.html' title='TENTANG KEADILAN DI TEMPAT KERJA'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxEONXTzkI/AAAAAAAAAUc/jSvPu0_3b5c/s72-c/682611003l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-2834436521669941148</id><published>2008-10-20T01:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:39:49.500-07:00</updated><title type='text'>Memupuk Rasa Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxDtrP_kxI/AAAAAAAAAUU/iWZtxvTAVbE/s1600-h/topqueen_jp_gv06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxDtrP_kxI/AAAAAAAAAUU/iWZtxvTAVbE/s400/topqueen_jp_gv06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259152916844876562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Oleh Jacinta F. Rini dari Team e-psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi  atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri  dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut.  Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, “dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?” ada juga yang berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!” Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat&lt;br /&gt;perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurang percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanya an inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun  terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Percaya akan kompetensi/kemampua n diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain,&lt;br /&gt;   * Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok&lt;br /&gt;   * Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri&lt;br /&gt;   * Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)&lt;br /&gt;   * Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/menghara pkan bantuan orang lain)&lt;br /&gt;   * Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya&lt;br /&gt;   * Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok&lt;br /&gt;   * Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan   &lt;br /&gt;   * Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri – namun  di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri&lt;br /&gt;   * Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif&lt;br /&gt;   * Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil&lt;br /&gt;   * Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)&lt;br /&gt;   * Selalu menempatkan/ memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu&lt;br /&gt;   * Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan  pengakuan/penerimaa n serta bantuan orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Rasa Percaya Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Asuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya&lt;br /&gt;diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingk an anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut.  Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di&lt;br /&gt;jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial.  Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai,&lt;br /&gt;dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri – mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Pikir Negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua&lt;br /&gt;negativisme itu berasal.  Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu”). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.&lt;br /&gt;   * Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek”&lt;br /&gt;   * Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.&lt;br /&gt;   * Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas  dikritik.&lt;br /&gt;   * Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti “saya memang bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb....&lt;br /&gt;   * Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.&lt;br /&gt;   * Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa  menjadi orang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memupuk Rasa Percaya Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan&lt;br /&gt;diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Evaluasi diri secara obyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.  Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/ meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua&lt;br /&gt;itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Positive thinking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di&lt;br /&gt;re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan self-affirmation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Saya pasti bisa !!&lt;br /&gt;   * Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !&lt;br /&gt;   * Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu  saya memahami tantangan&lt;br /&gt;   * Sayalah yang memegang kendali hidup ini&lt;br /&gt;   * Saya bangga pada diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berani mengambil resiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan.&lt;br /&gt;Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki,&lt;br /&gt;kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu,&lt;br /&gt;belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup&lt;br /&gt;Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menetapkan tujuan yang realistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri.  Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/ overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.&lt;br /&gt;Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat).&lt;br /&gt;Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti&lt;br /&gt;kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is It Any Wonder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That the world is filled with pain,&lt;br /&gt;When man sets aside its beauty,&lt;br /&gt;For his own material gain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That lovers' hearts grow dim,&lt;br /&gt;When they do not hold in honor,&lt;br /&gt;The love that's found within?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That the homeless often fail,&lt;br /&gt;When they're forced out of house and home&lt;br /&gt;To seek another trail?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That nature falls to ruin and rubble,&lt;br /&gt;Because we drain it thoughtlessly,&lt;br /&gt;Allowing it to crumble?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That children go astray,&lt;br /&gt;Because we did not take the time,&lt;br /&gt;To show them the proper way?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That evil's strong and bold,&lt;br /&gt;When we can't see any goodness,&lt;br /&gt;And we let our hearts grow cold?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;Racism thrives, my friend,&lt;br /&gt;When we cannot see the person,&lt;br /&gt;Just the color of his skin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;That friendships die and fade,&lt;br /&gt;When we forget the reasons,&lt;br /&gt;Why they first were made?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;Our world has been polluted,&lt;br /&gt;When we allow our industries,&lt;br /&gt;To strip it and permute it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;There's so much grief and sorrow,&lt;br /&gt;That we don't even seem to care,&lt;br /&gt;What will take place tomorrow?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;We see no value in our brothers,&lt;br /&gt;And we hold ourselves too far above,&lt;br /&gt;The many needs of others?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;Our world is like it is,&lt;br /&gt;When all we do is grumble,&lt;br /&gt;And no action do we give?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it any wonder&lt;br /&gt;We wait in fear of Judgment Day,&lt;br /&gt;When we do the things we do,&lt;br /&gt;Then forget the way to pray?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a positive day!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut Les Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendatang baru di Inggris, Andrea Dossena mengakui beberapa masalah yang dialaminya ketika pindah dari Italia ke negeri Ratu Elizabeth itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Proses adaptasi adalah sesuatu yang normal. Apalagi semua serbabaru: sepakbola maupun kehidupan sehari-hari. Untungnya saya cukup mengerti bahasa Inggris. Tetapi, saya tetap mengambil les bahasa Inggris dua atau tiga kali seminggu untuk mengasah kemampuan,” ungkap Dossena kepada Guerin Sportivo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain kelahiran Lodi ini menambahkan bahwa terkadang ia merindukan beberapa aspek tanah kelahirannya. Hal-hal sederhana pun cukup untuk menjadi persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya rindu berbagai persoalan kecil yang ternyata penting, seperti cara hidup orang-orang Italia atau kebiasaan mencari makanan di Udine. Saya baru menyadari betapa pentingnya hal-hal kecil ini setelah mereka hilang,” cetus Dossena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-2834436521669941148?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/2834436521669941148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=2834436521669941148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2834436521669941148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2834436521669941148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/memupuk-rasa-percaya-diri.html' title='Memupuk Rasa Percaya Diri'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxDtrP_kxI/AAAAAAAAAUU/iWZtxvTAVbE/s72-c/topqueen_jp_gv06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-6452467065240880801</id><published>2008-10-20T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:36:12.177-07:00</updated><title type='text'>Jadi Apa Kita?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxC5AFi7eI/AAAAAAAAAUM/4bh8ViFaNO8/s1600-h/Jessica-Alba-32.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxC5AFi7eI/AAAAAAAAAUM/4bh8ViFaNO8/s400/Jessica-Alba-32.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259152011905134050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We change the world not by what we say or do, but as a consequence of what we have become."&lt;br /&gt;- Dr. David Hawkins&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita bertemu dengan orang yang berkata maupun melakukan hal-hal yang diklaim sebagai tindakan mulia, sosial, sesuatu untuk orang banyak, untuk merubah bangsa, memotivasi, merubah orang lain menjadi lebih baik, dan sejenisnya.  Ungkapan David Hawkins di atas telah membuat saya berpikir mengenai ‘orang-orang’ yang berkata atau berbuat sesuatu yang dipersepsikan seperti di atas, entah menurut pendapat sendiri atau dipersepsikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa orang yang saya tahu mementingkan apa yang mereka katakan atau lakukan dalam konteks tersebut, setidaknya itu yang mereka percayai atau coba untuk percayai, tapi mereka sendiri tidak mementingkan menjadi ‘manusia seperti apa’ mereka.  Artinya mereka terus-menerus berkoar-koar, bahkan mungkin benar-benar melakukan hal-hal yang oleh ukuran banyak orang sebagai hal yang benar, tapi di belakang mereka sendiri menjadi manusia yang oleh ukuran banyak orang bukan sebagai manusia yang benar.  Ini seperti mempunyai dua kepribadian yang kontradiktif.  Jekyll and Hyde.  Beberapa orang tahu, terutama yang dekat dengan mereka, tapi lebih banyak orang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kita tahu dan mungkin kenal orang-orang yang di belakang layar menjadi ‘manusia’ dengan sikap yang dipaksakan atau dipercayainya sebagai manusia yang benar - walau kalau dinilai dengan ukuran kolektif sebagai manusia yang tidak benar, tapi merasa bahwa jati dirinya ini benar, karena apa yang dikatakan dan dilakukan di dunia luar dirinya dirasakannya sebagai benar juga, dan seolah menjadi pembenarannya. Seorang yang terus-menerus berteriak mengenai kegiatan sosial, melakukan hal-hal yang tampak sosial, di belakang layar ternyata adalah MANUSIA yang penuh ketakutan akan perolehan materil. Seorang yang berkoar-koar dan melakukan banyak hal yang menunjukkan kesucian, di belakang layar ternyata menjadi MANUSIA dengan moral yang melawan kesucian.  Seorang yang mengajarkan dan terlihat di dunia luar menjalankan positive thinking, tapi di belakang layar, mereka menjadi MANUSIA yang serba pesimis dan berpikir negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN hari ini, PIKIRKAN juga bertumbuh jadi manusia seperti apa kita.  Karena konsekuensinya lebih besar dari apa yang kita katakan dan lakukan di dunia luar. Kita yang tahu SIAPA MANUSIA di dalam kita.  Kita yang tahu TANGGUNG JAWAB seperti apa yang kita emban. Bukan hanya menengok keluar dan menyombongkan apa yang telah kita katakan dan lakukan di dunia luar.  WE CAN’T GIVE WHAT WE DON’T HAVE – kita tidak dapat memberikan sesuatu yang tidak kita miliki.  Bagaimana memberikan kebenaran atau kebaikan kalau kita sendiri tidak memiliki kebaikan atau kebenaran?  Bagaimana mengatakan atau melakukan sesuatu yang benar dalam ukuran kolektif kalau kita sendiri menjadi MANUSIA TIDAK BENAR untuk ukuran yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari RENUNGKAN, sahabatku.  Di dalam hati dan pikiran kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salary Negotiation Do's and Don'ts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Randall S. Hansen, Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are the keys to successful salary negotiation. Follow these simple rules and you should achieve success in this important strategic tool of job-hunting. But remember, all negotiation carries risk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Do make sure you've done your research on the salary you should expect for the position you're seeking. And do use sources&lt;br /&gt;   * Don't bring up salary before the employer does. And do delay salary negotiation for as long as possible (until you know exactly what the position entails).&lt;br /&gt;   * Do be aware of your strengths and achievements. And do be sure to demonstrate the value you'll bring to the employer.&lt;br /&gt;   * Do let the employer make the first salary offer. And do, if asked, say you expect a salary that is competitive with the market -- or give a salary range that you find acceptable.&lt;br /&gt;   * Don't inflate your current earnings just to get a higher salary offer.&lt;br /&gt;   * Don't feel obligated to accept the first salary offer. And do negotiate salary if the offer made is inadequate.&lt;br /&gt;   * Do thank the employer for the offer when it is made, but don't try to negotiate right after the offer is made. Do take the time to consider all factors before making any job offer decisions.&lt;br /&gt;   * Don't get overly aggressive in negotiating the salary you want.&lt;br /&gt;   * Don't just focus on salary.&lt;br /&gt;   * Do try to obtain other concessions (shorter review time, better title, better workspace) or benefits (bonuses, vacation time) if you aren't successful at negotiating a salary you want.&lt;br /&gt;   * Don't enter salary negotiations as part of an ego trip or part of a game.&lt;br /&gt;   * Don't accept the first acceptable salary offer you receive if you're not sure about the job or the company.&lt;br /&gt;   * Do get the offer in writing.&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah Kita Mengenang Kebaikan Orang-orang Dalam Kehidupan Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terhitung mungkin jumlahnya orang yang masuk dan keluar dalam kehidupan kita. Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras. Ada yang telah lama berjalan beriringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati. Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada. Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan manik-manik pembentuk mosaik catatan sejarah yang menggoreskan setiap relung dinding hari kita. Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai. Atau kita salah lihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup&lt;br /&gt;kita. Kenanglah segala bentuk kebaikan yang mereka torehkan serta kebaikan yang mungkin tersembunyi di balik tabir kekecewaan. Mereka adalah orangtua, guru, atasan, bawahan, tetangga, sanak dan kerabat, teman bahkan seorang sahabat yang begitu berpengaruh dan mewarnai perjalanan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tiada salah kita  mengenang mereka  yang pernah kita anggap musuh, membuat goresan luka hati atau pengkhianat sekalipun. Atau yang tak pernah kita tahu nama dan wajahnya. Bagaimana pun mereka telah turut memahat pribadi kita; menyapukan tinta pada lukisan hidup kita; menyiangi tanaman jiwa kita, dan sedikit banyak memberikan cemeti untuk mendorong kita menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Kenanglah dalam genangan cinta yang tak bertepi. Hanya dalam tatapan cintalah kita bisa memandang indahnya kehidupan ini. Karena tiada secuilpun hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayanglah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya banyak diantara kita lebih suka menghapus jasa orang lain dan yang menyedihkan hanya karena tak dapat orang lain sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan egonya. Dengan demikian, bagaimana mungkin kita berharap orang lain akan menghargai jasa yang kita perbuat sementara kita sendiri tidak pernah belajar untuk menghargai atau bahkan mengingatpun tak kita lakukan. (Mohamad Yunus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Promise Yourself&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be so strong that nothing can disturb your peace of mind;&lt;br /&gt;To talk health, happiness, and prosperity to every person you meet;&lt;br /&gt;To make all your friends feel that there is something in them;&lt;br /&gt;To look at the sunny side of everything and make your optimism come true;&lt;br /&gt;To think only the best, to work only for the best, and to expect only the best;&lt;br /&gt;To be just as enthusiastic about the success of others as you are about your own;&lt;br /&gt;To forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future;&lt;br /&gt;To wear a cheerful countenance at all times and give every living creature you meet a smile;&lt;br /&gt;To give so much time to the improvement of yourself that you have no time to criticize others;&lt;br /&gt;To be too large for worry, too noble for anger, too strong for fear; and too happy to permit the presence of  trouble;&lt;br /&gt;To think well of yourself and to proclaim this fact to the world, not in loud words, but in great deeds;&lt;br /&gt;To live in the faith that the whole world is on your side so long as you are true to the best that is in you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut Krisis Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan terkini ekonomi dunia membuat Andrea Dossena khawatir. Merembesnya krisis finansial ke dalam dunia sepakbola itu disangkal sebagian klub BPL, tetapi Dossena yakin dunia sepakbola Inggris akan merasakan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai contoh, Barclays kehilangan banyak uang hanya dalam beberapa jam. Padahal bank itu salah satu yang terbesar Inggris dan sponsor utama BPL,” cetus pemain kelahiran 11 September 1981 ini seperti dikutip skysports.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya pun prihatin dan mengungkapkan bahwa jika krisis ini terjadi sebelum ia pindah ke Inggris, ia akan berpikir dua kali sebelum menandatangani kontrak di Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secara finansial, semua klub Inggris tampak aman. Organisasi dan solidaritas klub terlihat sangat baik. Akan tetapi, beberapa bank terjerat dalam utang besar. Setelah itu, West Ham merasakan dampak langsung krisis perbankan sehingga keuangan klub hampir ambruk dan mungkin harus dijual,” cetus Dossena kian khawatir. (cw-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-6452467065240880801?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/6452467065240880801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=6452467065240880801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6452467065240880801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6452467065240880801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/jadi-apa-kita.html' title='Jadi Apa Kita?'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxC5AFi7eI/AAAAAAAAAUM/4bh8ViFaNO8/s72-c/Jessica-Alba-32.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-706440508491537514</id><published>2008-10-20T01:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:28:15.862-07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA MEMBERIKAN KEPERCAYAAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxBAMFoGAI/AAAAAAAAAUE/goZnOJgSwMo/s1600-h/1_377539462l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxBAMFoGAI/AAAAAAAAAUE/goZnOJgSwMo/s400/1_377539462l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259149936362526722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Diane Tracy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip: Berdayakan karyawan dengan memberikan kepercayaan sehingga mereka lebih percaya pada diri sendiri. Kepercayaan sangat penting untuk membina  hubungan yang sehat. Dengan mempercayai karyawan, anda membantu  mereka untuk merasa aman dan diterima yang membantu mereka mencapai prestasi kerja yang terbaik. Bila karyawan merasa aman, mereka akan lebih bebas dan tidak merasa ragu-ragu dalam melaksanakan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karyawan merasa tidak  dipercaya, mereka akan selalu dibayangi ketakutan. Ketidakmampuan seorang manajer dalam mempercayai karyawannya biasanya dikarenakan mereka hanya memperhatikan penampilan luar karyawan. Mereka seharusnya berusaha dengan tenang mengumpukan berbagai fakta dan menilai situasinya secara obyektif. Bila hanya itu yang menjadi ukuran, maka karyawan akan menggunakan waktu dan tenaganya untuk memanipulasi penampilan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Bedakan antara kepercayaan terhadap karakter dan kepercayaan terhadap&lt;br /&gt;     kemampuan karyawan. Anda dapat mempercayai karyawan berdasarkan karakter atau integritasnya dan berdasarkan kemampuannya. Ada orang yang memiliki integritas tinggi namun kemampuannya biasa-biasa saja. Mereka ingin bertindak dengan tulus demi kepentingan tugas dan perusahaan, tetapi seringkali terhambat oleh kemampuannya. Sebaliknya, ada orang yang memiliki kemampuan tinggi namun motif dan hasratnya mungkin tidak begitu murni, sehingga menjadi kendala&lt;br /&gt;     bagi dirinya untuk memanfaatkan bakat dan kemampuannya secara bijaksana. Tentukan sejauh mana anda dapat mempercayai karyawan anda. Kaitkan kedua&lt;br /&gt;     kriteria di atas dalam mengambil keputusan. Pusatkan perhatian agar anda dapat memperoleh gambaran yang realistis mengenai karyawan yang bersangkutan. Biasanya lebih mudah memberikan ketrampilan pada karyawan daripada mengubah karakternya.&lt;br /&gt;   * Kepercayaan harus diraih berkat usaha keras. Jangan percaya secara menmbabi buta. Kepercayaan adalah sesuatu yang harus diperoleh karyawan dengan bekerja keras. Pastikan karyawan anda menyadari hal ini. Ada dua pendekatan dalam memberikan kepercayaan. Pertama, "Saya akan mempercayai anda sampai anda dapat membuktikan bahwa anda tidak layak mendapat kepercayaan saya." Kedua, "Saya tidak akan mempercayai anda sampai&lt;br /&gt;     anda dapat membuktikan bahwa anda layak mendapatkannya. " Pada dasarnya setiap orang itu baik dan ikhlas melaksanakan tugasnya. Bila anda mengharapkan karyawan anda bekerja baik, maka gunakan landasan tersebut untuk membina hubungan kepercayaan.&lt;br /&gt;   * Jangan hanya berkata-kata, Tunjukkan kepercayaan anda. Tak cukup anda hanya berkata, "saya percaya pada anda." Anda harus menunjukkannya. Ada beberapa cara menunjukkan kepercayaan anda pada karyawan; misal: a--Berikan tugas-tugas penting. Jumlah dan kadar pentingnya tugas yang anda limpahkan menjadi tolok ukur sejauh mana anda menaruh kepercayaan pada karyawan anda. b--Limpahkan tanggung jawab. Dengan memberikan tanggung jawab berarti anda&lt;br /&gt;     siap menambah wewenang pada karyawan.&lt;br /&gt;   * Berikan Kebebasan. Bila anda berkata anda percaya namun anda terus membayang-bayangi mereka, anda masih belum memberikan kepercayaan itu. Berikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja sendiri.&lt;br /&gt;   * Berikan kesempatan untuk berhubungan dengan pimpinan yang lebih tinggi. Ada manajer yang sengaja menyembunyikan karyawan dari manajer puncak karena&lt;br /&gt;     takut mereka melakukan kesalahan atau hal yang bodoh di depan pimpinan.&lt;br /&gt;     Biasanya, tindakan ini mencerminkan ketakutan manajer itu sendiri. Salah&lt;br /&gt;     satu bentuk kepercayaan besar yangmengesankan karyawan adalah memberikan&lt;br /&gt;     kesempatan bagi mereka untuk berhadapan dengan pimpinan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;   * Bila karyawan menyalahgunakan kepercayaan. Ada saja karyawan yang menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan pada mereka. Bila kesalahan mereka tidak merugikan, maka berbicaralah pada karyawan tersebut. Jelaskan mengenai kesalahannya dan cari tahu mengapa ia melakkan itu. Tunjukkan akibat kesalahannya. Katakan bahwa mungkin tujuannya baik dan yakin ia masih dapat dipercaya untuk melakukan tugas-tugasnya di&lt;br /&gt;     masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kesalahannya disebabkan oleh motif yang keliru, maka ini masalah integritas. Ini tidak mudah diatasi. Oleh karena itu anda harus tegas mengatakan bahwa ia harus berusaha keras untuk memperoleh kepercayaan itu kembali. Jangan ragu-ragu untuk mengambil tindakan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diadaptasi dari "The Power Pyramid: How to Get Power by Giving It Away", Diane Tracy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawati : Bagaimana sikap bapak thd isu laptop yg sedang ramai dibicarakan ini, pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR : Saya pribadi dengan tegas M-E-N-O-L-A- K!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawati : Alasan bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR : Masak mau diberi laptop. Utk apa ? Itu suatu pelecehan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawati : Maksud bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR : Emangnya saya bencong apa mau pakai laptop!  Ide gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawati : Oooo.. mungkin yg bapak maksud “tank top” ya? … maaf pak, yg ini “laptop” paaak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE POWER WITHIN YOU&lt;br /&gt;oleh : Muk Kuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can find this article in these following site :&lt;br /&gt;http://www.andriewo ngso.com /artikel/view. php?ArtID= 189&lt;br /&gt;http://ignatiusmk. blogspot. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah festival kesenian seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.&lt;br /&gt;Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"&lt;br /&gt;Kemudian si penjual balon berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah gas yang terdapat dalam balon tersebut.&lt;br /&gt;Cerita yang begitu luar biasa ini saya kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win. Pada dasarnya balon dalam cerita tersebut sama seperti manusia.&lt;br /&gt;Manusia dapat berhasil mencapai puncak kesuksesan karena kekuatan yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil dari sebelumnya ?&lt;br /&gt;P = Positive&lt;br /&gt;Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita. Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, konsekuensinya apa yang dihasilkan dari pikirkan tersebut tidak akan positif.&lt;br /&gt;O = Optimist&lt;br /&gt;Melihat kondisi sulit, mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita, mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Manusiawi sekali memang, tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?, Seumur hidup ? Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi. Gagal dan mengalami penolakan sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.&lt;br /&gt;W = Willingness&lt;br /&gt;Yakin saja tidak cukup, seseorang memang harus ada kemauan dan action untuk mewujudkannya. Kalau ditanya mau berhasil ?, pasti semua mau berhasil. Tapi kata orang bijak will is not enough, you have to do. Kalau memang sudah tidak ada kemauan berhasil, ini perkara sudah repot. Orang tersebut harus menolong dirinya sendiri&lt;br /&gt;E = Enthusiasm&lt;br /&gt;Manusia kalau tidak punya antusiasme sama seperti mobil kehabisan bensin. Sebagus dan semahal apapun mobilnya kalau tidak ada bensin percuma saja. Sama seperti kita kalau punya impian yang luar biasa, mind-set yang positif, tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.&lt;br /&gt;R = Refill&lt;br /&gt;Batu baterai saja ada waktunya habis, apalagi dengan kekuatan dalam diri kita. Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah. Apa yang harus kita lakukan ?&lt;br /&gt;Isi ulang (refill) kekuatan Anda. Dengan apa ?&lt;br /&gt;Isi dengan sesuatu yang mampu meningkatkan power Anda kembali. Baca buku, fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.&lt;br /&gt;Jadi jangan khawatirkan latar belakang Anda, apapun pendidikan Anda baik itu lulusan lokal maupun lulusan impor, pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada POWER yang ada dalam diri Anda.&lt;br /&gt;Selamat mengembangkan Power Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Cukup Pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada seorang yang sangat pintar, “Bagaimana rasanya menjadi orang yang begitu pintar seperti Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya tersenyum dan menjawab, “Saya bisa saja katakan kepada Anda, tapi toh Anda tidak akan mengerti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Membuat Kamu Yakin?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda kenal seorang teman yang berargumentasi mengenai apapun. Ia akan menemukan alasan untuk berargumentasi dalam pernyataan apapun, sampai Anda mungkin yakin ia seorang Master-nya Meta Model NLP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda menyapa-nya “GOOD MORNING”, ia akan berhenti dan berkata “Apa yang membuat kamu yakin ini sebuah morning yang GOOD?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian Pelatih di Osasuna&lt;br /&gt;Ambisi Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam partai tanpa kemenangan cukup untuk dijadikan alasan bagi Osasuna guna memecat Jose Angel Ziganda pada awal pekan ini. Arsitek tim berusia 42 tahun itu menjadi pelatih kedua yang kehilangan pekerjaannya selama La Liga 2008/09.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ziganda tidak menyangka bakal didepak ketika kompetisi La Liga baru melewati jornada 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keputusan ini sungguh mengejutkan. Saya tahu keadaan saat ini cukup buruk karena setelah melewati beberapa pertandingan kami tak kunjung bisa memetik kemenangan. Namun, saya pikir mereka bakal memberikan ultimatum sebelum melakukan pemecatan,” sesal Ziganda dalam situs Goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada media, Ziganda menyesalkan sikap para petinggi klub yang tidak mau bersabar. Pelatih yang menangani Osasuna sejak 2006 itu yakin mampu meningkatkan prestasi anak buahnya jika diberi waktu lebih lama oleh manajemen klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak pernah menang dan tim perlu perubahan. Itulah alasan yang diberikan pihak klub. Sebagai pelatih, kami butuh waktu untuk memperbaiki kinerja semua pemain, tetapi klub menginginkan hasil. Di tengah tekanan besar, kesalahan selalu ditimpakan kepada pelatih,” ucap Ziganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osasuna tidak butuh waktu lama untuk mencari pengganti Ziganda. Sehari setelah memberhentikan Ziganda, pihak klub langsung menunjuk Jose Antonio Camacho sebagai arsitek tim baru bagi Hector Font cs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan Ziganda, reputasi Camacho jelas lebih mentereng. Entrenador kelahiran 8 Juni 1955 itu sempat membawa tim nasional Spanyol ke perempatfinal Euro 2000 dan Piala Dunia 2002. Ia juga pernah menukangi sederet klub elite macam Real Madrid dan Sevilla, plus membawa Benfica meraih gelar Piala Portugal 2003/04.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor itulah yang membuat manajemen klub optimistis Camacho mampu mengangkat derajat Osasuna ke papan atas. Ia dipercaya untuk menangani Osasuna hingga Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Camacho datang ke Estadio Reyno de Navarra dengan ambisi besar. Pelatih yang menjadi komentator di televisi selama Piala Eropa 2008 itu yakin bakal mampu melakukan perubahan signifikan dalam tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tahu bahwa kami akan menghadapi banyak kesulitan. Tapi, kami yakin akan mendapat dukungan banyak pihak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada di depan mata kami,” ucap Camacho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eks pemain belakang Madrid itu juga berjanji untuk memperbaiki performa setiap pemain Osasuna. Syaratnya mereka kudu mengikuti dan beradaptasi dengan gaya kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya belum tahu apa yang bakal berubah, tetapi para pemain harus beradaptasi dengan gaya kerja yang saya terapkan. Saya sangat penuntut sehingga mereka wajib memberikan seluruh kemampuan,” tegasnya. (Wieta Rachmatia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-706440508491537514?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/706440508491537514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=706440508491537514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/706440508491537514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/706440508491537514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/bagaimana-memberikan-kepercayaan.html' title='BAGAIMANA MEMBERIKAN KEPERCAYAAN'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPxBAMFoGAI/AAAAAAAAAUE/goZnOJgSwMo/s72-c/1_377539462l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-5660221364144610881</id><published>2008-10-20T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:23:03.802-07:00</updated><title type='text'>Cerita Dua Pilihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw_vbmUAjI/AAAAAAAAAT8/A1CV5lPyuiA/s1600-h/1_353341890l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw_vbmUAjI/AAAAAAAAAT8/A1CV5lPyuiA/s400/1_353341890l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259148548956750386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana&lt;br /&gt;layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu. Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan&lt;br /&gt;mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut: Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya&lt;br /&gt;padaku, "Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti'&lt;br /&gt;Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka? Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay. Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang&lt;br /&gt;pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher. Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.&lt;br /&gt;Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!" Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay" Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia. Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan pendidikan atau kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir bahwa kita semua dapat membuat perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAPTOP UNTUK ANGGOTA DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesian deh vendornya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba, laptopnya salah."&lt;br /&gt; Customer Service: "Salah gimana pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Laptopnya nggak mau hidup."&lt;br /&gt; CS: "Sudah tekan tombol power pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Tombol powernya sebelah mana mba?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?"&lt;br /&gt; Customer service: "Nggak bisanya kenapa?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar."&lt;br /&gt; Customer service: "Pesan errornya apa pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama  sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Customer service: "Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer)."&lt;br /&gt; Customer service: "Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau&lt;br /&gt; hotspot, mungkin settingnya ada yang salah."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "ISP itu apa sih mba?"&lt;br /&gt; Customer service: "Wah ini sih 50 x 2 pak.."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Apa tuh mba?"&lt;br /&gt; Customer service: "CAPE' DEH!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba' saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?"&lt;br /&gt; Customer service: "Nggak bisa kenapa pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Customer service: "Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Oooo...oke deh.., saya coba dulu." &lt;tunggu beberapa="" menit=""&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?"&lt;br /&gt; Customer service: "Maksudnya?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan&lt;br /&gt; atau ejaan huruf 'delapan'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Customer service: "Ketik ini aja pak..C Spasi D."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Apa tuh?"&lt;br /&gt; Customer service: "CAPE' DEH !!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba' kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?&lt;br /&gt; CS: "Ada dvd playernya kan pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Sebelah mana tuh mba?"&lt;br /&gt; CS: "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya&lt;br /&gt; nanti, piringan discnya keluar."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin."&lt;br /&gt; CS: "Kok bisa patah?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Saya kira tempat buat naruh gelas minuman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Komputer saya rasanya kena virus"&lt;br /&gt; CS: "Virus apa tuh pak?"&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer."&lt;br /&gt; CS: "Itu mungkin salah setting pak."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin&lt;br /&gt; printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan "searchng printer not found." Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa&lt;br /&gt; lihat printer."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CS: "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Lho..kok begitu?"&lt;br /&gt; CS: "TAPE DEH !!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?"&lt;br /&gt; CS: "Bapak cari aja di google."&lt;br /&gt; Anggota DPR: "Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Capeeek deeehhh..... ......... .... !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Anjlok, Tetap Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah argumen yang diberikan Alisher Usmanov untuk Arsenal. Biarpun kekayaannya surut cukup banyak, oligarkis Uzbekistan ini tak mau melepas bentuk konkret--menurut dirinya--cinta untuk klub London utara itu, yakni saham klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spekulasi yang beredar, Usmanov kehilangan sejumlah besar kekayaannya akibat krisis finansial global. Menurut Bloomberg, pria 55 tahun itu kehilangan 6,7 miliar pound. Walau masih lebih sedikit dibandingkan kerugian Roman Abramovich--keludesan pemilik Chelsea ini ditengarai sejumlah 11,75 juta pound--, Usmanov diperkirakan bakal terpaksa menjual saham Arsenal miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbetik pula kabar bahwa pria tambun itu berniat berkonsentrasi mengurus perusahaan baja miliknya, Metalloinvest, seiring rencana menembus bursa efek London (London Stock Exchange) tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, si pengusaha pertambangan dan kayu tak mau menggadaikan cintanya itu. Jutawan tersebut ingin terus bermain di bidang investasi, dengan fokus bernama Arsenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika seorang pria mencintai seorang wanita, ia tak mungkin menjual cinta itu. Saya sedang jatuh cinta pada Arsenal. Saya tak punya niat menjualnya,” tutur pebisnis asal Uzbekistan ini di The Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal itu mungkin saja terjadi saat saya tahu bahwa Arsenal membenci saya. Saya akan memastikan hal itu tak terjadi. Saya belum kehilangan selembar saham pun,” ucapnya. Bahkan, orang yang tahun lalu duduk di posisi ke-142 orang terkaya dunia versi majalah Forbes ini bercita-cita menaikkan kuantitas sahamnya dari 24 menjadi 25 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal benci, Usmanov sebenarnya mendapat porsi cukup banyak kebencian pendukung Arsenal. Kabar gembira tak jadi didapat para fan Gunners yang tak ingin tangan-tangan asing menjadi pemilik klub kesayangan mereka. Pencantuman Stan Kroenke sebagai direktur non-eksekutif klub guna menahan ambisi Usmanov menjadi sekurangnya pemilik mayoritas saham pun bisa menjadi mubazir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usmanov bahkan bisa memanfaatkan kembali keterbukaan ketika penangkalan berupa lockdown agreement--perjanjian para direktur untuk menjual saham mereka pada pihak yang disetujui bersama--kedaluwarsa per April 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang Usmanov mendapatkan lebih banyak saham membesar jika kabar dua orang anggota dewan direksi akan melepas milik mereka terbukti benar. Danny Fiszman--masih menjadi pemilik mayoritas saham--dan Lady Nina Bracewell-Smith diberitakan sudah siap menjual milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Wenger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, satu hal yang juga dipastikan Usmanov sebagai alasan niatnya tetap menjadi salah satu shareholder The Gunners adalah Arsene Wenger. “Selama ia menjadi manajer, saya takkan menjual saham saya,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti biasa, gaffer Wenger telah menegaskan bahwa ia tak mau rencananya untuk tim terganggu karena kasak-kusuk seputar kepemilikan klub. Orang Prancis ini sudah mulai melirik pemain untuk digaet saat jendela transfer Januari dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang konon ada di deret atas daftar bidikannya adalah Moussa Dembele, penyerang AZ Alkmaar. Arsene telah mengirim pemandu bakat untuk memantau pemain kebangsaan Belgia berumur 21 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dembele, yang mencetak dua gol pekan lalu saat skuad Louis van Gaal memukul Sparta Rotterdam 6-0, dihargai AZ sebesar tujuh juta pound. The Gunners dikabarkan mesti bersaing dengan peminat lain, Man. City. (Christian Gunawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tunggu&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-5660221364144610881?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/5660221364144610881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=5660221364144610881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5660221364144610881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/5660221364144610881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/cerita-dua-pilihan.html' title='Cerita Dua Pilihan'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw_vbmUAjI/AAAAAAAAAT8/A1CV5lPyuiA/s72-c/1_353341890l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-2010047116917103191</id><published>2008-10-19T23:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T01:11:16.134-07:00</updated><title type='text'>Harga Gelar Akademik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw8bY0vNXI/AAAAAAAAAT0/UGQpicH3Q3A/s1600-h/southsidesneha6kr9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw8bY0vNXI/AAAAAAAAAT0/UGQpicH3Q3A/s400/southsidesneha6kr9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259144906079679858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ubaydillah, AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pandangan yang kontradiktif di masyarakat kita tentang gelar akademik. Tak sedikit yang berpendangan bahwa gelar akademik itu sama sekali tidak penting. Sesungguhnya, pandangan demikian bukan disebabkan oleh gelar itu sendiri, namun disebabkan banyaknya orang yang merasa kurang diuntungkan dari gelar akademis yang dimilikinya. Sampai-sampai, ada istilah “sarjana pengangguran” ,  “Sia-sia saja empat tahun bergelut dengan buku akhirnya susah mencari kerja”, kata Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di lain pihak, tak sedikit yang tetap berpandangan bahwa gelar itu sangat penting. Hampir semua iklan lowongan kerja yang dibuka untuk pasar umum menetapkan gelar atau sertifikasi akademik (kursus dan diploma) sebagai persyaratan. Lebih-lebih lagi untuk jabatan-jabatan yang berkaitan dengan posisi di pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang mencerminkan pandangan kedua ini juga bisa kita lihat dari praktek hidup sehari-hari. Andaikan gelar itu tidak penting, tentu tak akan ada calon legislatif kita yang ditemukan aparat ternyata bergelar palsu (aspal).  Andaikan gelar itu tidak penting tentu jumlah perguruan tinggi tidak sebanyak yang ada di negara kita ini. Adanya pro-kontra pandangan demikian tentu bukanlah masalah bagi jalannya kehidupan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang sudah bisa memaklumi bahwa di dunia ini memang sudah sewajarnya harus terjadi pro dan kontra. Lalu, dimana letak masalahnya?&lt;br /&gt;Gelar akademik akan menjadi masalah jika diri kita bermasalah, seperti adanya konflik-konflik dalam diri yang akhirnya membatasi pemberdayaan- diri, pendidikan-diri, dan pembelajaran- diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental Kuat Vs Mental Lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, baik kita memilih antara gelar akademik itu penting atau tidak penting, keduanya jelas benar. Benar di sini punya pengertian memiliki data-data faktual di lapangan. Semudah kita menemukan orang bergelar atau tidak bergelar bisa berprestasi tinggi, semudah itu pula kita menemukan orang tak bergelar atau bergelar yang belum / tidak berprestasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira inilah kalau kita bicara kenyataannya secara umum. Hanya saja, ketika kita bicara kenyataan spesifik dan kenyataan riil bagi setiap individu,  persoalannya akan sedikit berbeda dan hal ini erat hubungannya dengan sikap mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam sikap mental, a) sikap mental lemah dan b) sikap mental  kuat.&lt;br /&gt;Sikap mental lemah, adalah ekspresi penyikapan yang dilandaskan pada kesimpulan kalah oleh realita, hanyut ke dalam realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sikap mental kuat adalah ekspresi penyikapan yang dilandaskan pada kesimpulan menang, bergerak menginjak  realita. Adakah orang yang sanggup mengalahkan realita? Tidak ada orang yang sanggup melawan realita.  Tetapi, pengertian&lt;br /&gt;kalah di sini, adalah kegagalan kita menemukan bagian spesifik dari realita yang tepat untuk memberdayakan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu memilih sikap mental kuat dan memilih menjadi pemenang? Kenyataan itu, kata orang bijak adalah  keragaman yang menyatu dengan keseragaman, perbedaan yang menyatu dengan persamaan, dan punya dimensi yang tak sanggup dirangkul kekuasaan apapun.  Tetapi, kenyataan adalah potensi yang cukup cair sehingga oleh Samuel Butler dikatakan: “Hidup ini seni”, life is an art. Namanya seni, berarti sebagian besar keindahan sebuah kreasi lebih banyak ditentukan oleh sikap mental untuk menyentuh, bukan tergantung pada bahan baku. Batu bisa hanya sekedar menjadi batu&lt;br /&gt;tetapi bisa pula menjadi patung yang bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pola sikap mental yang kita gunakan dalam melihat kenyataan, akan menciptakan perbedaan kesimpulan mental  (hasil makna) yang kita pahami. Perbedaan kesimpulan akan membedakan keputusan, dan perbedaan keputusan akan membedakan (rencana) tindakan, perbedaan tindakan akan membedakan kebiasaan dan perbedaan kebiasaan akan membedakan karakter (prilaku menghadapi hidup) dan perbedaan di tingkat karakter akan membedakan perbedaan tanggapan (feedback) yang dikeluarkan oleh kehidupan kepada kita. Mungkin inilah sedikit urut-urutan dari kesimpulan yang sering kita&lt;br /&gt;dengar bahwa: “Dunia di dalam, akan menentukan dunia di luar.” Nasib adalah pilihan, buka hadiah dari peluang.” “Man behind the gun.” “Jika kau mengubah dirimu akan berubah nasibmu.” Dan sejumlah ungkapan lain yang kira-kira punya arah kesimpulan senada.&lt;br /&gt;Jadi, segala sesuatu banyak tergantung pada orangnya. Kata-kata “tergantung orangnya” ini menunjuk sikap mental (mental attitude), strategi yang kita pilih untuk menyikap hidup, jalan hidup yang kita gunakan untuk mendapatkan keinginan, dan seterusnya. “Hidup ini adalah pemainan”, kata firman kitab suci. “Separoh dari permainan hidup ini dimenangkan oleh sikap mental”, kata Danny Ozark (Half this game is 90 % mental).  “Kemenangan para juara di lapangan itu (sepertinya) adalah kebiasaan dan gaya hidup. Celakanya demikian pula kekalahan”, kata kesaksian Vince Lombardi yang sudah bertahun-tahun hidup bersama para atlit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungannya dengan harga sebuah gelar yang kita miliki dan gelar yang tidak kita miliki adalah, harga sebuah gelar pada  praktek hidup yang paling spesifik lebih banyak ditentukan bukan  oleh angka yang melekat pada gelar itu, tetapi oleh bagaimana kita mengolahnya menjadi indah; ditentukan oleh sikap mental yang kita pilih untuk menyikapi realita yang pro-kontra terhadap gelar,  atau bagaimana kita menjatuhkan kartu bermain dari kartu apapun yang sudah kita miliki. Mark Twin pernah bilang: “Hidup ini bukan persoalan kartu apa yang kita terima, tetapi kartu apa yang kita pilih untuk kita jatuhkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting dan tidak pentingnya gelar itu bagi kita adalah pilihan, kebebasan dan kesimpulan pribadi. Tetapi yang perlu kita audit adalah untuk apa kesimpulan itu akan kita gunakan? Bergelar dan tidak bergelar akan sama saja tak banyak menolong kalau kita menggunakannya untuk mencari alasan yang hanya akan memperlemah diri (self excusing). Meminjam ungkapan Pak Bob Sadino, kesimpulan memperlemah ini akan membuat kita kehilangan momen untuk melakukan sesuatu, kehilangan daya kreatif, dan inovasi. Bisa jadi, kesimpulan ini juga berpotensi untuk memversikan  Tuhan sebagai pihak yang selalu salah memberi sesuatu kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hukum yang pernah digagas oleh Aristotle sebelum meninggal adalah “The law of success” (Hukum Merealisasikan Tujuan Bertahap). Isinya adalah, apa yang menjadi keharusan bagi kita yang ingin merealisasikan tujuan itu? Di sini Aristotle&lt;br /&gt;merumuskan tiga  hal inti yaitu:&lt;br /&gt;1) kejelasan keinginan,&lt;br /&gt;2) kejelasan alat yang kita pilih,&lt;br /&gt;3) kejelasan sikap mental yang kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama kali  memilikilah tujuan hidup yang jelas. Kedua,  milikilah cara untuk mencapai tujuan. Cara itu beragam dan bisa anda pilih:  materi, metodologi, uang, atau kepribadian. Ketiga, gunakan yang anda miliki untuk mencapi tujuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau formula itu akan kita gunakan untuk memberi angka-jual gelar akademik yang kita miliki atau tidak kita miliki, maka  kuncinya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Ekspresi keinginan spesifik,&lt;br /&gt;2.      Kecocokan antara keinginan, alat dan hukum kebiasaan&lt;br /&gt;3.      Kreativitas menggunakan alat untuk mencapai keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jurus yang bisa kita gunakan untuk mengeksplorasi keinginan yang benar-benar spesifik bagi kita adalah pertanyaan-diri (self-questioning) , misalnya saja: “Apa yang bisa saya lakukan dengan apa yang sudah saya miliki dalam hidup ini, untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik?”. Semakin banyak jawaban yang kita temukan akan semakin bagus sehingga kita memiliki banyak pilihan untuk menyusun langkah berdasarkan skala prioritas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada formula ini berarti gelar atau tanpa gelar itu masuk dalam wilayah alat. Seperti dikatakan Aristotle sendiri, alat ini jelas bukan hanya itu, bukan satu, dan sebanyak pilihan kita kecuali kita membatasi pilihan itu. Dan yang penting, pilihan kita terhadap alat ini adalah kecocokan yang sifatnya sangat pribadi. “Orang akan mencapai kualitas tertentu kalau dia terus melakukan sesuatu dengan cara / jalan tertentu”, begitu Aristotle menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kepemilikan gelar akademik ini sebagian besar lebih ditentukan oleh hasil penilaian pribadi kita, maka kreativitas menjadi sangat dibutuhkan. Meskipun kita adalah makhluk yang unggul, tetapi jika penilaian kita atas diri kita tidak menghasilkan kesimpulan yang berarti, maka hampir dipastikan kita menghadapi kenyataan yang sama dengan penilaian kita terhadap diri sendiri. Robert Kiyosaki menyimpulkan bahwa kegagalan itu akan menghancurkan orang kalah (loser) tetapi akan memberi inspirasi maju bagi orang menang (winner). Kesimpulan ini tentu tak akan jauh dari sikap mental kuat, kemampuan&lt;br /&gt;mengolah apa yang sudah kita miliki dan bagaimana menggunakan apa yang kita miliki untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan&lt;br /&gt;Beberapa orang, sangat terikat pada pandangan-pandangan mereka sendiri, orang yang hanya melihat hal-hal dari satu sisi, terlibat pertengkaran dan perselisihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan&lt;br /&gt;Orang harus berlatih melakukan perbuatan yang bermanfaat, yang menghasilkan kebahagiaan yang berlangsung baik, dermawan, hidup seimbang, mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih, dengan mengembangkan tiga perbuatan ini, yaitu perbuatan yang membuahkan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijaksana&lt;br /&gt;Oleh 3 hal seseorang yang bijaksana dapat dikenali,&lt;br /&gt;1. ia melihat kesalahannya sendiri apa adanya,&lt;br /&gt;2. ketika dia melihat kesalahan itu apa adanya, ia akan memperbaiki kesalahan tersebut,&lt;br /&gt;3. ketika ada orang lain yang mengakui kesalahan, selayaknya ia memaafkan kesalahan orang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DO YOU KNOW HOW TO GET THE BEST FROM YOUR STAFF? TALK TO THEM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have you ever delegated work only to receive a finished product that is nothing like you envisioned? Is there a manager at your company that nobody wants to work for? Is there an area of your company suffering from disproportionately high turnover? A "yes" to these questions could be signs of poor communications skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Managing by E-Mail. Would you try to close a deal with a large customer via e-mail or hire a key executive without meeting the individual? Of course not, but often the same managers who know that personal contact is the key to interpreting a person’s character often choose to "manage by email"—even when workers are in offices a few steps away. Direct contact helps create better rapport and trust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lack of Clarity. Managers often assume that when they give instructions, everyone understands them and is ready to take action. Different people can make different deductions from the same information. When giving assignments, instead of saying, "Do you understand?" ask: "What steps will you take to complete this task?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Poor Listening Skills. Managing isn’t all about giving assessments and instructions. It is just as important to listen as it is to be heard. Solicit feedback from employees. Consider their suggestions and treat concerns seriously.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Failure to Give Consistent Feedback. Some managers don’t tell employees what they are doing right or wrong during the course of the year, and then, at annual review time, they drop a bombshell on the unwary. People want the opportunity to develop and improve throughout the year, so provide continuing, constructive, on-the-job feedback focusing on situations as they arise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• No Tact and Empathy. There are managers that have no problem giving feedback, as long as it is negative. They pick away at the most minute details of perceived problem areas, but never offer a word of thanks or praise. Constant criticism is demotivating. Highlight the positive as well as the negative, and correct mistakes without getting personal. Employees will be more likely to listen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Too Busy to Manage. Managers are busier than ever with their own heavy workloads, but many forget that an important part of a manager’s job is managing. It is critical to carve time out of your schedule for regular one-on-one and employee group meetings, and offer your undivided attention during these meetings to demonstrate to employees that you consider them a priority.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapted fromTHE HR ANSWER BOOK An Indispensable Guide for Managers and Human Resources Professionals by Shawn Smith, JD and Rebecca Mazin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Build a More Meaningful Career&lt;br /&gt;by Robin Ryan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11,000 days. That’s the number of days you’ll probably work over your lifetime. You’ll likely have six or seven career changes and 11 or 12 jobs in total. You may be wondering if you need a change now.  30 million people go to work each day to a job they hate. The harmful feelings permeate their entire life, putting a negative cloud over the home, their friends and many of their other activities. They may lack the know-how to change, may be afraid of leaving the security of a paycheck, or have a hundred excuses for why it’s okay to be so dissatisfied and stay at their job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is a better way to live your life. Meaningful purpose is a driving force that adds enthusiasm to your days. Taking a passion and making it your career -- living a dream -- can be not just a wish, but a true and certain reality. Here are a few steps to get the new career rolling:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do some self-analysis. Ask yourself -- What really matters to me? What problem or wrong would I like to fix? What do I enjoy? Where are my interests and hobbies? What are my priorities? What is my secret passion? What do I want to do with the rest of my life? Reviewing these questions can give you new insight to where you want to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Use your unique genius and talents. Every person is born with a unique set of natural abilities. Talents, such as managing, creating, researching, training others, drawing, can all seem like easy work because you have a natural flair for them. True happiness comes from combining your natural talents, developing and excelling in them, and working in a field, job, industry that you have a passionate interest in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Others have done it and so can you. Sometimes it’s easy to forget that we can change if we really want to. Although she was a prominent lawyer, my client Sarah was dissatisfied in her work, and glad to take a few years off to have two children. She told me she hated “practicing law.” She found it boring, yet she felt enormous guilt at abandoning a career she spent years training for and made great money in. We worked together, focusing on her real interests and natural talents. Sarah landed a terrific new job as an executive director for a nonprofit organization. She leads others, influences policies, develops programs, and is a very happy person. “I even make a great salary, but I love my job so much, I’d do this for free,” she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make a decision. Many people flounder for years and never turn their dreams into reality. They let themselves remain in a negative or stuck place. Only action can change your life. Read a book. Take vocational tests. Use a good career-management professional. Do some career exploration and gather all the information you need. Then make a decision and go forward. Outline the action steps to reach your career goal. The only thing at stake is your happiness. Finding meaning, passion and purpose every day you go to work is the wonderful reward, so don’t wait any longer. Begin right now and set in motion your own plan to live a happier, more satisfying life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspansi Barcelona&lt;br /&gt;Barca Goes to America&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liga Sepakbola Amerika alias Major League Soccer (MLS) bakal menambah jumlah peserta dari 14 menjadi 18 klub pada 2010. Kebijakan baru tersebut dimanfaatkan Barcelona untuk merambah Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, klub yang sudah mengoleksi 18 gelar juara La Liga tersebut berniat membeli hak kepemilikan atas Miami Fusion dan membawa klub asal Florida itu tampil kembali di MLS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keinginan perusahaan saat ini adalah menyodorkan aplikasi kepemilikan dan mempromosikan klub itu ke MLS," demikian pernyataan Barcelona seperti dimuat dalam situs The World Game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha tersebut tidak dilakukan Barcelona sendirian, tapi bekerja sama dengan pengusaha asal Bolivia, Marcelo Claure, yang juga pemilik FC Bolivar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya Presiden Barcelona, Joan Laporta, sudah menyodorkan proposal sebagai pemilik baru Miami Fusion, tetapi perjuangan untuk bisa tampil di MLS masih panjang. Pasalnya pihak penyelenggara menuntut klub pendatang baru memiliki stadion sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum ada rencana pasti tentang stadion yang bakal digunakan. Namun, solusi terbaik adalah menggunakan fasilitas Florida International University. Negosiasi sudah dilakukan dan kemungkinan besar klub bakal menggunakan fasilitas mereka selama dua tahun pertama,” begitulah penjelasan dari pihak Barcelona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miami Fusion sebenarnya bukan klub baru di MLS. Klub yang berdiri pada 1997 itu pernah menjadi bagian Liga Sepakbola Amerika selama tiga tahun sejak 1998 sebelum bangkrut pada 2001. Dulu Miami Fusion menggunakan fasilitas Lockhart Stadium, yang berkapasitas 20.450 penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika usaha Barcelona berhasil, maka klub Catalan itu bakal menjadi klub Eropa pertama yang menjadi pemilik tim MLS. Fakta tersebut otomatis akan mendongkrak popularitas mereka di luar Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa klub-klub Eropa tengah berlomba meraup keuntungan besar dari pasar Asia dan Amerika. Sejauh ini Manchester United dan Real Madrid yang paling agresif melakukan penetrasi di kedua benua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan tidak mungkin Barcelona bakal mengungguli popularitas keduanya jika sukses mengakuisisi Miami Fusion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-2010047116917103191?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/2010047116917103191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=2010047116917103191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2010047116917103191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/2010047116917103191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/harga-gelar-akademik.html' title='Harga Gelar Akademik'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPw8bY0vNXI/AAAAAAAAAT0/UGQpicH3Q3A/s72-c/southsidesneha6kr9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-6352904229368967497</id><published>2008-10-19T22:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T22:40:14.438-07:00</updated><title type='text'>Paradigma Career Security</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPwVRSsWn5I/AAAAAAAAATs/XH3918687jg/s1600-h/fg5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPwVRSsWn5I/AAAAAAAAATs/XH3918687jg/s400/fg5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259101851681726354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ubaydillah, AN dari Team E-Psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penggunaan yang lazim istilah paradigma sering diartikan sebagai pola / model tertentu yang kita anut. Paradigma berpikir tertentu akan mempengaruhi sikap,  tindakan dan kebiasaann tertentu. Paradigma dengan kata lain sering tidak disadari   menjadi 'hukum' dan kita semua adalah anak dari hukum itu. Oleh sebab itu logislah kalau dikatakan, salah satu syarat untuk maju adalah mengganti (baca: menyempurnakan) paradigma lama dengan&lt;br /&gt;paradigma baru yang lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pekerjaan / karir, sedikitnya  ada dua paradigma  yang berkembang yaitu job security dan career security. Job security merujuk pada keamanan atas pekerjaan yang dimiliki atau diberikan oleh pihak perusahaan (external), sementara career security merujuk pada keamanan atas bidang karir atau pekerjaan yang dipilih oleh diri sendiri (internal). Dalam paradigma job security maka kesalahan terbesar adalah munculnya keyakinan  bahwa kita bekerja untuk orang lain. Tentu saja pandangan seperti ini sudah kadaluwarsa sebab pijakan perkembangan karir haruslah diciptakan dari diri individu. Pekerjaan  memang bisa saja  milik perusahaan tetapi karir adalah milik anda". Pola berpikir yang mengedepankan job security seringkali justru menjadi "pembunuh" bagi sumberdaya&lt;br /&gt;terbesar yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah dari paradigma job security itu sampai dijuluki sebagai "pembunuh" sumberdaya individu? Kalau  dikatakan salah, haruskah semua orang meninggalkan kantor untuk mendirikan  perusahaan sendiri, menjadi business owner, self-employment atau investor seperti yang  digambarkan dalam 'paradigm shift' ala Robert Kiyosaki dalam  "Cash flow Quadrant" ?  Jawabannya tentu tidak mutlak harus demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dan Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan arti job security dan career security akan membentuk pemahaman irrational  yang mandul  kalau diartikan secara posisi tetapi akan 'klop' kalau diartikan secara misi. Artinya, untuk memahami career security maka anda harus melepaskan diri dari apa pun posisi anda (karyawan, professional, pemilik usaha) dan hanya berpegang pada misi bahwa diri andalah yang menjadi sumber segalanya bagi kelangsungan karir anda. Dengan&lt;br /&gt;kata lain, career security adalah ajaran mentalitas berupa The enterprising mental attitude - mentalitas pengusaha.  Lagi - lagi kita terjebak dalam arti posisi dengan kalimat pengusaha karena istilah ini  sudah dikramatkan sedemikian rupa selama bertahun-tahun sehingga membuat kebanyakan orang takut untuk menyebut dirinya pengusaha, padahal suka atau tidak suka, semua orang adalah pengusaha, pejuang gagasannya. Inilah inti dari paradigma career security.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terlalu banyak menghadapi jebakan idiom, maka perubahan paradigma dari job security ke career security harus diatur dengan tata letak (realisasi misi) yang tidak saling berlawanan. Hal itu mengingat bahwa setiap paradigma mengandung nilai plus-minus. Tugas kita adalah mengambil plus dari paradigma lama untuk dijadikan lebih plus dengan paradigma baru.  Paradigma job security yang telah  menyelimuti kultur kita mewariskan&lt;br /&gt;kepercayaan bahwa modal untuk membeli keamanan atas pekerjaan  adalah loyalitas dan kerja keras. Pada batas yang terlalu jauh, mentalitas demikian akan 'membutakan' penglihatan terhadap adanya 'gold mine' di dalam diri yang menunggu sentuhan 'gold mind'.&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diingat lagi adalah bahwa paradigma merupakan materi ajaran mentalitas yang  dimaksudkan untuk mengubah konstruksi pola pikir dan tidak perlu mengubah bentuk  tatanan fisik kalau memang secara riil belum mampu dan tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma career security mengajarkan perubahan mindset (pola pikir) dari bekerja dengan cemeti perintah menuju ke bekerja atas keinginan untuk memperbaiki diri  atau dorongan  berprestasi  di tempat kerja. Cemeti perintah akan menciptakan karakter 'asking for' dalam arti 'low bargain' yang membuat banyak orang melihat tanggung jawab untuk menyelesaikan  pekerjaan sebagai beban hidup.  Sementara career security akan menciptakan karakter mental sebagai 'giver'.  Tangan "giving" bagaimana pun akan lebih mulia di banding tangan "asking".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terakhir yang harus diingat juga adalah bahwa perubahan paradigma sebenarnya merupakan jembatan peradaban dari level rendah ke level yang lebih tinggi. Kalau orang sudah berpegang pada paradigma lebih positif maka kemungkinan besar dapat dikatakan bahwa ia punya potensi lebih besar untuk menciptakan perilaku  yang lebih positif dalam merespon keadaan. Sebab keadaan yang sebenarnya terjadi, meskipun kita menganut&lt;br /&gt;paradigma job security, tetapi toh kita bisa mudah kehilangan  pekerjaan karena keputusan orang lain, kebijakan lembaga, atau bahkan perubahan  negara lain. Kalau dikaji untung-ruginya, career security lebih mendorong pada upaya menciptakan persiapan di dalam untuk menghadapi perubahan keadaan di luar sementara job security tidak mendorong demikian atau lebih cenderung pasrah. Artinya perubahan paradigma dari job security  ke career security melambangkan tangga peradaban yang  lebih atas / lebih untung.&lt;br /&gt;Dengan sedikit pertimbangan di atas, rasanya tidak ada ruginya atau bahkan tidak  mengandung resiko ancaman keamanan apapun kalau kita sudah bisa menyambut baik  ajakan untuk mengganti paradigma kerja dari job security ke career security. Alasan rational dan faktual yang dapat kita jadikan pijakan untuk mengganti paradigma itu adalah kenyataan bahwa pekerjaan tidak lagi menyisakan ruang  'comfort zone' atau paling tidak&lt;br /&gt;ukurannya makin sempit . Penyempitan itu bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari persaingan, peristiwa eksternal, dan perubahan kebijakan.  Persaingan yang oleh para ahli diistilahkan sudah mencapai tingkat hyper menuntut  kualitas pengecualian. Kualitas rata-rata sudah semakin jauh dari perhitungan. Kalau ada perusahaan membutuhkan - misalnya saja - tenaga accounting dengan kualifikasi S1, tentu semua orang mengatakan mudah. Tetapi kalau ditambah kualifikasinya harus bisa bahasa Inggris, sudah berkurang yang berani mengatakan mudah. Apalagi kalau ditambah dengan pengusaan job skill yang memang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan riil di lapangan, misalnya saja harus menguasai program MYOB, peraturan perpajakan, Brevet A / B, maka dipastikan tidak semua orang mengatakan mudah. Lebih-lebih kalau ditambah embel-embel harus berpenampilan 'menarik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma career security bertumpu pada kekuatan  ketrampilan, yaitu mengeluarkan semua sumberdaya internal, keunggulan, dan bakat di tempat kerja agar bisa lebih mendatangkan manfaat dan prestasi bagi diri kita dan bagi orang lain. Ketrampilan diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan tepat dan mahir&lt;br /&gt;(Skill is the ability to do something expertly).  Arah pengembangan ketrampilan bisa mengacu pada formula yang sudah lazim dengan sedikit  penyempurnaan.  Di antara formula yang dapat disebutkan di sini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ketrampilan dan Sikap&lt;br /&gt;    Ketrampilan kerja (job skill) dipahami sebagai kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan.  Kalau dielaborasi keterkaitannnya dengan aneka ragam 'human capital' maka job skill  lebih banyak diperankan oleh IQ (Intellectual Quotient). Mental skill mengacu pada pengertian leadership skill yaitu kemampuan menyelesaikan urusan benda hidup atau sering disebut software skill seperti misalnya menangani persoalan hubungan dengan manusia. Mental skill lebih banyak diperankan oleh EQ (Emotional Quotient).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan paradigma kerja baru maka fokus pengembangan tidak lagi perlu diarahkan pada wilayah dikhotomistik  tetapi merebut keduanya dengan menempuh cara belajar melewati garis pembatas definitif itu. Tidak lagi menggunakan jarum jam tetapi sudah saatnya menggunakan kompas. Tidak lagi menganut paradigma mesin tetapi manusia yang benar-benar manusia dengan segala kemampuan untuk memilih yang lebih baik dan tidak lagi&lt;br /&gt;berbicara mana yang lebih penting antara job skill dan mental skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Pikiran dan Tindakan&lt;br /&gt;    Rasanya sudah tidak asing kalau kita sering membuat definisi tentang kemampuan orang di mana ada orang yang cuma bisa mengerjakan tetapi tidak bisa membuat konsep. Paradigma lama itu tak terasa menjebak kita ke dalam pembatas kemampuan yang menyempitkan. Lebih-lebih kalau sudah disikapi secara perang. Si A hanya fasih&lt;br /&gt;dengan konsepnya, 'omong-doang' dan sebaliknya si B hanya bisa bekerja tetapi tidak bisa berpikir kritis.. Paradima kerja baru membutuhkan pengalihan focus untuk memperluas batas definitif kemampuan yang tidak lagi hanya bisa mengerjakan atau hanya berpikir melainkan mengasah keduanya. "Jika Morita menciptakan kerajaan Sony tanpa menggunakan jasa konsultan atau Sam Walton yang tak bergelar MBA sukses membangun Wal Mart, maka jawabnya: mereka bukan sekedar people of action tetapi sekaligus people of thought - pemikir yang kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Belajar&lt;br /&gt;    Keahlian ini bertumpu pada keahlian unutk "belajar bagaimana belajar yang sesungguhnya" , bukan sekedar 'kesediaan diajar'. Sama sekali bukan sebuah sikap untuk menafikan makna 'kesediaan diajar' yang telah membuat kita menjadi tahu akan tetapi ketika sudah berbicara kunci utama pengembangan manusia (individu / organisasi) maka kunci itu adalah menjadi 'learner'. Dengan menjadi learner, gap yang diciptakan oleh pemahaman dikhotomistik dari sekian acuan pengembangan skill dapat dijembatani. Bahkan sebetulnya fakta  alamiyah telah lebih dulu menjelaskan bahwa semua 'gained quality' tidak bisa dilepaskan dari unsur learning di dalamnya termasuk bagaimana cara berjalan kaki bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya bisa menjadi learner lagi seperti bayi, maka syarat yang harus dipenuhi adalah  kesediaan menjadi 'beginner' yang selalu dapat melihat materi/objek dengan lensa baru (creative) dan tanda tanya (curiosity). "You can learn new things at any time in your life if you're willing to be a beginner. If you actually learn to like being a beginner, the whole world opens up to you." Kata Barbara Sher. Ada kalanya 'block mental' terjadi bukan karena&lt;br /&gt;kita tidak tahu tetapi justru karena kita sudah tahu. (jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biggest Weakness Can Become Strength&lt;br /&gt;Sometimes your biggest weakness can become your biggest strength.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take, for example, the story of one 10-year-old boy who decided to study judo despite the fact that he had lost his left arm in a devastating car accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The boy began lessons with an old Japanese judo master. The boy was doing well, so he couldn't understand why, after three months of training the master had taught him only one move.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sensei," the boy finally said, "Shouldn't I be learning more moves?"&lt;br /&gt;"This is the only move you know, but this is the only move you'll ever need to know," the Sensei replied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not quite understanding, but believing in his teacher, the boy kept training.&lt;br /&gt;Several months later, the sensei took the boy to his first tournament. Surprising himself, the boy easily won his first two matches. The third match proved to be more difficult, but after some time, his opponent became impatient and charged; the boy deftly used his one move to win the match.&lt;br /&gt;Still amazed by his success, the boy was now in the finals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This time, his opponent was bigger, stronger, and more experienced. For a while, the boy appeared to be overmatched. Concerned that the boy might get hurt, the referee called a time-out. He was about to stop the match when the Sensei intervened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"No," the Sensei insisted, "Let him continue."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soon after the match resumed, his opponent made a critical mistake: He dropped his guard. Instantly, the boy used his move to pin him. The boy had won the match and the tournament. He was the champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the way home, the boy and Sensei reviewed every move in each and every match. Then the boy summoned the courage to ask what was really on his mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sensei, how did I win the tournament with only one move?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You won for two reasons," the Sensei answered. "First, you've almost mastered one of the most difficult throws in all of judo. And second, the only known defense for that move is for your opponent to grab your left arm."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The boy's biggest weakness had become his biggest strength.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea Dossena&lt;br /&gt;Italiano Pembenci Catenaccio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Italia dikenal sebagai gudang pemain bertahan terbaik dunia. Sebagian besar dari mereka mempraktikkan catenaccio atau sistem gerendel ala Negeri Piza tersebut. Namun, seorang pria Andrea Dossena tidak takut melabrak stereotipe tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea Dossena, sepakbola adalah tentang mencetak banyak gol. (Foto: Getty Images)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bek anyar Liverpool ini terang-terangan menyatakan tidak suka dengan konsep catenaccio yang identik dengan permainan bertahan Italia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stereotipe yang menyebutkan sepakbola Italia hanya tahu bertahan adalah salah. Saya percaya bahwa tim harus bermain positif dan mencetak banyak gol," imbuh bek yang melakukan debutnya di tim nasional pada Oktober 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Udinese, klubnya terdahulu, Dossena tidak sungkan naik mendukung serangan sembari menyumbang assist dan melakukan tekel-tekel vital untuk mengantar Zebrette ke peringkat tujuh Seria A musim lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui Fiorentina, Juventus, dan AC Milan juga melirik pemain berumur 27 tahun ini pada musim panas lalu, kubu Merseyside rela menggelontorkan 7 juta pound (119 miliar rupiah) untuk jasa mantan pemain Hellas Verona ini. Dossena mencatatkan diri sebagai pemain internasional Italia pertama yang dikontrak The Reds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat Kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dossena termasuk dari mereka yang kaget dengan permainan Liga Inggris. Pemain yang dipuji memiliki kontrol diri tinggi sehingga tidak terburu-buru melakukan tekel ini berpendapat di BPL bola bergerak terus sehingga lebih sedikit waktu untuk berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Inggris semua tentang possession dan bola berpindah lebih cepat. Anda harus mempunyai kecepatan, kekuatan tubuh, dan determinasi tinggi. Aspek-aspek ini adalah karakteristik keunggulan saya. Itu sebabnya saya merasa setengah Inggris, setengah Italia,” cetus Dossena kepada liverpoolfc.tv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Anfield, dirinya bermain sebagai full back kiri dalam skema 4-4-2, suatu pergeseran dari skema 3-5-2 yang biasa ia lakoni di Udinese. Akan tetapi, Dossena yakin perubahan taktik ini tidak akan melukai permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Rafa Benitez, sang pelatih, yang menguasai bahasa Italia, adalah salah satu alasan Dossena mengerti kemauan sang gaffer. “Kebanyakan pembicaraan saya dengan Rafa adalah mengenai taktik. Ia membeberkan beberapa hal, tapi yang penting adalah menjaga keseimbangan di lapangan,” ucap pemain yang menggunakan nomor punggung 2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia telah melakukan tugas yang baik. Memang tidak mudah datang ke negara baru dan bermain dengan sistem mereka. Tetapi Dossena haus untuk belajar dan ia akan menjadi lebih baik pada setiap permainannya," jelas Benitez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik Anfield harus bersyukur. Pascakepergian John Arne Riise ke AS Roma, sisi kiri Liverpool akan semakin kokoh dengan kehadiran Dossena. (cw-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA DIRI&lt;br /&gt;---------------------------&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Andrea Dossena&lt;br /&gt;Tempat/Tanggal Lahir: Lodi, Italia/11 September 1981&lt;br /&gt;Postur: 180 cm/77 kg&lt;br /&gt;Posisi: Bek Kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier Klub&lt;br /&gt;2001-2005 Verona (99/3)&lt;br /&gt;2005-2006 Treviso (21/0)&lt;br /&gt;2006-2008 Udinese (63/2)&lt;br /&gt;2008-... Liverpool (6/0*)&lt;br /&gt;Ket *: Hingga 5 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier Timnas&lt;br /&gt;2007-... Italia (4/0*)&lt;br /&gt;Ket *: Hingga 11 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1718037442502802806-6352904229368967497?l=speciallone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://speciallone.blogspot.com/feeds/6352904229368967497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1718037442502802806&amp;postID=6352904229368967497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6352904229368967497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1718037442502802806/posts/default/6352904229368967497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://speciallone.blogspot.com/2008/10/paradigma-career-security.html' title='Paradigma Career Security'/><author><name>Nice Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08808362573557561959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SNtVFHjyx4I/AAAAAAAAAAc/oQG83s_WflM/S220/10_beautyasian_1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPwVRSsWn5I/AAAAAAAAATs/XH3918687jg/s72-c/fg5.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1718037442502802806.post-5267904532239230476</id><published>2008-10-19T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T22:12:30.073-07:00</updated><title type='text'>Memberdayakan Potensi Akal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPwSt5TeZQI/AAAAAAAAATk/KlZ94J-1d7I/s1600-h/1ef4ae_184.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5FWAIINBgEE/SPwSt5TeZQI/AAAAAAAAATk/KlZ94J-1d7I/s400/1ef4ae_184.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259099044547814658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Eko Jalu Santoso, Weblog: www.EkoJaluSantoso. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang melakukan sebuah “inner journey” untuk mengenal siapa sesungguhnya dirinya, maka akan menemukan setidaknya ada tiga karunia istimewa yuang diberikan Allah Sang Pemilik Kehidupan secara cuma-cuma, sebagai modal kesuksesan hidupnya di dunia. Apa saja ketiga karunia istimewa itu, yakni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Pertama potensi kekuatan fisik yang sempurna&lt;br /&gt;   * Kedua potensi akal pikiran yang luar biasa&lt;br /&gt;   * Ketiga potensi hati nurani yang sangat berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia pertama berupa potensi kekuatan fisik dan bentuk tubuh yang fungsional, dengan susunan tulang dan otot yang dapat memungkinkan untuk melakukan gerakan yang berbeda-beda. Kekuatan potensi fisik ini menjadikan manusia mampu menghasilkan produktifitas yang tinggi dalam berkarier, dalam berbisnis dan dalam berbagai aktivitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia kedua adalah otak atau akal pikiran yang super canggih yang mampu mengontrol dan mengatur kinerja berbagai organ tubuh dan panca indra manusia. Mulai dari mengendalikan dan mengatur denyut jantung yang mampu memompa ribuan liter darah melalui pembuluh darah yang sangat panjang, mengontrol dan mengatur kinerja paru-paru yang memberikan supply oksigen bagi tubuh yang tidak pernah berhenti sedetikpun dan berbagai panca indra lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia ketiga adalah hati atau qalbu yang memiliki peran paling penting dalam mengatur kehidupan manusia. Hati adalah rajanya yang mengatur dan mengendalikan potensi akal pikiran dan panca indra. Hati manusialah yang akan mengendalikan otak atau akal pikiran manusia untuk kemudian memprosesnya melalui panca indra, sehingga menghasilkan sesuai yang dikehendaki hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Memberdayakan Potensi Akal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahsyatan potensi akal pikiran manusia tidak perlu diragukan lagi. Dengan akal ini manusia memiliki kemampuan untuk memahami bagaimana proses berpikir dan mengelola pikirannya. Manusia dapat mempelajari ilmu pengetahuan, mengungkap berbagai misteri kehidupan, menjelajahi ruang angkasa, mengarungi samudra luas tak berbatas dan dapat membaca bukti-bukti kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa di  alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami akal manusia, setidaknya ada dua makna pemahaman yakni berfungsi menjelaskan semua urusan, baik berkenaan dengan masalah duniawi maupun masalah kehidupan akhirat. Yang kedua berarti pandangan mata batin dan pengetahuan terhadap mana yang bermanfaat dan mana yang membahayakan baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhiratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia berkewajiban menggunakan akalnya untuk dapat memahami “rules”atau aturan-aturan yang sudah diperintahkan Allah melalui para nabi dan kitab suci-Nya. Maksudnya, manusia harus memberdayakan akalnya untuk dapat membaca bukti-bukti yang terhampar di alam semesta ini agar dapat memahami hakekat kehidupan secara utuh dan benar. Karena sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada mereka sesuatu yang dapat mereka pahami dengan akal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid ibn Shafwan berkata, ''Bila ada seseorang yang tidak bisa menjelaskan apa-apa, ia tidak ada bedanya dengan binatang ternak atau ia hanya berganti rupa.''  Inilah yang membedakan manusia sebagai makhluk sempurna dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Makna dari penggalan kalimat ini adalah kalau manusia tidak memberdayakan aklnya untuk memahami mana yang baik dan buruk dalam kehidupan, tidak digunakan untuk memikirkan kehidupan dunia dan akhirat dalam keseimbangan, tidak digunakan untuk memahami norma-norma atau ketentuan Allah yang sudah berlaku dalam kehidupan dan tidak dapat membaca bukti-bukti kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa di alam semesta, maka tidak ubahnya seperti binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kebanyakan orang kurang menggunakan akalnya untuk memahami hakekat kehidupan dan kodrat dirinya secara utuh dan benar. Sebagain besar manusia hanya menggunakan akalnya untuk urusan duniawi semata. Akibatnya banyak orang tersiksa secara tidak sadar dalam posisi ini. Mereka secara fisik manusia, tetapi tidak mengunakan akal pikirannya sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melanggar unsur-unsur kemanusiaan. Inilah sumber berbagai penyimpangan dalam perilaku manusia dala kehidupan dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang akalnya sehat, maka akan menggunakan akal pikirannya dengan sehat dan benar. Menggunakan akal pikiran untuk memahamai tentang ciptaan Allah dan memperhatikan lembaran alam semesta. Untuk kemudian, proses berpikir kita itu mengantarkan kita untuk memikirkan siapa yang telah menciptakan semua itu. Sehingga kita dapat mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan siapa Tuhan kita yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Jalu Santoso adalah penulis buku “The Art of Life Revolution” diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Nurani Indonesia . Weblog: www.EkoJaluSantoso. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEW TACTICS (BE AWARE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please consider our environment before printing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being such a compassionate and helpful person might not be a good thing these&lt;br /&gt;days&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEW TACTICS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone shared the following cases :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Today I passed by a building which has an ATM machine. There was an old&lt;br /&gt;man looking at me. Suddenly, he called me. He said he didn't know how to read,&lt;br /&gt;so he gave me his ATM card and asked me to help him withdraw money from the&lt;br /&gt;ATM machine. I answerd 'NO!! If you need help, ask the security to help you.'&lt;br /&gt;Then he said 'nevermind..' and continued to find other&lt;br /&gt;people to help him...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMEMBER : ATM machines have CCTVs. If you help him he will later claim that&lt;br /&gt;you have robbed him or stolen his ATM card. Besides, his ATM card could be a&lt;br /&gt;stolen one. So please be careful of these tactics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Suddenly your house lights go off. From your window you find that your&lt;br /&gt;neighbours still have lights. So you go out of your house to check the Meter &lt;&gt;Box. But once you open the door, a knife will be pointing at you and&lt;br /&gt;preventing you from closing it. This is when you will be robbed and injured&lt;br /&gt;robbed and injured.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMEMBER : Even though your electricity suddenly goes off, DO NOT open your&lt;br /&gt;door immediately. Look around to see if there is anything unusual or if there&lt;br /&gt;is any noise around.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) This is another incident. You may have heard it before, it is about a lady&lt;br /&gt;who she saw a kid crying by the roadside. When she spoke to the kid, the kid&lt;br /&gt;told her he was lost and wanted her to take him home. The kid even gave her a&lt;br /&gt;paper with his house address. So she took him home. But when she rang the door&lt;br /&gt;bell, she had an electric shock. Later when she woke&lt;br /&gt;up, she was naked in an empty room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMEMBER : Being such a compassionate and helpful person might not be a good&lt;br /&gt;thing these days. Pass this on and girls, please be careful.. DON'T BE TO O&lt;br /&gt;KIND!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) One day, there was an old lady outside my house holding 2 packets of&lt;br /&gt;sweets. At first I thought she was our neighbour and wanted to give us these&lt;br /&gt;packs of sweets as a gift. But then when she spoke, I can realised that she is&lt;br /&gt;was foreigner. I could not understand what she was talkingabout. I guessed she&lt;br /&gt;must be asking for money.I sensed there was something wrong and immediately&lt;br /&gt;closed the door and ignored her. Later, I found she and an accomplice robbed&lt;br /&gt;someone else down the road.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) I was at the ATM machine to withdraw some money. Behind me, there was an&lt;br /&gt;old lady. She asked me whether I was able to withdraw my money because she&lt;br /&gt;said she had problem with her machine. Suddenly a small girl came up beside&lt;br /&gt;me. The small girl was squeezing infront of me. I thought she was just naughty&lt;br /&gt;and playful. But then, the small girl put her hand at the tray of the ATM&lt;br /&gt;machine where the mon ey comes out, ready to take away my money. I sensed&lt;br /&gt;something wrong and immediately pushed her away. Later I realised that the&lt;br /&gt;small girl and the old lady worked together. She was trying to steal my money&lt;br /&gt;while the old lady was trying to distract my attention by asking me&lt;br /&gt;questions!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMEMBER: BE VERY CAREFUL when you are at an ATM machine and be alert. Look&lt;br /&gt;out for anyone suspicious around you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) My parents are retired and stay at home most days. One afternoon, a young&lt;br /&gt;stranger went to their house and said his motorcycle had no more petrol and&lt;br /&gt;the petrol station was too far for him to push his bike there. So he asked my&lt;br /&gt;parents for an empty coke bottle to buy some petrol. He said he will pay RM2&lt;br /&gt;for the bottle. So my mum took one coke bottle for him. He&lt;br /&gt;really took out the money from his pocket, but it was a RM 100 note. He told&lt;br /&gt;my mum he had no small change and asked my mum to give him the ch ange. Luckily&lt;br /&gt;my mum was smart. She just told him to take it for free.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMEMBER : obviously that note is fake!! Who would want to pay for RM2 for an&lt;br /&gt;empty coke bottle!! It's very OBVIOUS that that stranger is a trickster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) this happened in Bali . A newly married couple were having their honeymoon&lt;br /&gt;at the hotel. When both are in the changing room, the wife suddenly went&lt;br /&gt;missing. The husband was very anxious and went around to find her. He asked&lt;br /&gt;the hotel staff to help him find her. Then he thought his wife was just&lt;br /&gt;playing hide and seek. So he went back and waited for his wife. After a few&lt;br /&gt;hours, he decided to call the police. 3 weeks passed and there was still no&lt;br /&gt;news about his missing wife. So he went back and was very dissapointed and&lt;br /&gt;sad. A few years later, he came back to Bali , to watch a 'FREAK SHOW' in an&lt;br /&gt;old house. He saw a dirty and rusty metal cage. Inside there was a lady&lt;br /&gt;without limbs. Her body including the face was full of scars. When he had a&lt;br /&gt;closer look at her face, he was shocked to find that it was her missing wife&lt;br /&gt;put there as a means for begging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) This happened in Shanghai . A few years ago, a lady reported to the police&lt;br /&gt;that her cousin sister was missing in the shopping complex. But after 5 years,&lt;br /&gt;one of her friends found her cousin sister begging at the road side one of the&lt;br /&gt;streets in Bangkok , Thailand . The worst thing is that her cousin sister has&lt;br /&gt;no more limbs and her body was tied to a lamp post with a shack
